Ekonomi

Ibu-Ibu Desa Maria Utara Ikuti Pelatihan Buat Kue dari Bahan ‘Lere’

Peserta pelatihan pembuatan kue.

Peserta pelatihan pembuatan kue.

Bima, Bimakini.- Sebanyak 20 ibu-ibu dari unsur Tim Penggerak PKK Desa Maria Utara, Posyandu, dan kader lain mengikuti Pelatihan Pembuatan Panganan dari bahan baku lokal yang diprakarsai komunitas Masyarakat Tangguh terhadap Iklim dan Bencana Indonesia atau Indonesia Climate and Disaster Resilience Community (ICDRD) bekerjasama Kementerian Sosial dengan Negara Australia. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Desa Maria Utara, A Rafik dan ditutup Sekretaris Desa Maria Utara, Suwandi H. M Yasin.

Koordinator program pelatihan, M Yamin, mengatakan, kali ini bahan pangan yang diangkat adalah jali-jali dalam bahasa Indonesia alias ‘lere’ dalam bahasa Bima. Lere diakui adalah salah satu bahan pangan di Daerah Bima yang sudah langka. Namun, di Kecamatan Wawo masih ada yang suka menanamnya. Dua hari terakhir, ibu-ibu diajak untu membuat beberapa jenis kue, seperti bolu, roti, ceker ayam, dan lainnya dengan menggunakan bahan pangan lere.

Kata Yamin, sehari sebelumnya peserta ini ikut kegiatan pelatihan yang sama di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Namun, di sana bentuk kegiatannya memanfaatkan limbah dapur. “Salah satu bahan pangan ini jangan sampai punah, sehingga kita menggunakan Lere sebagai bahan utama pelatihan. Apalagi, bahan pangan ini rendah gulanya dibandingkan dengan beras,” ujarnya di Aula Desa Maria Utara, Rabu (20/1).

Dia mencontohkan pembuatan kue ceker ayam ternyata terasa enak di lidah. Sekretaris Desa Maria Utara, Suwandi HM Yasin dan beberapa staf desa mencoba mencicipi, terasa berbeda rasanya dibandingan dengan menggunakan adoana dari terigu dan lainnya.

Bahan ini, katanya, sangat baik dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit diabetes. Namun, perlu ada upaya dari Pemerintah Desa untuk melestarikan tanaman pangan ini. Orang Bima sudah banyak tidak kenal lagi dengan Lere, apalagi anak-anak saat ini sama sekali tidak kenal Lere sebagai salah satu bahan pangan orang Bima.

“Semoga ke depan tanaman yang satu ini jangan sampai punah. Mungkin ini salah satu dari tujuan diadakan pelatihan dengan menggunahan Lere sebagai bahan langka ini,” katanya dan pembina dalam kegiatan ini, aiful Irfan, Mansyur, Ishadinasti, dan lainnya. (BE02)

Share
  • 34
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top