Ekonomi

Pasutri di Woro Hidup Memerihatinkan, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Pasangan suami istri yang hidup memerihatinkan.

Bima, Bimakini.- Puluhan tahun Pasangan Suami Istri (Pasutri), Ahmad M Saleh (49) dan Halimah (46), warga RT 02 RW 01 Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima hidup memerihatinkan. Pasalnya, Pasutri yang memiliki 4 anak itu hidup di rumah reot dan serba kekurangan.

Pemerintah dinilai tutup mata. Ahmad M Saleh mengaku, hampir 30 tahun lamanya bersama istri dan 4 anaknya tinggal di gubuk yang nyaris rubuh. Bukan tanpa alasan, kebutuhan hidup serta keterbatasan ekonomi menjadi tantangan, sehingga harus rela hidup di gubuk seperti itu.

“Kami di sini sudah tinggal 30 tahun. Tapi belum mampu memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya, Senin (7/12).

Sejak pertama kali ditempati, rumah dengan ukuran 4 x 6 meter itu tidak pernah direnovasi. Diakuinya, ingin memperbaiki rumahanya. Namun semua itu hanya mimpi karena penghasilanya sebagai buruh tani hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Sementara sang istri hanya seorang ibu rumah tangga saja.

 

Ahmad berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk renovasi rumahnya. Agar rumah yang ia tempati dapat menjadi tempat yang layak untuk dihuni. Seperti halnya warga miskin lain yang sudah tersentuh bantuan Pemerintah.

“Saya berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan untuk kami. Seperti warga miskin lainnya yang sudah dibantu pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Woro, Abdul Farid Ismail, SH mengaku akan berupaya membatu warganya tersebut. Namun hal itu belum bisa ia lakukan sekarang mengingat dirinya menjabat belum genap satu tahun. Tetapi akan diusahan di tahun 2021. Selain itu juga dirinya berharap ada upaya Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi untuk membantu warganya itu. “Memang warga saya yang bernama Ahmad itu sangat layak untuk dibantu. Kemarin saya sudah berkunjung ke rumahnya. Memang keadaan rumahnya sangat memprihatinkan. Jadi perlu untuk dibantu. Kami Pemerintah Desa akan berusaha di tahun 2021. Belum bisa untuk membantunya sekarang. Mengingat saya hanya baru menjabat sebagai Kepala Desa,” ungkap Kades. (BE07)

Share
  • 104
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top