Ekonomi

Pupuk Mulai Langka, Warga Sakuru Blokade Jalan

Massa aksi saat memblokade jalan dengan menebang pohon, Kamis (7/1).

Bima, Bimakini.- Sekelompok warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, memblokade jalan raya lintas Tente-Parado, Kamis (7/1). Aksi itu sebagai buntut mulai langkanya pupuk bersubsidi dan tingginya harga pupuk non subsidi.

Selain itu, mereka menyorot saluran irigasi yang tidak memadai untuk pengairan sawah.

Kapolsek Monta, IPTU Takim mengatakan, aksi dilakukan sekitar pukul 10.15 Wita, di Jalan Raya Lintas Tente-Parado, tepatnya di depan Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Monta di Desa Tangga. Warga memblokade jalan dengan menebang pohon di pinggir jalan.

“Aksi tersebut berkaitan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi dan tingginya harga pupuk non subsidi, serta terkait dengan saluran irigasi yang tidak memadai untuk pengairan sawah di Desa Sakuru,” katanya, Kamis (7/1).

 

Lanjut Takim, tuntutan dari massa aksi yaitu hadirkan pihak CV Rahmawati dan Dinas Pertanian Kabupaten Bima untuk memberikan penjelasan terkait pupuk. Serta menghadirkan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memberikan penjelasan terkait saluran irigasi.

“Akibat dari aksi tersebut arus lalu lintas macet total,” terangnya.

Pukul 10.30 Wita, personel Polsek Monta tiba di lokasi aksi dan langsung bernegosiasi dengan Korlap aksi untuk membuka blokade jalan. Serta beraudiensi di Kantor UPTD Pertanian. “Pukul 11.00 wita massa audiensi di Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Monta, namun jalan raya masih diblokade,” tambahnya.

Saat audiensi kata Kapolsek, hadir Camat Monta, Drs Nurdin, Kasubsektor Wilamaci AIPTU Syahril, Danramil Monta yang diwakili oleh PELDA Abdul Salam, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Monta H Salahudin, SPt, Kepala UPTD Pengairan Kecamatan Monta, Abdul Latif, SH, Kepala BPPPK Kecamatan Monta, Rusmayadi, SPt, Kades Sakuru Muhammad Suharto, SPd dan Suharman selaku Korlap aksi.

“Pukul 11.15 wita, saat audiensi sedang berlangsung, pengendara buka paksa jalan yang diblokade, sehingga bisa dilalui kembali,” tuturnya.

Kata Takim, Korlap Aksi menyampaikan kerusakan saluran irigasi sangat meresahkan. Meminta agar saluran irigasi tersebut diperbaiki sehingga tidak kesulitan mengairi sawah.

“Sementara masalah pupuk, Korlap Aksi minta segera atasi kelangkaan pupuk bersubsidi dan turunkan harga pupuk bersubsidi sesuai HET,” tegasnya.

Kepala UPTD Pengairan, Abdul Latif, SH meminta waktu untuk meninjau irigasi. Masalah ini ini akan diselesaikan, namun meminta agar masyarakat bersabar.

Sementara Kepala BP3K, Rusmayadi, SPt , menjelaskan, terkait pupuk bersubsidi akan didistribusikan oleh distributor dalam waktu tiga hari kedepan. Masalah harga Rp1,800 perkilo, menjadi Rp2,250 perkilo. “Hal ini sudah menjadi Peraturan Menteri Pertanian tanggal 20 Desember 2020,” pungkasnya.

Pukul 12.00 wita, massa aksi membubarkan diri. (BE10)

Share
  • 217
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top