Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

 AJI Mataram Kecam Pemukulan Jurnalis InsideLombok  Oleh Oknum Sat Pol PP

ilustrasi

Mataram, Bimakini.-  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam tindakan kekerasan terhadap Jurnalis InsideLombok oleh Oknum Sat Pol PP di Kabupaten Lombok Timur. AJI Mataram meminta Bupati Lombok Timur H.M.Sukimam Azmy menjatuhkan sanksi pemecatan kepada oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang mencekik wartawan.

Tindakan arogan dengan memukul jurnalis sangat menjalankan kerja-kerja jurnalistik melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Kronologis kejadian, jurnalis Inside Lombok, M.Deni Zarwandi pada hari Kamis (29/4) sekitar pukul 11.00 wita, mengalami kekerasaan fisik.

Kejadian berawal ketika dua orang wartawan yakni Deni dan Supardi hendak mengunjungi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim. Saat hendak masuk kantor, Deni lupa menggunakan kembali maskernya.

Sebelumnya Deni sudah menggunakan masker. Namun karena merasa pengap dan sedikit sesak, akhirnya membuka maskernya. Pelaku meminta Deni untuk menggunakan kembali maskernya.

Permintaan pelaku dituruti dan korban  mengambil masker yang ditaruh di saku. Kemudian pelaku menayakan alasan korban tidak memakai masker. Deni menjawab bahwa ia baru saja membuka masker, karena merasa pengap dan sesak.

Pertanyaan itu berulang kali dipertanyakan dan ia menjawab hal yang sama. Anggota Satpol PP itu kemudian memepet badannya seperti menantang ingin memukul. Kemudian dilerai oleh Supardi, namun Supardi pun ikut didorong oleh oknum tersebut.

Pelaku mengeluarkan jurus dan menendang korban mengarah ke bagian perut. Korban berusaha menepis tendangan itu. Akibatnya, tangan korban mengalami luka-luka. Merasa tidak puas, pelaku kembali menantang korban berkelahi di luar Kantor Bupati Lombok Timur, tapi tidak digubris oleh korban.

Atas kejadian itu, Ketua AJI Mataram Sirtupillailli mengecam tindakan kekerasaan yang dilakukan oleh oknum anggota Sat Pol PP Lombok Timur terhadap wartawan Inside Lombok M Deni Zarwandi.

Tindakan pelaku tidak dibenarkan dan melanggar pasal 8 Undang – undang Nomor 40 Tahun 1999.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Jurnalis dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapatkan perlindungan hukum. “Kekerasan terhadap wartawan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia,” kata Sirtu,Kamis (29/4).

Jurnalis Inside Lombok, Deny bekerja atas perintah perusahaannya. Korban memberikan penjelasan tidak mengenakan masker saat meliput karena merasa sesak. Pelaku justru merespon tidak baik dan menunjukan sikap arogan. Bahkan, korban mengalami kekerasaan fisik.

Seharusnya teguran dilakukan dengan cara humanis. Tidak dengan cara kekerasan.  Sebagai negara beradab, tidak ada peraturan yang melegalkan aparat bertindak sewenang-wenang terhadap warga, terutama jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya.

Tata cara pemberian teguran dan sanksi sudah diatur dalam peraturan daerah.  Karena itu, AJI mendesak Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku berupa pemecatan. “Sebagai efek jera kami mendesak pelaku dipecat supaya kasus ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, a Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M Juaini Taofik dalam pernyataan tertulisnya  menyikapi insiden antara salah seorang  anggota Pol PP Lombok Timur dengan awak media, Kamis, 29 April 2021. Sekda mengaku prihatin sekaligus memohon maaf atas perlakuan yang kurang Humanis dari anggota Pol PP Lombok Timur tersebut.

“Saya sudah mendirektif Kasat Pol PP untuk mengambil langkah-langkah Pembinaan sesuai norma disiplin anggota Pol PP,” ujarnya.

“Atas kejadian ini, Saya selaku Koordinator OPD di PemKab Lombok Timur untuk introsepksi serta mengambil langkah-langkah perbaikan. Terimakasih atas segala kritikan dari berbagai pihak dan kami jadikan sebagai langkah-langkah pembinaan personil, khususnya dalam penegakan Prokes Covid yang tegas namun tetap humanis,” tutupnya.  IAN

Share
  • 18
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Jakarta, Bimakini.- Komite Keselamatan Jurnalis mengecam kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi, Sabtu 27 Maret 2021 malam di Surabaya. Nurhadi mengalami kekerasan ketika...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Biro Bima bersama PWI Perwakilan Bima, menolak pengesahan UU Omnibus Law. Mereka menggelar aksi di perempatan...

Hukum & Kriminal

Mataram, Bimakini.- Jurnalis kembali jadi sasaran kebrutalan aparat kepolisian. Delapan jurnalis menjadi korban kekerasan dan indimitasi aparat di tiga daerah, yakni Jakarta, Makassar dan...

Hukum & Kriminal

Mataram, Bimakini.- Saat bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menghadapi dua upaya melumpuhkan kewenangan pemberantasan korupsi. Seleksi pimpinan yang diwarnai calon pelanggar kode etik...