Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Bima Jadi Jawara Kasus Asusila Anak, Stop Saling Menyalahkan!

Ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Maraknya kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bima belakangan ini, ternyata membawa Bima ke posisi jawara dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Fakta mencengangkan ini diungkapkan Ketua Pengadilan Negeri Bima, Haris Tewa. Disebutkannya dalam enam bulan terakhir ini, trend kasus asusila terhadap anak terus meningkat.

“Bahkan di awal tahun 2021 ini, langsung menunjukkan grafik yang tinggi. Kasus asusila di Bima ini terparah jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia,” ujar Haris di sela-sela vaksinasi Covid-19 di PN Raba Bima, Kamis (18/03).

Menurut Haris, kasus asusila terhadap anak di Bima tidak hanya berjumlah banyak namun juga kualitas kasusnya yang sadis. Ia mencontohkan kasus anak di Kelurahan Tanjung, yang disetubuhi kemudian dibunuh.

“Saksinya pun adalah adik korban yang juga masih berusia anak-anak. Selama saya menjadi hakim ketua dimana-mana sejauh ini, di sinilah yang paling parah,” ungkapnya.

Ditegaskannya, dalam menghadapi kasus darurat anak ini, tidak dibutuhkan imbauan, hujatan atau saling kritik dan menyalahkan satu sama lain yang memiliki kewenangan.

Akan tetapi katanya, dibutuhkan duduk bersama dan merumuskan solusi agar kasus anak ini tidak terus bertambah.

“Kami di sini hanya menerima akibat. Yang mengambil kebijakan, yang memiliki kewenangan membuat peraturan yakni Legislatif dan Eksekutif lah yang memiliki peranan besar di sini,” tegas Haris.

Haris menyarankan, pemerintah bisa merumuskan aturan seperti membatasi jam malam bagi anak untuk beraktivitas di luar rumah.

Termasuk, keaktifan sejumlah lembaga yang bergerak di ruang anak dan perempuan terus melakukan pendampingan. Bukan hanya ketika ada kasus seperti saat ini, namun juga intens dilakukan meski tanpa kondisi viral seperti sekarang.

“Stop imbauan, tapi langsung tunjukkan aksi yang nyata. Kami siap dilibatkan untuk merumuskan aturan khusus untuk kasus anak ini,” tutupnya. (BE09)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum Guru SD di wilayah Kecamatan Madapangga berinisial SY (44) kembali didesak untuk diusut tuntas. Kali ini,...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bima memastikan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru di salah satu SD yang ada di wilayah Kecamatan...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Tim Puma I Polres Bima Kota menciduk dua terduga pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Kamis (3/2/2022). Penangkapan dilakukan setelah...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Sebelumnya oknum Guru SD di wilayah Kecamatan Madapangga berinisial SY (44) dilapor ke Unit PPA Polres Kabupaten Bima, Rabu (8/12/2021), karena diduga...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Aliansi organisasi mahasiswa menggugat meminta pelaku pelecehan seksual dihukum setimpal. Pernyata itu disampaikan organisasi mahasiswa seperti HMI, LMND, GMI, IMM, Kokab Bima...