Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Melihat Potret Keakraban TNI-Polri dan Warga di Perkampungan Rawan Konflik

Suasana keakraban warga dan TNI.

Bima, Bimakini.-Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah desa di Kecamatan Monta bagian dalam Kabupaten Bima – NTB, dikenal dengan kawasan zona merah. Ya, rawan konflik!

Bagaimana tidak, nyaris saban bulan bahkan terkadang saban pekan, sejumlah desa seperti halnya Desa Nonto Tera, Waro, Tolo Uwi dan perkampungan sekitarnya kerap terlibat konflik komunal.

Satu sama lain, mereka saling serang menggunakan berbagai macam Senjata Tajam (Sajam) mulai dari parang, panah, tombak hingga senjata api rakitan. Pemicunya? Hanya karena sepele.

Blokade jalan, saling serang di pertengahan sawah dan ladang, pembakaran rumah hingga jatuh korban jiwa kerap terjadi. Konflik pun kian besar hingga berlangsung selama berbulan-bulan.

Memasuki tahun 2021, terlebih setelah Kodim 1608/Bima memilih ketiga desa langganan berseteru ini menjadi wilayah berlangsungnya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110.

Tiga desa yang menjadi langganan bentrokan komunal ini, kata Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal sengaja dipilih pihaknya, dengan nawaitu ingin mengembalikan dan merubah marwah desa tersebut kembali menjadi dan damai.

Masing-masing warga katanya, agar bisa beraktivitas seperti biasanya dengan aman dan damai. Seperti bercocok tanam, berladang dan berbagai aktifitas lainnya yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

“Alhamdulillah sekarang kita pantau dan selama TMMD ini aman sekali. Aktifitas warga juga sudah seperti sedia kala, bekerja bersama dan lainnya,” ujar Kamal kepada media ini saat berada di Desa Nonto Tera.

Tim-nya bahkan membawa rombongan media untuk mengelilingi ketiga desa yang dikenal “horor” ini, agar bisa melihat langsung bagaimana suasana dan aktifitas warga saat ini.

Dari satu desa ke desa-desa lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Monta bagian dalam ini, warga nampak bersatu padu dalam melakukan aktifitas seperti biasanya, yakni berladang dan lainnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Demikian pun warga yang biasa menghabiskan sore dan pagi harinya di pinggir jalan penghubung dari satu sama lain. Nampak akur dan aman!

Terlebih ketika mereka ikut serta dalam pengerjaan sejumlah proyek pembangunan fisik maupun non fisik yang digelar khusus Kodim/1608 dibantu personil lainnya.

Mulai dari anak-anak, muda-mudi hingga yang tua kompak bahu-membahu dalam aktifitas yang digelar saban harinya.

Padahal, semula dibeberkan Mustafa Kamal, warga sekitar seolah acuh dan cuek dengan kehadiran pihaknya pada tiga desa dimaksud. Apalagi saat mereka mengerjakan proyek pembangunan jalan dan lainnya.

“Entah mereka canggung atau apa, mereka hanya liat begitu saja anggota kita yang lagi mengerjakan proyek seperti di Masjid, jalan raya dan lainnya itu. Mereka hanya menonton saja,” ujarnya dengan raut senyum.

Suasana itu ternyata nampak hanya diawal saja. Kini puluhan personil TNI dibantu Polri dan anggota keamanan lain yang menggelar TMMD sejak pra acara pada akhir Februari hingga akhir berakhir Maret nanti.

Keakraban warga dan TNI terus terjalin dari hari ke hari semenjak dibukanya secara resmi TMMD ke-110 hingga kini. Masyarakat diharapkan mampu terus bersatu, saling bahu membahu dan menciptakan keamanan dan kedamaian.

“Semoga keakraban dan semangat gotong royong ini, tetap terus terjalin sampai ke anak cucu kita,” tukasnya.

Fakta itu juga diakui Kades Sondo, Sirajuddin. Karena katanya, selama pelaksanaan TMMD tingkah laku warga sekitar berubah, meskipun belum 100 persen.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Terima kasih telah hadir di desa kami dan menjadikan suasana kami menjadi cair dan saling bahu membahu. Alhamdulillah semoga aman begini terus,” ujar Sirajuddin menjawab media ini.

Selain aman juga katanya, perilaku hidup warga dengan semangat gotong royong dan lainnya jua berubah. Demikian pun berbagai program yang dicetus TNI cukup membantu masyarakat sekitar.

“Kalau bisa diperpanjang lagi TMMD-nya dan jangan hanya TNI aja yang begini. Polisi dan Pol PP juga harus begini juga,” pintanya menambahkan warga sekitar mengaku bangga sekali dipilihnya desa mereka oleh TNI menjadi lokasi TMMD. (Ikra Hardiansyah)

Share
  • 69
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Tentara Nasional Indonesia (TNI) jajaran Kodim 1608/Bima dan anggota Kompi Senapan A/742, terus melaksanakan kegiatan karya bhakti mereka pascabanjir bandang menerjang Kabupaten...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Komandan Resort Militer (Danrem) 162/WB Brigadir Jenderal Ahmad Rizal Ramdani S.Sos, SH, M.Han, akhirnya menutup secara resmi pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Image dan brand kampung berseteru atau yang biasa disebutkan warga “Rasa Lewa” (Kampung Perang, Red), hingga diplesetkan menjadi jalur “Gaza” pada jalur...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Pasca-rampung didirikan Kodim 1608/Bima melalui program Tentara Manunggal Desa (TMMD) ke-110, Pos Keamanan Terpadu (Pospamdu) yang dibangun tepat diperbatasan Desa Nontotera dan...