Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Prihatin Kondisi Korban Banjir, BSMI Rutin Periksa Kesehatan Warga

Bima, Bimakini.- Satu bulan sudah banjir bandang meluluhlantakkan tujuh kecamatan di Kabupaten Bima. Para korban banjir bandang, terlebih pada daerah terparah terdampak banjir, hingga kini masih membutuhkan bantuan mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga untuk kesehatan mereka.

Salah satu organisasi kemanusiaan, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) cabang Kota Bima, hingga kini intens bergerak sekaligus mendengarkan keluhan mereka. Minggu (2/5/2021) kemarin, BSMI kembali menyalurkan berbagai macam bantuan kebutuhan korban terdampak terparah di Desa Leu, Kecamatan Bolo.

“Terhitung kali ketiga ini kita turun ke Desa Leu. Kita menyalurkan berbagai macam bantuan dari donatur. Salah satunya teman-teman kita yang ada di Australia,” ujar Ketua BSMI Kota Bima, H. Muhammad Akbar, kepada media ini.

Sejumlah bantuan ini papar Akbar, mulai dari kebutuhan para korban terdampak banjir bandang di bulan Ramadan serta bantuan perabot rumah tangga. Dan yang lebih penting katanya, memeriksa kondisi kesehatan mereka pasca-diterjang banjir bandang.

Untungnya sejumlah pihak ataupun donatur mempercayakan BSMI untuk menyalurkan bantuan ke para korban terdampak. Pihaknya pun memprioritaskan kepada korban yang benar-benar parah, seperti yang rumahnya hanyut dan kini hanya bertahan di bawah terpal pengungsian.

Pantauan media ini, posko pengobatan gratis yang dibuka BSMI tepat di bantaran sungai Desa Leu, diserbu masyarakat sekitar. Terlebih korban terdampak banjir yang dilanda penyakit.

Usai mendapatkan pelayanan kesehatan, warga sekitar juga diberikan bantuan lain, seperti sarung serta pakaian baru untuk anak-anak, dewasa hingga orang tua.

“Ada juga sedikit buah kurma untuk berbuka puasa. Semoga dengan sedikit pemberian kita ini dapat meringankan beban mereka. Harapannya kita donatur lain terus mengalir dan tetap membantu, karena mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Dan terima kasih banyak kepada donatur, khusus dari Australia ini,” ucapnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini lanjut Akbar, pihaknya menggandeng para tenaga kesehatan. Mulai dari tenaga dokter, perawat dan lainnya. Tujuannya, untuk benar-benar menangani keluhan penyakit korban banjir bandang.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Diakui salah satu dokter yang menangani warga sekitar, dr Anastasya, meskipun satu bulan berlalu banjir bandang, warga diakui masih banyak mengalami gatal-gatal dan penyakit penyerta lainnya. Ragam penyakit ini diakuinya banyak dirasakan pasca.banjir melanda.

Untuk itu katanya, perlu penanganan serta perhatian serius serta berkelanjutan untuk menangani para korban terdampak banjir bandang agar benar-benar sembuh dan bebas dari penyakit. KR

Share
  • 18
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Dompu, Bimakini. – Guna memastikan pengunjung objek wisata di wilayah Kecamatan Pajo, taat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dan aman. Kapolsek Pajo, IPTU Abdul...

Peristiwa

Mataram, Bimakini. – Budaya Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat beragam. Mulai dari seni tari, pewayangan, alat musik tradisional hingga sistem penanggalan atau...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Diduga mencuri emas saat korban berangkat shalat Idul Fitri 1442 H, seorang pemuda (21) asal Dusun Ketontembi, Desa Karamabura, Kecamatan Dompu...

Ekonomi

Dompu, Bimakini.-  Karena masih dianggap baru dan belum beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sejumlah pedagang menolak uang kertas Rp75 ribu dari konsumen. Kenyataan itu...