Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Jalur “Gaza” di Monta Dalam itu Kini Jadi Damai. Semoga Selamanya!

Salah satu keakraban warga dan TNI dalam kegiatan fisik TMMD.

Bima, Bimakini.- Image dan brand kampung berseteru atau yang biasa disebutkan warga “Rasa Lewa” (Kampung Perang, Red), hingga diplesetkan menjadi jalur “Gaza” pada jalur provinsi di area Kecamatan Monta bagian dalam, perlahan kini mulai terganti.

Seperti diketahui, nyaris saban bulannya bahkan per minggu, sejumlah desa mulai dari Desa Waro, Nonto Tera, Tolo Uwi hingga Sondo ini kerap terjadi bentrok komunal. Mereka saling serang satu sama lain menggunakan ragam senjata tajam hingga senjata api rakitan.

Tak pelak, aksi blokade jalan hingga lumpuh total pun kerap terjadi. Aktifitas warga sekitar terlebih arus lalu lintas dan berbagai faktor pun ikut lumpuh. Padahal disebutkan aparat disebabkan masalah sepele!

Kini, sudah nyaris setengah bulan lamanya terhitung pasca-Kodim 1608/Bima memilih kampung sekitar ini menjadi lokasi TMMD, kampung ini menjadi aman.

Menurut sejumlah tokoh dan warga sekitar, selama berlangsungnya TMMD ini, mulai dari pra hingga penghujung Mei, nampak damai dan satu sama lain berbaur tanpa adanya sekat.

“Alhamdulillah sudah aman. Tidak ada apa-apa lagi. Lihat sendiri Mas warga yang lalu lalang, bukan hanya warga disini, tapi dari luar kampung tuh,” ujar warga sekitar, Ramli seraya menunjuk kearah jalanan.

Arus lalu lintas yang biasanya sepi melompong kini jadi ramai. Padahal diakui warga, pengguna jalan jarang bahkan ogah melewati perkampungan ini lantaran dengan image buruk tersebut.

Hal ini juga dibuktikan media ini saat menyusuri perkampungan, pada beberapa kali kesempatan saat berlangsungnya TMMD. Jalur ini, sebelumnya jua sempat ramai terlebih saat akhir pekan.

Karena di sekitar perkampungan ini memiliki kawasan destinasi wisata pantai bak surga tersembunyi, namanya Pantai Rontu! Pantai ini memiliki panorama alam yang luar biasa mengalahkan Bali dan Lombok.

Belum lagi ombaknya yang khas yang cocok untuk berlancar. Hanya saja, seiring kerapnya terjadi bentrokan dan kabar adanya aksi perampokan bahkan begal membuat nyali warga dari luar ciut untuk berkunjung.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Semasa berlangsungnya program Tentara Manunggal Membangun Desa ini, diakui warga sekitar praktis menjadikan kampung tersebut aman tanpa adanya pertikaian dan sejenisnya.

“Karena kan ada banyak anggota yang berjaga-jaga juga. Coba ramai begini terus kan ga akan ribut. Takut duluan,” celetuk warga lainnya sambil menatap anggota TNI yang tengah mengerjakan sejumlah proyek pembangunan.

Asa warga sekitar pun kepada pemerintah mengalir. Utamanya aparat keamanan disekitar agar ditambah agar kampung tersebut terus berlangsung aman dan tidak hanya saat TMMD dan acara lainnya.

“Andai begini terus kampung kita, aduh damainya. Kita enak mencari makan, kerja dan lain-lain,” harap seorang anak muda, Andi.

Dengan amannya perkampungan sekitar, efek domino yang jua didapatkan warga dirasakan. Mulai dari penghasilan hingga dampak baik karena adanya destinasi wisata unggulan yang dimiliki Monta Dalam.

“Kan enak kayak di daerah-daerah pariwisata kayak di Lombok – Bali itu. Ada pemasukan warga dan lainnya,” urai anak muda perawakan kekar tersebut.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri
Bupati memberikan apresiasi luar biasa kepada Kodim 1608/Bima yang telah memilih desa-desa ini menjadi lokasi TMMD tahun ini.

Karena harus diakui wanita yang menjabat dua periode ini, hanya karena ada sedikit gesekan saja sudah timbul hingga pecah terjadi keributan yang besar.

“Alhamdulillah semoga terus aman kondusif. Saya pribadi sangat mengapresiasi sekali dan catatan selama TMMD berjalan, akan menjadi evaluasi untuk kegiatan selanjutnya,” pungkas wanita yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Besar harapan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, keamanan dan kondusifitas di Minta dalam ini terus meningkat dan terjaga seperti saat adanya program TMMD.

Kedepannya Kamal berharap, hubungan baik antara TNI dan Polri serta pemerintah mulai dari tingkat desa hingga daerah bersama masyarakat, terus terjalin dengan baik.

“Juga timbul jiwa korsa serta masing-masing memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi antara satu sama lain,” pungkas Dandim saat acara penutupan TMMD di kantor Pemda Bima Rabu (31/03). (Ikra Hardiansyah)

Share
  • 34
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Tentara Nasional Indonesia (TNI) jajaran Kodim 1608/Bima dan anggota Kompi Senapan A/742, terus melaksanakan kegiatan karya bhakti mereka pascabanjir bandang menerjang Kabupaten...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Komandan Resort Militer (Danrem) 162/WB Brigadir Jenderal Ahmad Rizal Ramdani S.Sos, SH, M.Han, akhirnya menutup secara resmi pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Pasca-rampung didirikan Kodim 1608/Bima melalui program Tentara Manunggal Desa (TMMD) ke-110, Pos Keamanan Terpadu (Pospamdu) yang dibangun tepat diperbatasan Desa Nontotera dan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Seluruh pekerjaan proyek Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 110 pada ketiga desa yang menjadi lokasi TMMD, akhirnya berhasil dituntaskan dengan baik...