Olahraga & Kesehatan

Puskesmas Bolo Bersama Lintas Sektor Sosialisasi Penggunaan Vaksin Covid19

Sosialisasi oleh Puskesmas Bolo.

Bima, Bimakini.- Puskesmas Bolo bersama lintas sektor melakukan sosialisasi penggunaan Vaksin Covid 19, Rabu (20/1). Hadir pada saat itu, Camat Bolo, Kapolsek, Danramil, Ketua MUI, seluruh Kades dan lainnya.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah SKep mengungkapkan, sosialisasi dilakukan dengan harapan lintas sektor dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat terkait siapa saja yang divaksin.

“Ada 17 kriteria yang tidak diberikan vaksin Covid 19,” ujar Nurjanah.

Kata Nurjanah, dari 17 kriteria tersebut, yang pertama orang yang memiliki riwayat konfirmasi Covid-19, Wanita hamil dan menyusui, Berusia di bawah 18 tahun, Tekanan darah di atas 140/90, Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir.

“Orang yang menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner), menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus/, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya),” tuturnya.

Setelah itu, lanjutnya, orang yang menderita penyakit ginjal, penderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis, penderita penyakit saluran pencernaan kronis, penderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun, penderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi, penderita penyakit Diabetes Melitus (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19).

“Termasuk penderita HIV (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19) dan orang yang memiliki penyakit paru seperti asma, PPOK, TBC (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19),” jelasnya.

Sambungnya, sebelum diberikan vaksinasi, pihak medis akan melakukan pemeriksaan lebih awal. Yakni untuk mengetahui apakah ada penyakit yang dialami oleh masyarakat seperti di 17 kriteria tersebut.

“Kalau ternyata masyarakat mempunyai penyakit seperti dalam kriteria itu, maka akan ditunda vaksinasi,” ungkapnya.

Sesuai rencana, pemberian vaksinasi ini akan dilakukan di bulan Februari. Dan yang pertama kali diberikan vaksin adalah akan pihak medis.
“Kita harap vaksinasi dapat dilakukan sesuai rencana, sehingga upaya memutus Covid 19 dapat terwujud,” pintanya. (BE07)

Share
  • 40
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top