Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Pasutri Asal Desa Sie Hidup di Gubuk Reot, Luput dari Perhatian Pemerintah

Pasutri yang hidup miskin di Desa Sie.

Bima, Bimakini.- Fakir miskin seharusnya ditanggung atau dipelihara oleh Negara. Amanat Undang – undang itu ibarat nyanyian sendu bagi Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa RT 12 Desa Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Hasbin dan Sri Rahma.

Pasutritersebut hidup di gubuk reot dengan keseharian sebagai buruh serabutan tapi luput dari perhatian pemerintah.

Sri Rahmah mengungkapkan, kehidupannya sangat memerihatinkan. Tinggal di gubuk reot sudah lama. Untuk mendapatkan kebutuhan sehari – hari, mengais rejeki sebagai buruh serabutan. “Terkadang pulang dengan tangan hampa, untuk mendapatkan makan dan minum harus menengadahkan tangan ke orang lain,” kata Sri Rahmah, Selasa (12/1/2021).

Sambungnya, terkait bantuan Covid – 19, pernah sekali dapat bantuan sembako, tapi tidak ingat sumbernya JPS Gemilang atau Bima Ramah. “Kita hanya dapat sekali itu saja, bantuan berupa uang tunai tidak pernah,” jelasnya.

Dirinya berharap, pemerintah mau memerhatikannya yakni dengan memberikan bantuan berupa bantuan RTLH maupun lainnya. “Saya mohon pemerintah tidak tutup mata, derita kami adalah duka bagi negara,” tutupnya.

Kepala Desa (Kades) Sie, Aman Sos membantah tidak memperhatikan Pasutri tersebut, pasalnya mereka pernah diberikan bantuan berupa program penggemukan sapi. Selain itu sebutnya, diberikan bantuan penanganan Covid – 19 berupa sembako lewat JPS Bima Ramah. “Kita juga merencanakan dapat bantuan bedah rumah, tapi kendala musibah Covid – 19 sehingga anggaran dana desa dipangkas,” ucap Kades.

Kalau tidak ada halangan, sambung Kades, Pasutri tersebut akan diperioritaskan dapat bantuan bedah rumah di tahun 2021. Diakui Kades, sebelumnya telah dibantu orang tuanya. Yakni bantuan bedah rumah sekaligus pasang listrik gratis,” tukasnya.

Dirinya berharap, tidak saja lewat dana desa, Pasutri tersebut terakomodir melalui bantuan RTLH yang bersumber dari pemerintah atas. “Kalau tidak lewat dana desa, kita akan perjuangkan Pasutri tersebut dapat bantuan dari pemerintah atas. Yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima maupun Provinsi dan Pusat,” tutup Kades. (BE07)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kasihan dialami Zakariah (35) warga RT 12 Desa Raba Kecamatan Wawo, Bima. Pasalnya yang bersangkutan mengalami panas di bagian bagai terbakar. Akibatnya...

Ekonomi

Dompu, Bimakini.- Setelah viral dimedia sosial karena hidup yang serba kekurangan, dua anak yatim bernama Beni Surya Atmaja dan Zelda Kirana Putri, kini mendapatkan...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Warga di RT15 RW5 Dusun Sorifo’o Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, dikeluarkan dari Ke;uarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)....

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Mengidap penyakit usus buntu sudah lama dirasakan Sri Ningsih (13) asal RT 07 Dusun Oi Judi Desa Mangge Kecamatan Lambu Kabupaten Bima....