Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Kajian dan Data Kebencanaan Benar-benar Diperlukan

Workshop lokakarya penyusunan rencana kontigensi bagi tim dan para pemangku kepentingan.

Bima, Bimakini.- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection Project atau Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana (LLDPP), kerjasama dengan Yayasan Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia, gelar workshop lokakarya penyusunan rencana kontigensi bagi tim dan para pemangku kepentingan.

Workshop dilaksanakan secara konsorsium dengan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Redr Indonesia, Pujiono Centre, Plan International Indonesia didukung oleh European Commission  Humanitarian AId (ECHO), Selasa (03/08/2021) di Aula Kantor Bupati Bima.

Bupati Bima diwakili Bidang Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (Kalak)  BPBD, Aries Munandar, MT mengatakan, kejadian bencana banjir tahun 2016 dan tahun 2021 melanda sebagian wilayah Kabupaten Bima, membuktikan bahwa kajian dan data kebencanaan yang ada benar-benar diperlukan. Maka, kesiap-siagaan menghadapi bencana sangat penting.

“Mengacu pada data, jenis dan intensitas bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Bima yaitu bencana banjir, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan serta tanah longsor,” katanya.

Dari bencana itu, prioritas penanganan penanggulangan bencana Kabupaten Bima yaitu penanganan banjir yang harus ditindaklanjuti dengan kesiapsiagaan terencana dengan baik dan sistematis.

“Karena itu, penyelenggaraan penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana dan terpadu dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana,” ujar Aries.

Manager LLDPP, Aminuddin Magatani mengatakan, Program LLDPP di Kabupaten Bima sudah berjalan sekitar setahun. Rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan, termasuk penyusunan Rencana Kontijensi (Rekon). Sementara ancaman kebencanaan setiap tahun, cenderung mengalami peningkatan dan jadi peringatan untuk semua.

“Seperti bencana banjir beberapa waktu lalu, diharapkan penyadaran dan semangat untuk siapkan sumber daya manusia dan kebijakan termasuk penyusunan Rekon. Sementara tantangan besar yang sulitkan Rekon, yaitu untuk diaplikasikan. Sehingga, butuh komitmen semua pihak untuk hadapi bencana ke depannya,” terang Aminuddin.

Regency Coordinator ADRA, Boycke Andreas disela kegiatan jelaskan, workshop ditujukan agar peserta mengerti dan pahami konsep dasar rencana kontinjensi dan kedudukannya sebagai panduan penyelenggaraan respon darurat bencana. Sehingga, peserta mampu menyusun dokumen rencana kontinjensi di Kabupaten Bima berdasarkan kebutuhan dan prioritas jenis ancaman yang sudah disepakati para pemangku kepentingan.

Pakar dan narasumber yang presentasikan secara Daring yaitu Direktorat Kesiapsiagaan BNPB Dyah Rusniasih, Pujiono Center Sumino, Kasubdit PSKBA Kemensos RI, Kabag Operasi Polres Bima, AKP Herman.

Paparan tatap muka disampaikan oleh Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Kasdim 1608/Bima, BMKG/Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Muhammad Salahuddin Bima Laksita Widomurti. Sementara pemandu yaitu Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima, Gunawan.

Hadir dalam workshop tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Aries Munandar ST, MT didampingi  Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bima, H Fahrudin, MAp, Kasdim 1608/Bima dan Regency Cooordinator ADRA, Boycke Andreas Ginting  Suka. Peserta virtual 25 orang dari para Camat dan OPD terkait. peserta tatap muka 20 orang menggunakan link zoom meeting Dinas Kominfostik kabupaten Bima. ILY

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Muhammad Fakhrur Rodzi (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY/Anggota Persatuan Pemuda Kalampa) Belakangan ini Kabupaten Bima banyak di landa bencana. Baik kebakaran, kekeringan dan...