Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Uang Kertas Nominal Rp75 Ribu Ditolak Pedagang

Uang kertas Rp 75 ribu.

Dompu, Bimakini.-  Karena masih dianggap baru dan belum beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sejumlah pedagang menolak uang kertas Rp75 ribu dari konsumen. Kenyataan itu juga mengejutkan pembeli.

Seperti yang dialami Johan warga Matua Kecamatan Woja Dompu, Jumat(14/5). “Ketika uang nominal Rp 75 ribu itu saya gunakan untuk beli Sate, pedagang tidak percaya dan menolak,” katanya.

Namun setelah dijelaskan itu uang nominal terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesi, pedagang Sate di Cabang Soriutu itupun tetap ragu. Bahkan lama memegang dan meraba serta menerawangnya.

Pedagang kuatir  uang palsu dan uang kertas mainan anak-anak. Namun sebagian pedagang akhiry menerimanya.

Pengalaman yang sama juga dirasakan warga lain. Rama warga Woja yang juga melakukan transaksi dengan uang kertas Rp 75 ribu itu dengan membeli bensin di pinggir jalan. “Saya juga sempat ditolak dengan alasan pedagang bensin itu masih ragu,” katanya.

Rama seraya menambahkan wajar saja mungkin pedagang itu menolak karena uang kertas nominal Rp 75 ribu dianggap baru dan belum beredar luas.

“Namanya juga baru pak wajar masih diragukan sebagian warga,” kata Budi warga Dompu lainya.

Padahal melansir dari Akun Instgram resmi@Bank_indinesia,Kamis(13/5)uang Rp 75 ribu merupakan Uang Peringatan Kemerdekaan RI yang diluncurkan tahun lalu.Meski uang khusus,uang baru Rp 75 ribu juga sah digunakan untuk bertransaksi.BE03

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Pembayaran tunai menggunakan uang nominal Rp75 ribu, masih diragukan oleh sejumlah pedagang kecil. Hal itu menyulitkan warga ketika ingin bertransaksi. Padahal pecahan...