Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Jalan Lintas di Donggo Rusak, Warga Blokade Jalan dan Tanam Pisang

Warga yang memblokade jalan dan menanam pisang di jalan rusak.

Bima, Bimakini.- Laskar Terpelajar Donggo – Soromandi (LTDS) memblokade jalan dan menanam pisang di jalan rusak. Rabu Sore, (19/5) tepatnya di Desa O’o, mereka memasang baliho bergambar Bupati dan Wakil Bupati Bima yang disandingkan dengan potret kerusakan jalan.

Dalam baliho itu, terulis “Selamat Datang di Negeri Seribu Lubang”.  Juga menggantung gambar anggota DPRD Dapil III pada pohon pisang tersebut. Meja dan kursi juga dipasang di jalan  sembari minum kopi.

Murad Fadirah menyatakan aksi ini sebagai respon atas lambannnya respon Bupati dan Wakil Bupati Bima akan kebutuhan infrastruktur jalan. “Jalan di Desa O’o,  Kala,  Kamunti dan Ndano Nae mengalami kerusakan.  Bupati dan Wakil Bupati Bima tidak pernah merespon. Padahal 2020 lalu, kondisi jalan yang sangat parah ini, pernah dilewati mereka saat kunker,” ujar mahasiswa kelahiran Desa O’o ini.

Menurutnya, Pemkab Bima tidak punya kepedulian sama sekali melayani kebutuhan dasar masyarakat Donggo. Pemkab terkesan tidak punya itikad baik.  “Bagi kami, jalan yang bagus, indah, dan layak adalah hak semua masyarakat Bima yang bukan hanya penting untuk aksebilitas ekonomi, politik, dan budaya. Melainkan penting untuk kemanusiaan. Tidak perlu jadi pemimpin,  cukup jadi manusia, maka akan berempati pada kondisi masyakat yang ditelantarkan pembangunanya,” tegas Murad.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sementara itu, Wahyudin Alwalid menyatakan, kondisi jalan diberbagai desa di Kecamatan Donggo mencerminkan buruknya paradigma dan kebijakan pembangunan daerah. Ditambah lagi peran Pimpinan DPRD, khusus anggota DPRD Dapil III yang lemah.

Dia menambahkan, berdasarkan data Pemkab Bima dalam LKPJ Bupati Bima 2016-2019 ditaksir Rp500 miliar lebih APBD dialokasikan pada Dinas PUPR.  Anggaran itu dimaksudkan untuk peningkatan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi. Termasuk perincian untuk rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur  tersebut.

“Sejak 2016 jalan di O’o,  Kala,  Kamunti dan Ndano Nae mulai memperlihatkan tanda-tanda kerusakan. Hingga pada tahun 2021 kerusakan sangat parah dan memanjang. Pemda bima tidak benar-benar mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pemeliharan. Saya menduga, porsi anggaran itu ditimbun perut-perut serakah di Pemkab,” tegasnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sementar Kur’an Kritizs menambahkan,masyarakat berhak mendapatkan keadilan.  KAR

Share
  • 20
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Aksi unjuk rasa yang dilakukan Front Perjuangan Rakyat (FPR) di depan Kantor Bupati Bima, Senin (26/7/2021) membuahkan hasil. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggedor Kantor Bupati Bima, Senin (26/7). Dalam aksinya FPR mempersoalkan kerusakan infrastruktur jalan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kondisi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Donggo alami kerusakan. Maka dibutuhkan perhatian, agar masyarakat dapat nyaman melaluinya. Pemuda Kecamatan Donggo, Irawan mengatakan,...