Opini

Saya Pasien OTG Covid-19 yang Dirawat Lima Hari Sembuh

Oleh : Nurmeini M Yasin (Warga Bima di Bali)

Saya ingin berbagi cerita hikmah jadi Pasien OTG Covid-19 yang sempat dirawat selama Lima hari, Sabtu, 04 Juli sampai dengan Rabu, 08 Juli 2020. Saya dikarantina bersama ratusan orang Pasien OTG yang Positif Covid lainnya di Grand Mega Hotel & SPA Kuta Bali.

Awalnya Rabu, 01 Juli 2020, saya dan anak saya menjalani Swab Test sebagai salah satu syarat pindah tempat tugas. Beberapa hari sebelumnya, saya bahkan dua kali menjalani Rapit Test. Ketika mau donor darah dan Rapit Test massal di Kantor, hasilnya semuanya Non Reaktif (NR).

Saat pertama dinyatakan positif Covid-19, saya sangat kaget, tertekan dan juga ketakutan.

Sebelum semua ini, saya membayangkan hidup dimasa Pandemi covid-19 itu. Bisa jadi membuat kita hanya berada disituasi semi normal dengan protokol kesehatan yang seadanya. Cerita Covid-19 yang masih biasa saja, bahkan kita merasa tidak perlu merasa takut berlebihan.

Kita dapat berbagi soal berita orang yang positif bahkan yang harus meninggal sebagai korban covid. Kita masih bisa seperti angin lalu. Membekas sesaat dan kita masih juga merasa biasa saja.

Lalu, ketika saat yang kita tidak duga, ternyata virus itu positif ada dalam diri saya. Padahal saya merasa sehat-sehat saja.
Dunia sekejab serasa berubah, buat diri sendiri, keluarga, orang sekitar, benar-benar ada cerita-cerita nyata tentang Covid-19.
Kenyataan yang sangat menyesakkan walaupun sebenarnya dengan status OTG (Orang Tanpa Gejala). Saya tidak mengalami gejala pilek, batuk, pusing. Tidak hilang penciuman, tidak sesak dada, bahkan saya tidak merasakan apapun bagaimana virus itu sedang berada dalam tubuh saya. Yang tampak adalah kepanikan pribadi. Kepanikan Keluarga. Bahkan Kepanikan Lingkungan sekitar. Perasaan yang sungguh tidak dapat dijelaskan dengan kata apapun.

Terdiam. Merasa akan dieksekusi dan akan bersama ribuan orang disana yang sudah menyandang status positif Covid-19.

Saya Akhirnya sampai pada titik Pasrah.

Alhamdulillah ‘Ala Kulli Haal.

Tidak ada sesuatu hal yang terjadi dalam Hidup kita tanpa seijin Allah SWT. Berprasangka Baik pada Allah.
Memasrahkan diri Pada-NYA dan memohon segala kekuatan hidup. Kesehatan, Kesembuhan, Kekuatan dan Perlindungan dari-Nya Allah SWT semata.

Hari Sabtu siang, 04 Juli 2020, saya dijemput dengan ambulan menuju tempat karantina di Grand Mega Hotel & SPA Kuta Bali.
Sungguh saya berada di dunia baru. Berharap ada Mu’jizat. Dalam ketenangan. Kesendirian hidup, hanya bersama orang yang menyandang status sama. Kekuatan itu datang. Kekuatan menerima dan menjalani segala Taqdir Allah SWT.

Dipengasingan ini saya membuka wawasan tentang segala yang ditakutkan dalam hidup kita. Bagaimana jika terpapar covid-19 sebagai OTG, bukan hal yang mudah apalagi menjadi pasien ODP. PDP dan sebagainya.

Support yang didapatkan dari anak saya, (yang hasil swabnya Negatif), Keluarga. Orang sekitar. Teman/sahabat menjadi langkah awal bertahan menjalani tahap demi tahap melepaskan status positif covid-19.

Beruntung dengan Rahmat, Kasih sayang dan kekuatan dari Allah SWT, tempat karantina berubah menjadi tempat penuh Inspirasi Kehidupan.

Tiba-tiba merasakn dikelilingi semua orang terbaikku, dukungan lingkungan dan teman kerja membuatku menjadi lebih optimis dan ikhlas dalam menjalani masa perawatan.

Tempat karantina bahkan bisa membuat saya masih bisa tertawa lepas seolah lupa kalau menjadi momok OTG Covid-19.
Semua proses “Mengubah status” perlahan dan penuh semanggggatt kujalani tanpa beban dengan semua kekuatan yang mensupportku. Kuhadirkan kekuatan dan semanggatt dalam diri dan keyakinan pada Allah SWT yang Maha Dahsyat.
Awalnya Hotel berbintang itu dimataku berubah menyeramkan, dengan berseliwerannya orang-orang dengan status Positif Covid-19. Bahkan harus sekamar berdua dengan pasien yang sama-sama Positif Covid-19.

