Connect with us

Ketik yang Anda cari

CATATAN KHAS KMA

Pembuktian Rangga!

 

Penulis (kiri) numpang tenar.

SEPERTI janji saya pada Simatik, tidak Jadi Mati, harusnya orang ini yang saya wawancara lebih dahulu. Pria gondrong yang nyentrik itu. Julhaidin namanya, yang akhir 2020 lalu menjadi Direktur Perumda Bima Aneka, Kota Bima.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bima itu juga baru saja didirikan. Dewan Pengawas dan Direksi, juga baru diseleksi. Yang terpilih, ya Julhaidin itu. Dia menjadi Direktur. Bagi masyarakat banyak, terutama warga net, pasti kurang familiar dengan nama itu. Karena dia lebih dikenal sebagai Rangga Babuju. Dia selama ini populer karena kiprahnya yang menonjol bersama Komunitas Babuju.

Saya pun, di komunitas ini menjadi salah satu Pembina. Bagi saya, Julhaidin bukanlah orang asing. Sudah sangat lama saya kenal, bahkan lama sekali. Jadi saya tahu persis kiprah dan sepak terjangnya.

Di mata saya, Julhaidin sosok manusia super. Dia seperti Superman, tokoh dalam di film Hollywood yang terkenal itu. Yang terus dirilis dengan banyak judul itu. Sukses sekali dan selalu ditonton banyak orang. Cuma bedanya, Superman yang di film bisa terbang, menggunakan sayap kain, di dada ada huruf S. Bisa muncul tiba-tiba ketika terjadi kejahatan. Saking suksesnya, pun juga dirilis dalam bentuk animasi.

Tidak berlebihan samakan Julhaidin dengan Superman? Kiprah mereka beda. Jangan pula bayangkan seperti. Julhaidin tidak menjadi pahlawan seperti pria dalam film kesukaan anak-anak itu. Bukan pria berotot apalagi bisa terbang. Dia bahkan sering sakit karena suka begadang. Julhaidin lebih banyak berkiprah dalam pemberdayaan dan kegiatan kemanusiaan. Itu sebelum menyandang status direktur Bima Aneka. ‘’Sekarang juga masih bang,’’ katanya kepada saya.

Julhaidin seperti manusia yang tidak kenal lelah. Dia hanya istirahat kalau sakit. Dia bisa berada di mana saja, kapan saja. Selalu muncul dengan ide-ide segarnya. Mungkin semua orang juga dia kenal. Dia bisa sangat menjaga jejaring. Semua kalangan ia akrabi. Maka dalam kegiatan pemberdayaan, dia juga sangat mudah mendapat sokongan. Dia kerap menjadi insipirator anak-anak muda di pelosok. Kiprahnya bergaung sudah jauh. Bukan hanya kalangan anak muda yang mengenalnya. Para pejabat dari RT hingga menteri, juga dia kenal. Tentu tidak semua. Nanti dibilang lebay.

Bicara topik apa saja, dia paham. Sekolahnya, sarjana Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanudin Makassar, tamat 2008. Juga ikuti kelas Manajemen di STIE LPI Makassar, tamat 2008 juga. Jadi gelar sarjana ada dua. Tetapi bicara ilmu pertanian, peternakan, saya kalah. Padahal saya yang sarjana pertanian sebenarnya. Dia menguasai data, juga informasi. Dia sangat cepat belajar. Cuaca apalagi. Ingat banjir bandang yang menerjang Kota Bima pada akhir 2016? Julhaidin sudah ingatkan masyarakat waspada di akun Facebooknya yang diikuti hampir 30 ribu orang itu.

Dia menjadi pemilik akun Facebook yang paling banyak pengikutnya. Akun media mainstream saja, tidak sebanyak itu. Jelas dia punya pengagum, tetapi ada juga yang tidak suka. ‘’Selalu sok tahu, suka klaim,’’ kata seorang wartawan kepada saya.

