Opini

Unsur-unsur Pendidikan

Oleh : Nurul Diana

Ilustrasii.

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur pendidikan yang sudah diterapkan dan penentuan dasar kebijakan pendidikan yang diterapkan pada era globalisasi.

Dasar kebijakan pendidikan yang dapat diterapkan pada masa depan antara lain: (1) transformasi Pendidikan sekolah menuju Abad XX1, (2) perlu memahami makna pentingnya modernisasi dan modernitas, (3) kehidupan modern yang penuh dengan berbagai ketimpangan, pertentangan, dan kemajuan dapat membuat manusia kehilangan maknanya dalam hidup, untuk menghindari hal ini dianjurkan suatu program pendidikan umum yang memberikan kemampuan kepada siswa untuk menangkap berbagai jenis makna yang terdapat dalam pendidikan, dan (4) peserta didik perlu lebih ditekankan pendidikan sejarah, sejarah adalah suatu pelajaran yang diberikan kepada para siswa untuk memahami mengapa suatu masyarakat di masa lampau mengambil keputusan tertentu dalam menghadapi persoalan tertentu.

Para siswa secara berangsur-angsur dibimbing untuk menangkap makna apa yang terdapat dibalik yang terlihat secara fisik, para siswa dilatih untuk memahami makna dari makna yang kecil sampai makna yang besar yaitu makna kehidupan itu sendiri.

Menurut Zaifbio (2010) penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Di samping itu dunia pendidikan haruslah mampu menghadapi tantangan abad XXI (globalisasi) yaitu dunia ilmu dan pengetahuan. Ada berbagai pandangan mengenai corak kehidupan abad XXI (yang akan datang).

Menurut Danniel Bell (dalam, Bochouri, 2001) kehidupan dalam masa mendatang akan ditandai oleh dua kecendrungan yang saling bertentangan yaitu kecendrungan untuk berintegrasi dalam kehidupan ekonomi dan kecendrungan untuk berpecah belah (kecendrungan Fragmentasi) dalam kehidupan politik.

Kedua kencendrungan ini sudah menjadi kenyataan diberbagai kawasan di dunia ini. Integrasi ekonomi telah terjadi di Eropa, di asia pasific dan di asia tenggara. Fragmentasi politik juga terjadi dimana-mana.

Kekuatan yang paling potensial untuk menimbulkan fragmentasi politik adalah etnisitas. Salah satu arti globalisasi adalah bahwa masalah-masalah tertentu seperti masalah pertumbuhan penduduk, masalah lingkungan, masalah kelaparan, masalah narkotika, masalah hak-hak asasi manusia dipandang sebagai masalah yang bersifat global persoalan-persoalan yang menyangkut nasib seuruh umat manusia.

Salah satu akibat dari globalisasi adalah bahwa kehidupan ekonomi menjadi lebih terpadu, lebih terintegrasikan. Ekonomi Indonesia telah menjadi bagian ekonomi dunia. Ini berarti bahwa Indonesia menjadi bagian dari suatu pasar global. Dimana barang, jasa, modal serta tenaga kerja berlalu lintas secara bebas.

Salah satu akibat dari kenyataan ini adalah bahwa tenaga kerja Indonesia harus bersaing melawan tenaga kerja dari negara-negara lain. Persoalan yang muncul adalah bagaimana kita meningkatkan daya saing dalam segala bidang.

Ciri lain dari kehidupana abad XXI adalah bahwa kemajuan ilmu dan teknologi yang terus melaju dengan cepatnya ini akan mengubah secara radikal situasi dan pasar tenaga kerja. Kemajuan teknologi menyebabkan pekerjaan-pekerjaan tertentu tidak diperlukan lagi dan timbulah perkerjaan–pekerjaan baru yang menuntut kecakapan baru.

Contoh sederhana ialah komputer. Dengan masuknya komputer dalam kehidupan kita, maka banyak tukang ketik kehilangan pekerjaan, yang dibutuhkan sekarang adalah operator komputer yang menguasai paling tidak empat atau lima program.

Perubahan yang paling drastis yang ditimbulkan oleh teknologi baru adalah perubahan dalam struktur tenaga kerja. Makin tinggi tingkat teknologi produksi yang dipergunakan selama suatu sistem ekonomi, maka makin tinggi pula tingkat pendidikan yang dituntut dari para pekerjanya.

Dalam suatu ekonomi yang seluruhnya mempergunakan teknologi tinggi dan teknologi menengah untuk kegiatan produksinya tidak akan ada lagi tempat untuk tenaga kasar yang tidak terdidik. Kecendrungan ditahun-tahun yang akan datang sebagai akibat dari globalisasi informasi akan lahir suatu gaya hidup baru yang mengandung ekses-ekses tertentu.

Sebagai ilustrasi penyebaran informasi yang sangat cepat tentang obat-obatan yang mengandung narkotika, literature pornografi, penggunaan senjata api serta alat-alat mikroelektronika untuk melakukan tindakan kejahatan, informasi-informasi seperti ini telah mendorong orang melakukan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat.

