Peristiwa

Warga Lewintana Usir Kades dan Segel Kantor Desa

Warga Desa Lewintanan saat menyegel kantor sebagai imbas konflik antara Kades dan Sekdes Lewintanan, Selasa (14/7).

Bima, Bimakini.-  Warga Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, menyegel kantor desa setempat, Selasa (14/7). Bahkan mengusir Kepala Desa (Kades) dan aparaturnya.

“Semua yang ada di ruangan ini segera keluar, kita tidak mau masalah satu dua orang menimbulkan gejolak bagi warga lainnya,” teruak warga Lewintana, Said, saat mendatangi Kantor Desa.

Kata Said, aksi tersebut dilakukan menyusul ada informasi mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Ardiansyah, SPd akan masuk kantor. Bahkan akan datang bersama keluarga istrinya dari Desa Tumpu, Kecamatan Bolo.

“Dari pada terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, lebih baik kantor disegel dulu. Intinya sebelum proses hukum antara Sekdes dan Kades selesai, kantor desa belum bisa dibuka,” tuturnya.

Sambungnya, hal ini pun terjadi dipicu lantaran penyampaian Kabid DPMDes beberapa waktu lalu di kantor desa. Bahwa SK pemberhentian Sekdes tidak kuat dan cacat demi hukum.

“Setelah Kabid DPMDes menyampaikan hal itu, suasana masalah muncul. Untuk menghindari terjadi pertikaian, maka kita segel kantor untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Mewakili warga lainnya, dirinya berharap kepada institusi kepolisian dan Kejaksaan segera menyelesaikan kasus Sekdes Lewintana. “Kita harap kasus Sekdes diselesaikan, karena saat ini dinilai menggantung,” tutupnya.

Warga lainnya Muhammad membenarkan penyegelan karena menghindari terjadi chaos antara internal perangkat desa. Karena informasi yang diperoleh, Sekdes akan diantar oleh keluarganya dari Desa Tumpu untuk masuk kerja.

“Kita kuatir saat Sekdes diantar keluarganya dari Tumpu terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Atas penyegelan ini, Pemdes Lewintana diminta bersabar untuk melayani masyarakat di luar kantor. Jika masalah sudah diselesaikan, baru bisa masuk kerja seperti biasanya.

“Pelayanan dapat dilakukan di luar ruangan, bagi warga yang butuh pelayanan datangi Kades dan aparatur di rumahnya atau di mana pun berada,” tutupnya.

Anggota BPD Lewintana, Firman mengaku tidak mengetahui masalah sehingga kantor desa disegel. Tapi tiba-tiba warga datang menyegelnya. “Saya tidak tahu kalau Sekdes akan datang dan masuk kantor,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Sekdes di kantor desa sangat diharapkan, agar pelayanan dapat berjalan. “Mestinya Sekdes diperbolehkan masuk kerja, sembari menunggu selesai proses hukum,” tutupnya. (KAR)

Share
  • 317
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top