Peristiwa

Polantas Bagikan Masker dan Hand Sanitizer di Tempat Wisata

Pembagian masker pada pengunjung tempat wisata.

Kota Bima, Bimakini.- Satuan Lalu Lintas Polres Bima Kota kembali membagikan dan langsung memakaikan masker serta hand sanitizer. Kali ini sasarannya di sejumlah tempat pariwisata yang banyak di kunjungi masyarakat.

“Selain membagikan kita juga langsung memakaikan masker kepada para pengunjung yang lupa menggunakan masker. Serta kita pakaian kan juga hand sanitizer,” jelas Kapolres Bima Kota melalui Kasat Lantas Iptu Risqi Ardian S Ik kepada media ini.

Kegiatan ini lanjut Risqi sebagai bagian dari Operasi Lilin Rinjani 2020 yang dilakukan pihaknya sejak 21 Desember lalu hingga 4 Januari 2021 mendatang, di sejumlah wilayah hukumnya.

“Sasaran utama kita kali ini adalah tempat pariwisata. Dimana di Kota Bima itu paling banyak pengunjungnya adalah Pantai Lawata dan sekitarnya. Di sana kita berikan imbauan sekaligus langsung beraksi memakaikan masker dan hand sanitizer,” ujarnya.

Karena harus diakui kata Risqi, dalam Operasi Lilin 2020 ini lebih mengedepankan
penekanan pada Protokol Kesehatan Covid_19, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dalam imbauannya tersebut ulas Risqi, pihaknya tetap mengingatkan kembali bahwaPandemi Covid_19 masih berlangsung hingga sampai saat ini dan bahkan penyebarannya kian masih dan korbannya tidak memandang siapa.

Pihaknya berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan, masyarakat dapat menerima dengan baik dan menjadikan NTB khususnya Kota Bima terhindar dari penyebaran Virus Covid 19.

“Solus populi suprema lex exto atau hukum tertinggi adalah rakyat. Kami juga mengharapkan peran serta dari pada seluruh kalangan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan mendukung pemerintah dalam upaya upaya penanganan pencegahan virus covid 19,” pungkasnya.

Aksi Polantas ini mendapat sambutan hangat dari para pengunjung Lawata. Mereka mengaku cukup mengapresiasi sikap polisi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya yang berada di luar rumah agar tetap mematuhi Prokes Covid_19.

“Kalau intens begini terus yang dilakukan oleh Polisi dan pemerintah setempat utamanya, masyarakat Insyaallah akan tetap ingat sadar akan bahaya Korona ini. Terima kasih polisi dan semoga virus ini cepat berlalu,” ujar salah satu pengunjung Anhar. (BE09)

Pintu Masuk dan Keluar Kota Bima Bakal Disekat di Malam Tahun Baru

Kota Bima, Bimakini.-Guna menghindari adanya perayaan tahun baru serta euforia lainnya di tengah Pandemi Covid_19, Polres Bima Kota beserta jajarannya bakal menyekat pintu masuk dan keluar dari dan menuju wilayah Kota Bima.

Penyekatan itu jelas Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S Ik, akan dilakukan tepat di malam tahun baru yakni esok hari Kamis (31/12). “Pokoknya kita sekat semua utamanya di batas kota,” paparnya menjawab media ini.

Hanya saja katanya, pihaknya tidak menutup full semua alur masuk dan keluar dari Kota Bima melainkan menggunakan sistem selektif prioritas. Dimana katanya, yang benar-benar memiliki kepentingan khusus serta tujuan pekerjaan terlebih kemanusiaan akan ditiadakan.

Penyekatan itu juga katanya bersamaan dilakukan razia gabungan oleh tim nya mulai dari Polri, TNI dibantu Sat Pol PP serta tim bagian lain. “Kita nanti juga langsung menurunkan dari pihak Dikes juga,” urainya.

Tujuan dilakukannya razia tersebut lanjut Kapolres, selain untuk memeriksa kelengkapan para pengendara jua untuk memeriksa bawaan lain para pengendara seperti halnya benda-benda tajam berbahaya.

“Sajam dan sejenisnya kita harus amankan. Pokoknya kalau masuk di wilayah Kota Bima saat malam tahun baru dan berniat merayakan di Kota Stop!,” tegasnya.

Sikap tegas diambil papar Haryo semata-mata menghindari aksi kerumunan karena di tengah suasana Pandemi Covid_19 yang kian merajalela belakangan ini.

“Kami imbau dan tegaskan karena suasana masih Pandemi, tidak ada yang namanya berkumpul dan berkerumun. Di tiadakan semua,” tegasnya kembali.

Jika pun melanggar, pihaknya mengaku bakal menempuh tindakan tegas agar dikemudian hari masyarakat tidak seenaknya melanggar protokol kesehatan Covid_19.

“Jadi jangan pikir kita menyekat ini hanya di batas Kota yang ada di Ni’u saja, tapi semua baik dari arah timur dan selatan dan baratnya,” katanya kepada media ini.

Aksi ini juga sekaligus tegasnya menghindari aksi kriminalitas seperti halnya Curanmor, Begal dan lainnya dan ini juga dilakukan saat malam pergantian tahun baru 2019 menuju 2020 lalu.

“Ingat, tetap patuhi Protokol Kesehatan Covid_19 dan juga berhubung cuaca dan sikon yang tidak memungkinkan. Di rumah saja lebih asyik bersama keluarga,” tutupnya. (BE09)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top