Perubahan yang paling berarti dalam abad globalisasi ialah kemudahan dalam komunikasi, melalui internet misalnya. Orang dapat berkomunikasi tentang apa saja tanpa disensor oleh siapapun. Kemudahan ini banyak menimbulkan manfaat, tetapi juga menimbulkan berbagai mudarat. Misalnya iklan melalui internet jauh lebih menguntungkan dari pada melalui masa media koran atau televisi.

Melalui internet berbelanja menjadi jauh lebih mudah dan lebih nyaman. Godaan akan berbelanja menjadi jauh lebih besar, mereka yang tidak kuat menahan diri akan tergelincir dalam gaya hidup yang sangat konsumtif.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya adalah dengan memahami unsur-unsur pendidikan yang diterapkan dan dasar dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di era globalisasi.

Unsur-unsur pendidikan
Untuk mencapai kualitas pembelajaran yang berkualitas perlu dipahami dan diketahui apa saja unsur-unsur pendidikan. Unsur-unsur pendidikan yaitu :
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebut demikian oleh karena peserta didik (tanpa pandang usia) adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Selaku pribadi yang memiliki ciri khas dan otonomi, ia ingin mengembangkan diri (mendidik diri) secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai sepanjang hidupnya. Peserta didik sebagai subjek pembelajaran merupakan individu aktif dengan berbagai karakteristiknya, sehingga dalam proses pembelajaran terjadi interaksi timbal balik, baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa.

2. Pendidik
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidik harus memiliki kewibawaan (kekuasaan batin mendidik) dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir (kekuasaan yang semata – mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan).

Kewibawaan dimiliki oleh mereka yang sudah dewasa. Yang dimaksud adalah kedewasaan rohani yang ditopang kedewasaan jasmani. Kedewasaan jasmani tercapai bila individu telah mencapai puncak perkembangan jasmani yang optimal. Kedewasaan rohani tercapai bila individu telah memiliki cita-cita hidup dan pandangan hidup yang tetap.

Pendidik menurut (Sudhita, 2014) harus memiliki persyaratan antara lain jujur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak tercela dan tidak pernah berurusan dengan kepolisian karena tindakan kriminal, sehat jasmani dan rohani, memiliki kualifikasi pendidikan tertentu, mampu melaksanakan kompetensi pendidik dan memiliki sertifikat pendidik.

3. Interaksi edukatif antara peserta didik dan pendidik
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan, dimana ketika proses belajaran diruangan sedang berlangsung diharapkan antara pendidik dan murid adalah menjadi partner yang saling berargumen logis guna mendapatkan suasana belajar yang efektif. Ketika pendidik memberi bahan ajar berupa materi pelajaran dan contoh-contoh. Saling menghargai juga akan sangat membantu keberhasilan pembelajaran saat pembelajaran berlangsung.

4. Materi/isi pendidikan (Kurikulum)
Dalam Sistem Pendidikan KKNI, perlu disesuaikan antara standar kompetensi (profil lulusan) dengan Capaian pembelajaran yang diharapkan dari satu program studi. Capaian pembelajaran dirinci kedalam capaian pembelajaran sikap, pengetahuan, ketrampilan umum dan ketrampilan khusus.

Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini salah satunya meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.

Standar Nasional pendidikan tinggi (Undang-undang No 20 2003) terdiri dari standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran dan standar pembiayaan pembelajaran. Pada perguruan tinggi, standar untuk mencapai kompetensi lulusan dituangkan dalam kurikulum.

Kurikulum terdiri dari sekelompok mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Mata kuliah terdiri dari mata kuliah umum dan mata kuliah keahlian yaitu keahlian utama dan keahlian khusus.

5. Alat dan Metode
Konteks yang mempengaruhi pendidikan antara lain alat dan metode. Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan media sosial, misalnya IT (Internet Technology), Hand Phone, Televisi, Radio dan lain-lain. Metode pendidikan dibedakan menjadi dua, yaitu (a) yang bersifat preventif, yaitu mencegah terjadinya hal–hal yang tidak dikehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman, dan (b) yang bersifat kuratif, yaitu memperbaiki, misalnya ajakan, contoh, nasihat, dorongan, pemberian kepercayaan, saran, penjelasan, bahkan juga hukuman.

6. Perbuatan Pendidik
Perbuatan pendidik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik ketika menghadapi peserta didik. Tata cara dan sikap seorang pendidik dalam penyampaian pelajaran juga menunjang pekembangan peserta didik, pendidik harus menghindari sikap menekan mental peserta didik, karena hal ini sangat berpengaruh besar terhadap pendirian, mental, serta perkembangan pengetahuan peserta didik.

7. Tempat Pendidikan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Lingkungan pendidikan berpengaruh pada tercapainya tujuan pendidikan. Lingkungan belajar meliputi sarana dan prasarana belajar, seperti ruangan kelas yang memadai, tersedianya ruangan untuk pratikum, kenyamanan dalam belajar (lingkungan luar tidak berisik).
Ni Luh Gede Erni Sulindawati. (2018). Analisis Unsur-Unsur Pendidikan Masa Lalu Sebagai Dasar Penentuan Arah Kebijakan Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, Vol. 4, No. 1, pp. 51-60. (*)

Penulis adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Email : diananurul631.@gmail.com

 

 

Share
  • 17
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top