Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Resmi Dilantik, AKJ – SYAH Diminta Atensi Perbaiki Bendungan Manggekalo

Dompu, Bimakini. – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Dompu terpilih, Abdul Kader Jaelani – H Sahrul Parsan ST, MT., (AKJ – SYAH) hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 lalu resmi dilantik Gubernur, Dr. H Zulkieflimansyah, SE, M.Sc., di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/02) pagi.

Dipundak pemerintahan baru AKJ – SYAH periode 2021-2026 ini, banyak yang menorehkan harapan agar sejumlah persoalan yang dihadapi rakyat kecil dan petani dapat segera diselesaikan, terutama persoalan yang dihadapi para petani So Manggekalo Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu.

Pasalnya, bendungan irigasi yang terletak dijalur sungai Rahalayu tepatnya di dusun Rasanggaro, Desa Mangge Asi yang mengairi lahan persawahan petani So Manggekalo tersebut rusak parah (jebol) akibat diterjang banjir bandang tahun 2017 lalu.

Hingga tahun 2021 ini, bendungan irigasi yang panjangnya 50 meter dengan lebar 10 meter yang mengairi sekitar 100 lebih hektar lahan persawahan petani belum diperhatikan pemerintah Kabupaten Dompu maupun Pemerintah Provinsi NTB.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Akibatnya, sekitar 126 petani asal desa Mangge Asi dan Kelurahan Bada tidak dapat mengelola lahannya secara maksimal sejak tahun 2017 hingga tahun 2021, dikarenakan kekurangan pasokan air.

Untuk menyuplai kebutuhan air agar dapat mengairi lahan pertanian mereka, para petani menggunakan mesin penyedot air seadanya dan digunakan secara bergiliran. Selain itu, petani harus mengeluarkan biaya banyak untuk pembelian bahan bakar minyak mesin penyedot air.

Solusi ini, selain menambah beban petani kecil, juga dinilai tidak dapat meningkatkan produksi hasil pertanian mereka karena mesin terbatas. Sementara jumlah petani yang membutuhkan air diwaktu yang bersamaan sangat banyak.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Salah satu petani, Ahmad (35), Jum’at (26/02) membenarkan hal itu. Katanya, sebelum bendungan utama tersebut rusak akibat bencana alam tahun 2017 lalu, areal persawahan So Manggekalo yang luasnya 100 lebih hektar itu dapat menghasilkan sekitar 1.000 ton lebih padi setiap satu kali panen.

Setahun, petani dapat menanam dan memanen padi sebanyak tiga kali. Kini, para petani hanya bercocok tanam dengan menggunakan mesin penyedot air secara bergiliran dan hasilnya pun menurun.

“Dipundak Bupati AKJ – SYAH yang baru dilantik ini, besar harapan dan permintaan kami agar memprioritaskan perbaikan bendungan irigasi So Manggekalo agar dapat menunjang peningkatkan produktifitas pertanian kami,” harap Ahmad yang merupakan pendukung AKJ-SYAH pada Pilkada Dompu kemarin. (BE11)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Ruang Demokrasi Institute akan menggelar dialog publik dengan tema “100 Hari AKJ-SYAH, Jarapasaka Mimpikah? yang akan dilaksanakan pada Ahad, 25 /6/2021...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Pasca sejumlah ASN Pemerintah Kabupaten Dompu dinyatakan positif Covid-19, Bupati Kabupaten Dompu, Kader Jaelani., langsung mengeluarkan surat edaran, Jumat (2/7/2021). Surat...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Kinerja Pemerintahan Bupati dan Wakil Kabupaten Dompu, Kader Jaelani dan H Syahrul Parsan, ST, MT., (AKJ – SYAH) disorot dan dikritik...