Pendidikan

61 Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima Diyudisium

Pengukuhan mahasiswa STIT Sunan Giri Bima pada prosesi yudisium. (Foto Anwar)

Kota Bima, Bimakini.- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, Sabtu 29 Desember 2020 meyudisium 61 mahasiswa. Yudisium ini angkatan 17 untuk program studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Ibtidaiyah.

Pengukuhan ini sebagai pengukuhan mahasiswa karena telah menyelesaikan studi dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan Islam (SPdI). Juga rangkaian wisuda yang akan dilaksanakan Senin di kampus setempat.

Ketua STIT Sunan Giri Bima, Dr Syukri Abubakar, MAg, yang mengukuhkan mahasiswa tersebut mengatakan, yudisium ini menunjukkan telah selesai dalam kegiatan belajar mengajar. Telah mengikuti ujian tulis dan lisan serta mempertahankan hasil penelitian sendiri, bukan oleh orang lain.

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Menuntut ilmu itu kewajiban bagi muslim,” ujarnya.

Dia mengingatkan mahasiswa dalam menuntut ilmu menyandarkan pada Tuhan. Karena orang berilmu ditinggikan derajatnya. “Siapa yang menuntut ilmu karena Allah, akan dimudahkan jalan baginya untuk masuk syurga,” terangnya.

Syukri juga mengingatkan agar ilmu yang peroleh diamalkan, tidak disimpan. Menyebarkan baik secara langsung maupun melalui media sosial. “Islam yang diajarkan, bukan yang liberal atau radikal,” ingatnya.

Lanjutnya, ilmu akan menjaga diri seseorang, sementara harta akan dijaga. Kadang harta juga membuat iri seseorang dan menimbulkan niat jahat. “Ilmu tidak bisa dicuri, sementara harta bisa diambil orang lain. Kelak harta itu akan diusut asal usulnya, apakah ada dari hasil korupsi,” ujarnya.

Syukri juga berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater. Apalagi ada upaya untuk mengembangkan kampus hijau ini. Juga membantu memeromosikan dan mengajak keluarga atau tetangga mendaftar ke kampus di lingkungan Karara ini. (BE04)

Share
  • 42
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top