Connect with us

Ketik yang Anda cari

NTB

Program Uji Coba Pengentasan Kemiskinan dapat Dukungan Penuh

Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kamis (15/10/2020), diskusi uji coba pengentasan kemiskinan melalui Program Bimbingan Perkawinan Masa Nikah.

Mataram, Bimakini.- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Kamis (15/10/2020), menggelar diskusi uji coba pengentasan kemiskinan melalui Program Bimbingan Perkawinan Masa Nikah, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dalam arahannya mengatakan tingkat perkawinan di usia anak khususnya di NTB masih menjadi masalah besar yang indikasinya cukup banyak pada beberapa sektor i NTB.

TP. PKK NTB selama ini telah berusaha bersinergi dengan para perangkat daerah lingkup NTB untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pembentukan keluarga sejahtera.

“Kami di sini tentu saja senang sekali bisa ikut, karena kami akan memberikan masukan-masukan positif kami dari sistem pemerintah untuk membuat program-program yang lebih bermanfaat dan lebih tepat sasaran. Tentu saja dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kemenko PMK sangat kami butuhkan kedepannya,” ungkap Hj. Niken.

Ketua TP. PKK NTB menyambut baik upaya-upaya yang akan dilakukan dan menunggu tindak lanjut kegiatan ini. Kegiatan ini selain sudah dipersiapkan jauh hari, juga akan dievaluasi secara menyeluruh dan Pemprov NTB siap bekerjasama dan menindaklanjuti program ini.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H.M Zaidi Abdad, menceritakan awal mula ide ini tercetus. Berawal dari pertemuan singkat Kakanwil Kemenag NTB dengan Staf Ahli Kemenko PMK yang menyampaikan beberapa gagasan tentang pembimbingan calon pengantin.

Hal tersebut, menurut Zaidi Abdad, sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para pegawai Kemenag NTB. Untuk diketahui bahwa program ini juga menjadi program Nasional, hanya saja perlu adanya penguatan lagi.

Zaidi Abdad berharap sinergi ini bisa dilakukan terus menerus secara menyeluruh, sehingga dapat merealisasikan apa yang diprogramkan oleh Presiden Jokowi, yaitu gotong toyong dilakukan bersama-sama.

Ghafur Dharmaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menambahkan bahwa pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal dan kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Kurangnya kesiapan menikah akan berdampak pada perselisihan dan ketidakharmonisan pasangan, masalah ekonomi, rendahnya kualitas pengasuhan serta rendahnya kualitas perkembangan anak,” pungkas Ghafur. PUR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Dr KH M Zaidi Abdad, M.Ag, Kamis (17/3), mengunjungi Ma’had Tahfidzul Qur’an Daarul...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Isu kemiskinan, pengangguran, perluasan lapangan kerja, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, industrialisasi pertanian, peternakan, penanganan kamtibmas, mitigasi bencana,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Tercatat di awal Tahun 2021 grafik pernikahan di wilayah Kecamatan Bolo menurun drastis. Indikatornya, selain karena dampak Covid19, masuk musim panen. “Grafik...

Pemerintahan

Mataram, Bimakini.- Pemerintah Pusat akan memberikan sanksi kepada daerah yang belum memperbarui data kemiskinan. Tercatat, ada 92 kabupaten/kota di Indonesia yang belum memperbarui data...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Selama   pandemo Virus Corona beberapa bulan lalu, di KUA Kecamatan Bolo ada tiga pasang calon pengantin yang melakukan daftar tunggu. Kepala KUA...