Ekonomi

KPM PKH di Langgudu Ngaku tidak Terima Uang Bantuan Setahun

Salah seorang KPM PKH Langgudu, Hadijah yang mengaku setahun tidak menerima uang bantuan.

Bima, Bimakini.- Salah seorang Keluarga Pemerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, diduga tidak menerima uang bantuan

Selama ini, kartu PKH dan buku tabungan tidak dipegangnya, namun oleh pendamping.

Kepada Bimakini.com (BiMEKS Group), Penerima PKH, Hadijah mengatakan, menerima PKH sejak tahun 2018 hingga sekarang. Setiap tahun uang yang diterimanya bervariasi. Bahkan kadang tidak menerima dalam jangka waktu lama, tergantung pemberian pendamping PKH. “Tahun 2018 tiga kali menerima yaitu, pertama Rp 1,9 juta, terima kedua Rp 600 ribu dan penerimaan ketiga Rp 420 ribu,” katanya baru ini.

Lanjut Hadijah, uang diberikan oleh Korcam PKH yang kebetulan satu dusun. “Sementara tahun 2019 tidak terima sama sekali, tahun 2020 diberikan langsung oleh Korcam Rp 1 juta bersama kartu PKH. Lalu, dua kali terima di agen UD Empat Bersaudara sebesar Rp 75 ribu. Sekaligus di bulan Juni ambil bersamaan dengan BPNT-Sembako,” terangnya.

Kata dia, sebelum 2020, uang diberikan oleh Korcam Langgudu, tanpa memegang kartu dan buku rekening PKH. Meskipun selalu memanyakan pada Korcam. “Jawabannya, katanya ada, hingga pertanyaan yang sama beberapa kali, tetap dijawab ada tanpa sodorkan uang,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, sudah tidak mengetahui apakah menerima lagi atau tidak. Hingga ada pendataan dilakukan oleh Pemdes untuk penerimaan bantuan dampak Covid-19.

Namanya dipermasalahkan karena tidak boleh dapat ganda, lantaran sudah terdaftar sebagai KPM PKH. “Akhirnya oleh beberapa arga bersama Pemdes dan BPD mengundang Korcam untuk dimintai keterangan, sesuai data, nama tetap ada. Setelah proses klarifikasi, saya menerima uang pencairan tahun 2020 dengan kartu PKH tanpa buku rekening,” bebernya.

Hadijah mengaku, selama ditinggal suami, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, jadi buruh tani. Baik di Laju maupun di desa lainnya. “Kerja buruh tani sesuai kebutuhan petani, dari menanam hingga panen. Selain jadi buruh tani di Laju, juga di desa sekitar maupun luar Bima seperti Dompu dan Sumbawa,” kata perempuan tiga anak ini.

Sementara itu, Korcam PKH Langgudu, Lisuikin, SSos membenarkan adanya nama Hadijah yang beralamat di RT.10 RW.04 Dusun Sumber Sari Desa Laju, sebagai KPM PKH. Tercatat menerima mulai tahun 2018 hingga sekarang.

“Nama Hadijah tersebut memang terdaftar sebagai KPM PKH dan saya selalu berikan uang banyak, walaupun tidak terhitung berapa jumlahnya. Sementara kartu dan buku tabungan tidak dia pegang, dan kartu tersebut baru diberikan,” katanya.

“Kalau nama Hadijah tersebut dinilai masalah, bisa dikeluarkan. Tapi yang jadi pertimbangan dasar adalah dia termasuk kategori miskin,” tuturnya Lisukin.

Korkab, Fitrah, SIP juga benarkan nama Hadijah beralamat di RT.10 RW.04 Dusun Sumber Sari Desa Laju, terdaftar sebagai KPM PKH mulai tahun 2018 hingga sekarang. “Berdasarkan data Kemensos RI, nama KPM PKH Hadijah terdaftar dalam e-PKH Periode tahap 4/2020 versi 1.0.0/S-12, dengan kepesertaan : Nomor peserta 520605116050057 dan Nomor Kartu Keluarga 5206110508090041 beralamat Dusun Sember Sari,” terangnya. (ILY)

Share
  • 761
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top