Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Tuding Pemuda Jadi Penghalang, Kadisbudpar Dompu Dinilai Keliru

Dompu, Bimakini.- Pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Dompu, H Khaerul Insan, yang menuding sekelompok pemuda dan mahasiswa Desa Madaparama, Kecamatan Woja, sebagai penghalang dalam peningkatan fasilitas obyek wisata Madaparama, dinilai keliru dan tidak mendasar.

Hal itu ditegaskan salah satu pemuda Desa Madaparama, Abdul Habi, kepada media ini, Jumat (23/4/2021) malam.

“Tidak ada pemuda dan mahasiswa yang menghalang-halangi. Faktanya, tahun 2020 hingga beberapa bulan terakhir, obyek wisata itu dibuka dan dikelola oleh Disbudpar. Tapi sekarang tiba-tiba ditutup dan tidak terurus,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskanya, pada akhir tahun 2019, wisata Madaparama memang pernah dikelola pemuda dan mahasiswa desa setempat. Tetapi hanya berlangsung selama tiga minggu. Dalam seminggu, hanya tiga hari dibuka. Penghasilan selama 9 hari itu dipergunakan untuk insentif pegawai sementara (pemuda desa) yang bertugas 7 orang dalam satu hari.

“Setelah itu kami tutup sembari menunggu respon dari Pemerintah Daerah, lalu dibuka kembali oleh Disbudpar. Pasca dibuka dan dikelola kembali Disbudpar, wisata Madaparama sampai hari ini terlihat kumuh dan tidak terurus. Jadi tidak ada dan tidak benar kalau mahasiswa dan pemuda menghalangi,” tegasnya.

“Pengelolaan sementara oleh mahasiswa dan pemuda saat itu sebagai bentuk kesadaran kami melihat wisata Madaparama yang tidak dirawat dan tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah, terutama Disbudpar Dompu,” sambungnya lagi.

Diakuinya bahwa saat itu telah berlangsung dialog antara mahasiswa, pemuda dan Kadisbudpar Dompu di obyek wisata Madaparama. Dialog itu berakhir dengan kesepakatan bahwa tuntutan agar wisata Madaparama dikelola oleh Pemerintah Desa dan pemuda akan ditindaklanjuti dan akan melaporkan kepala Bupati.

“Hingga saat ini, tidak ada informasi. Artinya, kami hanya di PHP oleh Kadis Pariwisata itu,” uraiannya.

Diungkapkannya, para pemuda dan mahasiswa berharap kerjasama dan ingin mengelola wisata Madaparama, karena merasa prihatin dengan kondisi yang tidak terurus. Selain itu, tujuannya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat desa.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Menurutnya, jika wisata Madaparama dikelola dengan baik oleh Pemerintah Desa dan pemuda, maka akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat sekitar. Dimana akan tercipta lapangan kerja baru untuk masyarakat, lebih khusus adalah pemuda pengangguran untuk merawat dan mengembangkan wisata Madaparama.

“Soal wisata Madaparama yang ingin dikelola oleh Pemerintah Desa, mahasiswa dan pemuda, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa, tokoh-tokoh dan masyarakat desa. Semuanya menyetujui hajatan bersama itu, tinggal menunggu persetujuan Bupati,” tuturnya. AZW

Share
  • 129
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Seorang suami asal Dusun Sorilandi, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, membacok istrinya yang sedang berbaring. Kasus tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-Personel Polres Bima Kota yang bertugas pada sejumlah Pos Pengamanan (PAM) dan Pos Pelayanan (YAN) di wilayah hukum Polres Bima Kota, membagikan...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Apriansyah (16) asal dusun Pelita, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu hingga kritis. Empat terduga pelaku yang...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Polsek Langgudu membubarkan aksi Pungutan Liar (Pungli) oleh sekumpulan anak muda di Jalan Lintas Tente Karumbu, tepatnya di tempat wisata Sori Na’e...