Tetapi saya pernah kritik ketika dia bicara kopi Redstone yang diproduksi Babuju Mandiri. Ternyata produk itu, bahan bakunya terbatas. Harus atur kapasitas produksi agar stok tetap terjaga. Ini menurut saya aneh. Harusnya bisnis itu, menjual sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan profit setinggi-tingginya. ‘’Gak bang, kalau kita produksi sesuai permintaan pasar, stoknya tidak cukup,’’ katanya.

Kamis malam, 4 Maret 2021 saya jumpa dia di Illocake Corner. Toko roti dan kue terkemuka di Bima. Belakangan sudah juga buat resto di situ. Jadi brand Illocake itu, kini bukan hanya roti dan kue isinya. Ada nasi goreng juga. Ada tamu dari NTB Solutkion Centre (NSC) yang mengundang. Saya juga diajak ke situ oleh NSC. Jumpa mereka untuk kedua kali. Ada investor yang juga ikut. Mereka bahas limbah sampah plastik yang menjadi masalah global. Mereka akan mengubahnya menjadi solar, karena plastik asalnya dari bahan bakar minyak. Jadi mau dikembalikan lagi ke asalnya, supaya bisa dimanfaatkan. Puluhan pelaku usaha kecil di Bima juga ikut hadir. Mereka antusias mau mengumpulkan sampah plastik itu untuk dijadikan uang.

Bukan hanya itu yang dibahas. Anak muda wirausaha itu, diajak berpikir inovatif, untuk memanfaatkan adu balap motor, MottoGP di Mandalika sebagai pasar. Dr Aishah Mohamed yang menantang. ‘’Saya akan suport modal kalau ada produk yang bagus,’’ kata Aishah, Ketua NSC itu.

Di situ, Julhaidin juga diberi kesempatan bicara. Seperti yang saya tulis di atas, ternyata Dr Aishah juga sudah lama akrab dengan Julhaidin. ‘’Kami kenalan tahun 2013 lalu. Kami sama-sama terlibat dalam kegiatan kemanusian,’’ kata suami Wanti Kirmanti, S.KM, M.Kes ini.

 

Julhaidin bersama Dr Aishah Muhamed.

Julhaidin aktif pada banyak kegiatan. Itu gagasannya, menangkap informasi dari banyak jejaring. Itu fungsi luasnya pergaulan. Ini sejalan dengan keinginan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah sampai mengirim anak-anak NTB sekolah ke luar negeri.

Dengan modal jejaring, Julhaidin sempat ingin menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Belum kesampaian. Menjadi calon anggota legislatif pun pernah. Pada Pemilu 2019, ia gagal menjadi duta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Udayana. Saya sempat amati fenomena Julhaidin ini. Saya ingin menjadikan dia sebagai sampel eksperimen sosial. Apakah investasi sosialnya selama ini berbanding lurus dengan perolehan suara ketika ikut kontestasi dalam demokrasi. Hasilnya, belum cukup.

Bicara peluang bisnis, Julhaidin jagonya. Tetapi dia sendiri belum sukses berbisnis. Ini pernah saya tanya, begitu banyak terlibat dalam aktivitas bisnis. Mulai dari tanam cabai, beras merah, kopi kemasan, bahkan hingga perahu layar wisata. Mulai dari bisnis hulu hingga hilir. ‘’Itu semua bukan punya saya bang. Yang saya punya ya di halaman saya itu,’’ kata ayah dari Aisyah Nur Insani Putri dan M Farhan Rizky ini.

Julhaidin memang tidak memiliki semua bisnis itu. Kecuali produk dari Babuju Mandiri seperti kopi Redstone yang sudah terkenal tadi itu. Dia hanya menjadi pendamping dalam kegiatan pemberdayaan. Memberi motivasi, membina, dan membantu mencari pasar. Julhaidin sangat mengusai semua informasi itu. Dia punya datanya.

Teranyar, dia sedang mencanangkan satu desa satu kedai kopi. ‘’Hanya di kedai kopi yang tidak ada keributan,’’ ujar pria rambut gondrong ini.

