Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Bima – Dompu Sudah Puncak Musim Kemarau

Kepala BMKG Bima Topan Satrya

Bima, Bimakini.- Berdasarkan data Klimatologisnya, untuk wilayah Bima-Dompu saat ini sudah berada dalam puncak musim kemarau. Hal ini ditandai dengan tidak adanya hujan dalam rentang waktu 20 – 60 hari di beberapa wilayah Bima – Dompu dengan sifat musim kemarau di atas normal. Atau lebih panjang waktu kemarau dari normalnya.

“Peta Hari Tanpa Hujan (HTH) per 31 Agustus 2020 memperlihatkan wilayah yang tidak mengalami hujan selama kurang lebih 30 hari,” jelas kepala BMKG Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Topan Satriya, Selasa (8/9).

Lanjut dia, wilayah yang tidak mengalami hujan selama kurang lebih 30 hari antara lain Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu Pekat, Kecamatan Parado, Palibelo, Lambitu, Woha, Wera, Donggo, Sape Kabupaten Bima.

Sedangkan wilayah yang tidak terjadi hujan selama lebih 60 hari antara lain Pajo, Kilo, Hu’u, berada di Manggalewa Dompu, wilayah Bima Wawo, Bolo, Madapangga dan Soromandi.

“Namun beberapa wilayah, belakangan terakhir masih ada terjadi hujan, namun intensitas masih rendah dan masih dalam kategori musim kemarau,” katanya.

Beberapa fenomena meteorologi sedikit memengaruhi kondisi atsmofer, sehingga membentuk awan konvektif dan menyebabkan hujan ringan di beberapa wilayah di Bima – Dompu.

“Wilayah yang mengalami tidak ada hujan antara 11 – 20 hari antara lain sebagian wilayah Kota Bima, Dompu dan Tambora,” sebutnya.

Dalam dua dasrian terakhir, ENSO terpantau pada kondisi La Nina lemah dan diprediksi tetap berada pada katagori La Nina hingga akhir tahun 2020.

“Pola angin di dasarian I Agustus 2020 ini terpantau masih didominasi oleh angin timuran, sehingga dapat diprediksi awal hingga pertengahan September 2020, wilayah Bima Dompu masih tetap kering dan peluang terjadi hujan sangat kecil,” jelasnya.

Memasuki puncak musim kemarau di NTB dan wilayah Bima – Dompu khususnya, masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi kebakaran semak, lahan, hutan dan perumahan.

“Diharapkan pula agar masyarakat bisa lebih bijak atau efisiensi dalam penggunaan air bersih untuk mengantisipasi dari dampak kekeringan,” harapnya. (BE05)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh :  Anas Baihaqi, S.P. Sebagaimana dimaklumi bahwa Indonesia adalah negara yang terletak di kawasan garis lintang 0o atau yang biasa dikenal dengan garis...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST (Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB) Pada akhir bulan Maret 2021 Stasiun Klimatologi Lombok Barat NTB telah melakukan diseminasi informasi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi musim hujan di Wilayah Bima Dompu dan sekitarnya, di mulai sekitar pertengahan Desember 2020. Sementara puncaknya...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Belakangan ini, viral beredarnya pesan berantai melalu media sosial yang menyebutkan Indonesia kini tengah di landa gelombang panas. Seperti halnya cuaca sangat...