Tapi situasi itu kuubah dengan terima. iya terima keadaan dengan penerimaan yang tulus, ikhlas. Perlahan saya mulai bisa berdamai dengan situasi, membuka diri untuk berkomunikasi dengan pasien-pasien lain yang ternyata kebanyakan adalah para medis, ada dokter, perawat dan bidan, bahkan masyarakat umum dan pasien satu keluarga.

Pada akhirnya kadang tawa canda yang menyertai membuat situasi ini begitu cepat berlalu.

Inspirasi terbesarku akan menjadi kenangan tidak pernah kulupakan dalam hidupku. Bahkan akan menjadi “Narasi” berbagi ketika suatu saat harus menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mengalami hal tersebut.

Cerita serem menghadapi kemelut dan kontoversi, Alat Rusak, Error, ada konspirasi semua terbantahkan.

Saya ingin menceritakan tentang upaya pemerintah dengan Tim gugus tugasnya yang sungguh penuh perjuangan, melayani sepenuh hati dan tidak terhitung biaya yang menyertainya jika setiap hari pasien positif harus bertambah. Makanan yang baik, asupan vitamin, susu, madu dan arahan serta imbauan hidup sehat untuk kami pasien setiap saat, setiap waktu. Terharu saya.
Saya juga melihat dan menyaksikan langsung betapa beratnya perjuangan mereka paratenaga medis mendampingi kami dengan APD lengkap selama berjam-jam, membayangkan suhu dalam balutan APD. Lalu membayangkan pula ini hanya dengan para OTG. Bagaimana degan PDP yang sudah berbaring di bangsal khusus. Bagaimana para medis yang merawat mereka?

Cerita korban Nakes yang sudah berguguran tidak lagi hanya cerita remeh temeh belaka…!!!

Saya bilang pantas banyak tenaga medis yang berguguran, perjuangannya luar biasa, Subhanallah.

Kita yang setiap saat dikelilingi keluarga, lingkungan tempat tinggal, teman kantor atau siapa pun. Mari kita berpikir dan bertindak waspada dengan tetap patuh pada protokol kesehatan. Jangan pernah membangkang apapun alasannya.

Waspada dengan tetap Jaga Jarak, kalau tidak penting hindari Social distancing, Cuci tangan, tetap menggunakan masker dan lain-lain protokol kesehatan yang dianjurkan.

Mengubah status positif Covid-19 menjadi negatif bagi OTG seperti saya memang sangat singkat. Namun cerita panjang akan terus mengiringi. setidaknya mengingatkan kita untuk tidak main-main dengan Virus ini.

Saya pun pun berpesan kepada para pasien lain yang sedang menjalani perawatan. Senantiasa Berdo’a, berpikiran positif, menjaga kebugaran tubuh dengan berolah raga ringan, berjemur, rutin minum air putih hangat,makan buah dan sayuran, taat jalani therapy uap.

Baluri tubuh dengan minyak kayu putih dan makan makanan bergizi, tidak mengulur ulur waktu makan, semua itu adalah kunci dari kesembuhan.

Saya adalah salah satu contoh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dapat menjadi carrier penularan Covid-19. Di luar sana masih banyak OTG-OTG lainnya. Jadi mari kita waspada demi diri kita dan orang lain, tapi jauh lebih penting mari kita semua punya andil untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini.

Sekarang saya dinyatakan bersih dan terbebas dari Covid-19, sembuh total, dan menjalani isolasi mandiri.

Sebagai penyintas, bukan berarti sayapun bebas seenaknya, saya tetap tidak boleh ceroboh. Saya akan menjalankan protokol kesehatan super ketat. Saya tidak mau sakit lagi.

Ucapan trimakasihku tak terhingga untuk semua yang sudah mensupport saya selama dikarantina, baik moril dan materil.
Saya banyak menerima do’a support, dukungan semanggat, bahkan saya banyak dikirimkan oleh-oleh makanan, vitamin, susu, bahkan sampai minyak kayu putih, yang membuat saya terharu. Anak saya dikirimi banyak sembako dan makanan, sayur-sayuran dan buah, jajan, semua adalah tanda cinta kasih perhatian untuk saya dan anak saya.

Terimakasih tak terhingga untuk Pimpinan Kantor TVRI Bali dan TVRI NTB, atasan saya, Team Gugus Tugas Covid -19, tenaga medis, Keluarga, Rekan kerja, bahkan kelompok Ibu2 DWP TVRI Bali yang bersamaku dalam pelukan hangat satu hari sebelum vonis positif itu saya terima, di acara perpisahan menuju tempat tugas baru.

Salam sehat…

Tetap semngat…

Stop penyebaran Covid-19. (*)

Share
  • 20
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top