Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Bulog Beli Gabah Rp 4.200, Petani Dompu Senang

Para petani Dompu.

Dompu, Bimakini.- Perum Bulog Cabang Bima – Dompu turun tangan membeli gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal itu diawali jajaran Bulog dengan membeli gabah milik petani So Cumpa Jaya, Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja, Kamis (8/4/2021).

Sejumlah petani menyambut Kepala Bulog dan jajarannya dengan penuh kegembiraan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan senang sekali, karena selama ini harga gabah di bawah itu,” ungkap Ahmad dan Adidiawarman, petani So Cumpa Jaya yang menjual gabahnya pada Bulog.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima – Dompu, Sawaludin Susanto, menyatakan dirinya membeli gabah petani dengan harga Rp 4.200 ribu/Kg dengan kadar air (KA) maksimal 25 persen dan hampa maksimal 10 persen.

“Gabah yang kami beli dengan kualitas KA maksimal 25 persen dan hampa maksimal 10 persen. Namun apabila di luar kualitas, tentunya harga akan dilakukan rafaksi harga sesuai kualitas gabah,” tegasnya.

Untuk mendapatkan kualitas gabah dan harga sesuai harapan, petani diminta untuk panen tepat waktu. Sebelum panen, dipastikan tidak ada biji gabah yang warna hijau dan semuanya menguning. Sebab, biji hijau dapat mempengaruhi harga dan kualitas beras nantinya.

Terhadap gabah yang hampanya lebih dari 10 persen, maka dilakukan rafaksi harga. Hal itupun telah diketahui oleh para petani dan petani siap gabahnya dibayar sesuai kualitas dan KA.

“Jika padinya bagus, kadar airnya bagus maka Bulog akan bayar sesuai harga Rp 4.200 ribu, dengan komitmen petani panen tepat waktu. Tetapi setelah kita tanya saksinya ternyata banyak petani yang memanen padahal padinya masih muda, sehingga hampanya banyak,” urai pria yang biasa disapa Anto ini.

Lebih jauh dijelaskannya, upaya meminimalisir harga gabah di bawah HPP oleh palele, dirinya akan segera memanggil rekanan kerja Bulog, Putra Indonesia (PI) Bintang Jaya, Lancar Abadi dan Kembang Padi, tempat para palele bekerjasama dan menjual gabah petani. Dia akan instruksikan dan pastikan agar palele dan petani menerima harga gabah sesuai kualitas.

Dikatakan dia, gudang mitra kerja Bulog tidak boleh membayar gabah dengan memukul rata antara gabah berkualitas dan tidak. Karena akan berpengaruh pada palele yang menjual jasa dengan membayar rata gabah petani tanpa memperhatikan kualitas, kadar air dan hampa.

“Ternyata benang merahnya di situ, palele juga dibayar rata oleh gudang mitra Bulog sehingga berdampak pada petani. Ini menjadi PR Bulog untuk menginstruksikan dan menekan mitra kerja Bulog agar wajib membayar gabah kepada palele sesuai kualitas, tidak boleh membayar gabah berkualitas dan tidak dengan harga yang sama, tidak sesuai HPP. Harus sesuai HHP,” tegasnya.

“Kami minta juga kepada petani yang ingin bermitra dengan Bulog dapat langsung menjual gabahnya kepada Bulog. Kami sangat terbuka, syaratnya ada gabah saja. Cuman kendalanya kita di Dompu, drayer tempat menyimpan gabah terbatas, hanya mampu menampung 3.030 ton gabah,” jelasnya. BE11

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimaikini.- Tim Opsnal Resnarkoba Polres Bima Kota kembali membekuk dua orang lelaki warga Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Senin (21/06)....

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-Status Zona Merah dalam penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Bima belakangan ini, membuat Kodim 1608/Bima dan Polres Bima Kota sebagai tim “eksekutor”...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Pengembangan pariwisata daerah, tidak hanya diletakkan pada tanggungjawab pemerintah, namun media juga harus berperan. Media dapat mengekspose setidap potensi yang ada. Harapan...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-  Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Drs HM Taufik HAK, MSi memaparkan enam kawasan strategis pariwisata. Yakni Kawasan SALAWA (Sape, Lambu, Wawo). Kawasan Sangiang...