Hukum & Kriminal

Dianggap Kooperatif, Hukuman Oknum Dosen Pembunuh Gebetannya Dikurangi Satu Tahun

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Masih ingat dengan kasus yang menggegerkan publik, dimana seorang dosen yang nekat membunuh gebetannya yang merupakan dara cantik berusia 25 tahun asal Kelurahan Kumbe di kawasan Dana Traha Tahun 2020 lalu?

Ya, oknum dosen dengan “style cool” tersebut, kini di dakwa sebanyak 14 tahun penjara. Artinya, kurang 1 tahun dari ancaman pasal yang mencantumkan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Kajari Bima Nurbadyn Yunarko menyampaikan, perkara kasus tersebut akan segera di putus oleh Hakim Pengadilan Negeri Bima. Dalam tuntutan JPU, terdakwa dituntut dengan pasal 338 tentang pembunuhan. Dalam pasal itu, terdakwa diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Lantaran terdakwa dianggap kooperatif selama proses hukum, mengakui perbuatan serta meminta maaf, JPU akhirnya memiliki pertimbangan hukum dan menuntut terdakwa maksimal 14 tahun penjara.

“Kasus ini tinggal tunggu sidang putusan saja,” Ujarnya, Rabu (13/1).

Jika tidak ada halangan kata JPU yang juga menjabat sebagai Kasi Barang Bukti Kajari Bima itu, sidang putusan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Januari.

Terdakwa sendiri, masih ditahan di Rutan Polres Bima Kota sebagai tahanan titipan Hakim. Sekedar informasi, lajang asal Kecamatan Wawo berinisial AS, berusia 31 tahun dengan sadis membunuh seorang gadis yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya tersebut. AS memendam cinta kepada Intan, hingga kalap ketika cintanya ditolak. (BE09)

Share
  • 30
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top