Apa yang dilakukan itu, kini mulai kelihatan. Sudah banyak desa di Bima yang memiliki tongkrongan baru. Tempat untuk ngobrol sambil ngopi. Ternyata menggemar kopi ini tidak sedikit jumlahnya. Maka tidak heran, di Kota Bima saja, ada hampir lima puluh kedai kopi. Ada yang punya kedai, ada juga yang melayani pesan antar. Merespon ini, NSC berencana membawa barista untuk memberikan pelatihan. ‘’Supaya anak-anak Bima juga bisa menjadi barista di mana saja. Bukan hanya di Bima, tetapi bisa sampai ke luar negeri,’’ ujar Dr Aishah.

 

Anak-anak muda Bima antusias mengikuti arahan Dr Aishah dari NSC.

Bagaimana dengan Perumda Bima Aneka yang dipimpin Rangga. Tahap pertama, pemerintah Kota Bima telah mengadakan peralatan kemasan. Ada tiga belas unit alat produksi senilai Rp1.3 miliar. Dengan peralatan kemasan ini, Julhaidin optimis bisa menyumbang Pendapatn Asli Daerah (PAD) Rp1 miliar. Jangan tanya caranya. Kia tunggu saja hasilnya.

Perumda kata Julhaidin, bukan semata sebagai usaha profesional yang punya orientasi profit, tetapi juga berperan sebagai lembaga yang memudahkan usaha ekonomi kreatif. ‘’Termasuk dengan tersedianya alat kemasan ini untuk membantu pengusaha lokal. Supaya kemasannya lebih berkualitas dan bisa bersaing di pasar global,’’ tambahnya.

Ketika menjadi direktur Perumda, Julhaidin akan menghadapi ujian yang sebenarnya. Di sini semuanya dipertaruhkan. Kemampuan mengelaorasi bisnis milik pemerintah ini sungguh tidak mudah. Ada banyak kepentingan berseliweran di sana. Salah sedikit, bisa berimplikasi hukum. Harus super hati-hati. Mata masyarakat banyak tertuju ke situ. Harus kuat.

Bahkan di awal, untuk permodalan bisa saja akan dipotong sana sini. Untuk ini dan itu. Alasan administrasi bisa dicari-cari. Sebagai unit bisnis, manajemen Perumda harus profesional, menghitung dengan cermat. Beban di pundak bukan hanya mencari untung, tetapi juga administrasi harus genah. Harus profesional. Jangan sampai, maaf, ujung-ujungnya seperti PD Wawo yang tidak maju-maju itu. Atau PDAM yang tidak mampu menggaji karyawan sampai dua tahun itu. Pasti gaduh.

Ketika terjadi kegaduhan, ketika terjadi masalah hukum, selesai sudah integritas dan investasi sosial yang sudah dibangun bertahun-tahun. Itu akan menjadi kiamat bagi Julhaidin. Di situlah beratnya mengelola usaha milik pemerintah.

Anda juga tahu bagaimana kasus yang menyeret Dahlan Iskan. Dia mengelola perusahaan pemerintah Jawa Timur yang rugi dan mau pailit. Perusahaan itu kemudian menjadi maju dan untung besar. Tetapi tetap saja dijerat hukum karena masalah administrasi. Perusahaan pemerintah yang untung dan maju, belum tentu selamat dari jeratan hukum. Kalau sedang apes, masalah bisa dicari. Bagi masyarakat, itu aneh. Bagi saya juga. Juga Anda.

Bagi Julhaidin, jelas motifnya pembuktian. Bukan karena keuntungan ekonomi pribadi. Dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa menjadi pemimpin institusi bisnis yang lebih besar. Itu prestasi sekaligus prestise. Tinggal kita tunggu pembuktiannya. Semoga!  (*/khairudin m.ali)

 

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

SAYA tidak punya pengalaman yang cukup untuk menulis tentang olah raga. Sejak pertama menjadi wartawan pun, saya lebih banyak menjadi wartawan bisnis, walau kadang...

CATATAN KHAS KMA

SAYA harus sering tulis soal ini. Siaran televisi digital. Ini penting, supaya migrasi dari analog ke digital, bisa berjalan sukses. Literasi televisi digital masih...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...

Opini

Oleh : Munir Husen (Dosen STIH Muhamadiyah Bima)   Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, diatur tentang Badan Usaha Milik Daerah. BUMD...