Berita

Tanaman Bawang Merah Perlu MIKORIZA

Oleh:
Dadang Gusyana, S.Si MP, Member International Mycorrhiza Association (IMA)

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang paling banyak diusahakan, mulai dari daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi (> 1000 m dpl). Bawang merah yang merupakan salah satu jenis sayuran sering digunakan sebagai bahan/bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga biasa dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industry makanan yang saat ini berkembang dengan pesat.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan bawang merah juga mengalami peningkatan. Sedangkan lahan yang tersedia untuk pertanian semakin berkurang. Sementara faktor lain juga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang seperti jenis tanah, kelembaban udara, ph tanah, persediaan air, cahaya matahari, perawatan, pemberian pupuk dan obat-obatan, serta pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

SilsilahBawang MerahDivisi : Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Order : Lilialaes
Famili : Liliales Genus : Allium
Species : Allium cepa L. A.ascalocium L.

Ada apa dengan produksi bawang merah?
Produktivitas bawang merah di Indonesia masih rendah dengan rata-rata produktivitas bawang merah nasional hanya sekitar 9,48 ton/ha, jauh di bawah potensi produksi yang berada di atas 20 ton/ha. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah. salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan pupuk hayati mikoriza dalam budidaya bawang merah.

Strategi peningkatan produksi tanaman bawang merah ditekankan pada percepatan pertumbuhan produksi berbasis peningkatan inovasi teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berbasis sumber daya dan kearifan local. Salah satu teknologi yang sesuai adalah pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. Fungi mikoriza yang sering digunakan dalam dunia pertanian adalah mikoriza arbuskula. Fungi mikoriza arbuskula (FMA), merupakan fungi yang bersifat obligat simbiosis, dan harus tumbuh pada suatu tanaman inang yang masih hidup.

Bioteknologi pupuk hayati mikoriza sebagai pupuk biologi pada tanaman sayuran merupakan inovasi baru. Jika tanaman dan FMA dapat bersimbiosis dan terjadi kerjasama yang sinergis, maka kerjasama tersebut dapat bersifat multifungsi dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan, yaitu mampu meningkatkan serapan unsur hara dan air bagi tanaman, menekan pathogen tular tanah, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, sehingga lingkungan lebih terjaga (Smith
and Read, 2008; Siverding, 1991).

Fungi mikoriza arbuskula, adalah salah satu jenis fungi tanah, yang keberadaannya dalam tanah sangat bermanfaat. Hal ini karena mikoriza berperan dalam memperbaiki kualitas tanah melalui peningkatan agregat dan koloid tanah serta dapat membantu tanaman dalam meningkatkan penyerapan N, P, K, Ca dan nutrisi mikro lainnya. Selain itu hifaeksternal mikoriza yang berkembang di dalam tanah akan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, melindungi akar tanaman dari infeksi pathogen tanah, merangsang aktivitas mikroorganisme lain yang menguntungkan dan dapat memperbaiki struktur tanah.

AplikasiMikoriza di Bawang Merah
1. Siapkan lahan 7 hari sebelum menanam dan Campurkan pupuk organic ke dalam tanah tersebut.


2. Pilihlah bawang yang bagus sebagai benih. Hindari bawang merah yang sudah memiliki bercak hitam, karena bisa mengakibatkan penyakit.


3. Pupuk hayati mikoriza diaplikasikan dengan cara menaburkan pupuk pada lobang tanam dengan dosis 2-5g/lobang.

4. Benih bawang ditanam dengan cara membenamkan langsung benih dalam lubang tanam dan bersentuhan dengan mikoriza, sehingga ujung calon tunasnya rata dengan permukaan tanah.


5. Setelah ditanam, jangan lupa untuk menyiram dengan air secukup nya, agar bibit tidak mengalami stress setelah pindah tanam.

Beberapa Penelitian
EFFECT OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI (AMF)  APPLICATION ON ROOT MYCORRHIZAL COLONIZATION, YIELD,MEAN BULB WEIGHT AND DRY MATTER IN ONION. (Plants, 2020)


Pemberian FMA telah meningkatkan hasil panen bawang 1,45 kali lebih tinggi dibandingkan dengan control diperkirakan akibat meningkat nya bobot umbi yang dihasilkan. Aplikasi mikoriza terbukti meningkatkan pertumbuhan bawang melalui peningkatan indeks luas daun, bobot kering tajuk, kandungan klorofil pada daun, dan efisiensi penggunaan air.

EFFECT OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI (AMF) COLONIZATION ON ONION SEEDLING SURVIVAL, LEAF AREA, SINGLE BULB WEIGHT AND DIAMETER, TOTAL AND MARKETABLE YIELD. (Bolandnazar 2009)

Pengaruh kolonisasi fungimikoriza arbuscular pada dayataha nbibit, luas daun, bobot dan diameter umbi, total hasil dan hasil yang dapat dipasarkan.

Hasil penelitian ini dengan jelas memperlihatkan bahwa ketahanan bibit, pertumbuhan, dan produksi.

Sumber Pustaka :Sieverding, E. (1991) Vesicular Arbuscular Mycorrhizae Management in Tropical Agroecosystem, Deutsche Gesellschaft fur TechnischeZusammenarbeit (GTZ) Gmbh, Eschborn. Smith, S.E. and Read, D.J. 2008. Mycorrhizal Symbiosis, 3rd edition, Elsevier, New York.

Share
  • 9
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top