Connect with us

Ketik yang Anda cari

Jalan-jalan

Obyek Wisata Madaprama Kotor, Kadisbudpar Dompu Diminta Dicopot

Dompu, Bimakini.- Kawasan wisata Madaprama, Kecamatan Woja, yang sebelumnya bersih dan cantik, kini nampak dibiarkan kotor serta kumuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Madaprama, Abdul Habil, meminta agar Bupati Dompu mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Dompu.

“Kadisbudpar kami nilai telah gagal dan tidak bertanggung jawab dalam memelihara dan mengembangkan wisata Madaprama. Maka sudah sepantasnya untuk dievaluasi dan dicopot,” tegas Abdul Habil pada media ini, Kamis (22/4/2021).

Menurut dia, wisata Madaprama merupakan satu-satunya wisata kolam renang terbesar yang ada di Kabupaten Dompu. Selama ini, dimanfaatkan sebagai kolam renang bagi siswa-siswi SD, SMP hingga SMA sebagai tempat praktek olahraga renang.

“Hampir setiap hari guru olahraga di Dompu mempertanyakan eksistensi wisata Madaprama. Tetapi sayangnya tidak dikelola dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah. Padahal, jika dikelola dengan baik, maka ini merupakan sumber pendapatan asli daerah,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskanya, para pemuda dan mahasiswa Desa Madaprama sebelumnya meminta agar wisata itu dikelola oleh Pokdarwis. Mengingat Pemerintah Daerah melalui Disbudpar sebagai pengelola dinilai tidak memiliki inovasi dalam meningkatkan dan memajukan wisata tersebut.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Selain itu, lanjutnya, jika Pokdarwis bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan mengelola wisata Madaprama dengan baik maka pemuda pengangguran di Desa Madaprama dapat dijadikan sebagai karyawan untuk merawat, memelihara dan mengembangkan wisata itu.

Tetapi permintaan itu justru ditolak mentah-mentah Kadisbudpar Kabupaten Dompu. Alasannya, Pemerintah Daerah telah banyak menghabiskan anggaran untuk pengembangan wisata Madaprama.

“Kadisbudpar memang mendistribusikan proyek berupa bangunan di wisata Madaprama. Tetapi hanya dijadikan ajang untuk mencari keuntungan segelintir orang. Setelah itu dibiarkan, tidak dirawat sehingga tidak memiliki nilai jual untuk para pengunjung. Sekarang terlihat tumpukan sampah berserakan, kotor dan kumuh bagaikan kandang ternak,” cetus dosen muda ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Dompu, ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengenai persoalan tersebut, belum merespon. AZW

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Olahraga & Kesehatan

Mataram, Bimakini.- Dalam rangka memeriahkan liga 3 Bank NTB Syariah PSSI NTB, Karman BM bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Nusa Tenggara Barat...

Opini

Oleh : Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima)   Penerapan konsep “LAWATA” dalam internalisasi nilai-nilai di Polres Bima-Kota (media Bimantika 15 July...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Diduga menyimpan, menguasai dan menjual narkoba jenis sabu-sabu, seorang waria bernama Anggun alias Agus (34) asal Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja ditangkap...

NTB

Mataram, Bimakini.- Kejuaraan Bola Voli antar pelajar SLTA sederajat se NTB memperebutkan Piala Gubernur dimulai, Minggu (7/8/2022) di GOR Mini, Gerung, Lombok Barat. Sebanyak...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Bentrokan komunal hingga aksi main hakim sendiri yang terjadi di wilayah Bima beberapa hari belakangan ini, membuat Polres Bima terus menggencarkan Patroli Cipta...