Hukum & Kriminal

Dinilai Berlebihan Rayakan Kemenangan, Pelaku Tindak Pidana Porno Aksi Akan Dibina

Aksi joget hingga membuka aurat.

Bima, Bimakini.- Tahapan Pilkada serentak Tahun 2020 saat ini melaksanakan rekapitulasi suara di tingkat KPU. Namun sebelumnya, pada hitungan cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga, para pendukung atau simpatisan yang merasa menang dalam Pilkada bereforia secara berlebihan.

Simpatisan yang menang Paslonnya melakukan Pornoaksi dengan membuka aurat. Mirisnya, aksi tersebut disebar luaskan di Media Sosial (Medsos) Facebook.

Terkait hal itu, pemerintah, aparat kepolisian dan organisasi islam telah melakukan infestigasi dan selanjutnya akan memanggil para pelaku Pornoaksi tersebut untuk diberikan pembinaan. “Kita sudah mendata para pelaku tindak pidana Pornoaksi tersebut. Dalam waktu dekat akan dipanggil sekaligus diberikan pembinaan di Mapolsek,” ujar Kapolsek Bolo, IPTU Juanda, saat diwawancara melalui selulernya, Selasa malam (15/12).

Kata Kapolsek, setelah dilakukan pendataan, pelaku Pornoaksi tersebut antara lain 2 orang warga Desa Tambe, 1 warga Timu, 1 warga Kara dan 3 orang warga Sanolo. “Mereka diduga melanggar Undang – undang Pornoaksi,” terangnya.

Selain para pelaku, sambung Kapolsek, bagi yang menyebarluaskan video maupun foto para pelaku, akan kita panggil juga. Karena melanggar Undang – undang ITE.

“Pelaku dan penyebar video Pornoaksi akan dipanggil, kita sudah menelusuri di Medsos,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sebelumnya kita sudah melakukan pertemuan di kantor Kecamatan Bolo. Yakni melibatkan MUI, FUI dan organisasi Islam lainnya. “Selain itu ada Camat Bolo dan Danramil,” ucapnya.

Dirinya mengimbau, terkait kontenstasi Pilkada telah berakhir, yang harus dilakukan yakni saling rangkul dan menjalin silaturahim yang sempat renggang akibat beda pilihan. “Mari kita bersabar, siapa pun Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin kita bersama,” tutupnya. (BE07)

Share
  • 1.3K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top