Hukum & Kriminal

Orang Tua Korban yang Tewas Dihajar Massa Lapor Polisi

Tim INAFIS Polres Bima Kota saat oleh tempat kejadian perkara.

Kota Bima, Bimakini.- Kasus tewasnya pemuda asal Dodu, yang diduga dihakimi massa Selasa (26/01) dini hari kemarin, berbuntut panjang. Orang tua korban terduga pencuri tersebut, melaporkan atas atas dugaan pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

“Bapak korban atas nama Gurfan pagi hari ini (Rabu 27 Januari, Red) melaporkan kasus ini ke SPKT karena tidak terima anaknya sampai meninggal dunia,” ujar Kapolres Bima Kota melalui Kassubag Humas IPDA Ridwan, Rabu (26/01) siang.

Pelapor mengaku, ia baru mengetahui anaknya meninggal dunia pada Selasa pagi hari kemarin setelah diberitahukan via Handphone oleh warga sekitar, untuk menjemput mayat anaknya di RSUD Kota Bima.

Pasca-mendapatkan informasi tersebut, pelapor mengaku kaget bukan kepalang terlebih setelah melihat anaknya sudah tidak bernyawa dan ditemukan dengan luka sabetan dan kondisi yang babak belur.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda berinisial TM yang merupakan terduga pelaku pencurian, tewas dihakimi massa lantaran diduga hendak mencuri di kawasan Kelurahan Kampo Na’e, Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.

Cerita sejumlah saksi menyebutkan, korban dihakimi massa sekitar pukul 03.00 Selasa (26/01) dini hari kemarin karena mencoba masuk ke rumah seorang warga Ridwan alias Stefan. Hanya saja, aksi korban keburu diketahui pemilik rumah, sempat terjadi aksi saling kejar dan diteriaki maling. Hingga pemuda tersebut dihakimi massa dengan luka sabetan serta sekujur tubuhnya babak belur hingga nyawanya tidak tertolong. (BE09)

Share
  • 216
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top