Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Masyarakat Sampungu Bima Kesulitan Jaringan Internet

Bima, Bimakini.- Keberadaan Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun oleh Pemerintah di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, tidak beroperasi dengan baik. Pasalnya, masyarakat Sampungu hingga saat ini masih sangat kesulitan menikmati jaringan telepon seluler, lebih-lebih jaringan internet.

Pantauan media ini, bahkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan, masyarakat setempat harus menempuh jarak yang lumayan jauh dari perkampungan.

Masalah yang dihadapi tersebut, sudah jadi pembahasan serius di kalangan masyarakat setempat. Karena di era modern ini, penggunaan jaringan sangat dibutuhkan. Apalagi, masyarakat setempat banyak yang jadi perantau untuk kebutuhan pekerjaan, sekolah dan lainnya.

Salah seorang warga, Sri Wahyuningsih, mengatakan masyarakat Sampungu sering meyampaikan keluhan tentang masalah jaringan yang dialami. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan baik dari Pemerintah.

“Sementara jaringan BTS yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu ini, belum berfungsi secara maksimal. Jadi, setiap hari masyarakat Sampungu harus menuju perbatasan Desa Sai dan Sampungu untuk bisa terkoneksi dengan jaringan,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Yuni, sapaan akrabnya, melanjutkan pada intinya masyarakat meminta Pemerintah untuk memfungsikan jaringan yang ada, agar masyarakat senang.

Sementara yang terjadi, jaringan BTS tersebut kadang tidak aktif sama sekali dalam seminggu, kadang aktif sekali atau dua kali dalam seminggu. Itupun saat waktu pagi sekitar dua jam saja.

“Kalau dilihat dari penggunaan, hampir semua masyarakat Sampungu sudah memiliki handphone. Terlebih lagi, penggunaan jaringan internet untuk kebutuhan perkembangan dan kamajuan desa,” ujarnya.

Kata Yuni, keadaan yang dialami masyarakat Sampungu, tanpa terkoneksi dengan jaringan internet, semua informasi yang berkaitan dengan kemajuan zaman di era modern tidak terpantau dan tidak terpelajari. Sehingga, pertumbuhan masyarakat khususnya generasi muda di era modern, sangat ketinggalan zaman dan tidak tercerdaskan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Bila jaringan internet terkoneksi, masyarakat bisa manfaatkan untuk kebutuhan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA, bahkan Perguruan Tinggi pada pembelajaran Daring saat ini. Kebutuhan Pemerintahan seperti Pemdes, BPD, PKK, Posyandu, BPNT, PKH dan lainnya hingga kebutuhan masyarakat umum seperi ekonomi, sosial, politik, hukum, agama dan kriminalisasi. Semua itu luput dari informasi,” terangnya.

Namun sampai saat ini, keluhan pilu yang mengisahkan tangisan pada masyakarat Sampungu itu, tidak pernah dilirik oleh Pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

“Mulai dari pertama adanya Desa Sampungu hingga saat ini, bahkan mungkin untuk seterusnya, masyarakat tidak akan pernah merasakan kehidupan di era modern layaknya desa lain pada umumnya di Kabupaten Bima. Sekalipun masalah itu dibahas di Pemerintah Kabupaten, hanya berbuah Pemberi Harapan Palsu (PHP),” pungkasnya. ILY

Share
  • 42
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Dompu, Bimakini. – Guna memastikan pengunjung objek wisata di wilayah Kecamatan Pajo, taat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dan aman. Kapolsek Pajo, IPTU Abdul...

Peristiwa

Mataram, Bimakini. – Budaya Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat beragam. Mulai dari seni tari, pewayangan, alat musik tradisional hingga sistem penanggalan atau...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Diduga mencuri emas saat korban berangkat shalat Idul Fitri 1442 H, seorang pemuda (21) asal Dusun Ketontembi, Desa Karamabura, Kecamatan Dompu...

Ekonomi

Dompu, Bimakini.-  Karena masih dianggap baru dan belum beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sejumlah pedagang menolak uang kertas Rp75 ribu dari konsumen. Kenyataan itu...