Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Perkelahian Pemuda di Desa Parangina, Tiga Terluka, Tujuh Rumah Dilempar

Salah satu yang terluka dalam kejadian tersebut.

Bima, Bimakini.- Perkelahian antarpemuda Dusun Due dan Dusun Wodi Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima menyebabkan tiga terluka dan tujuh rumah dirusak. Peristiwa terjadi Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 23.00 WITA.

Kapolres Bima Kota melalui Kasi Humas, IPTU Jufrin mengatakan, dua pemuda terluka dalam perkelahian tersebut. Diduga pelakunya adalah Hen dan korbannya Aldi (24) dan Tasrif (25) warga Dusun Due Desa Parangina. Polisi juga mengamankan dua orang dua orang yakni Hen dan Gal. Selain itu satu orang, warga Dusun Wodi, Ari ditebas.

“Mereka diamankan Personel Gabungan Polsek Sape dan Koramil 1608-03/Sape,” ungkapnya, Sabtu (28/8/2021).

Dijelaskannya, kronologis kejadiannya saat Fitria, bibi Hen berboncengan dengan menggunakan sepeda motor bersama teman laki-lakinya yang berasal dari Dusun Kore Desa Naru melewati gang Dusun Due. Mereka diganggu oleh sekelompok pemuda dari Dusun Due yang sedang duduk berkumpul yang berjumlah sekitar 10 orang.
Kemudian, kata Jufrin, Alfi melakukan pelemparan dengan menggunakan sebilah parang ke arah Fitria.
Atas kejadian itu, kata Jufrin, Fitria memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya. Selanjutnya orang tua beserta beberapa keluarga datang dan mencari Aldi di gang Dusun Due. Namun Alfi sudah kembali kerumahnya untuk mengambil tombak bersama Tasrif.

“Kemudian Aldi dan Tasrif mendatangi kembali keluarga Fitria dan langsung melempar tombak ke arah kerumunan. Namun mengenai sepeda motor yang terparkir di lokasi tersebut.

Akibat dari kejadian pelemparan tombak tersbut, jelas Jufrin, keluarga Fitria membalas dengan pelemparan batu dan memanah, sehingga mengenai Aldi dan Tasrif. Panah menancap di bagian dada sebelah kiri Aldi dan tembus hingga ke lengan.

“Aldi dan Tasrif dilarikan ke Puskesmas oleh teman-temannya yang ada di lokasi kejadian,” ujarnya.

Selanjutnya mendengar adanya kejadian tersebut, warga dan pemuda dari dusun Due Desa Parangina berkumpul dan mendatangi keluarga Fitria untuk mencari Hen yang diduga pelaku pemanahan. Namun pada saat tiba di Dusun Wodi pemuda dari Dusun Due mendapat perlawanan dari warga dusun Wodi dan terjadilah aksi saling lempar menggunakan batu.

“Selanjutnya personel Polsek Sape dan Koramil 1608-03/Sape tiba di TKP keributan dan langsung menghalau massa yang sedang melakukan aksi saling lempar dan menghimbau warga dari Dusun Due untuk mundur dan kembali ke rumah masing-masing dan meminta agar kejadian tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengamankan Hen yang diduga sebagai pelaku pemanahan terhadap Aldi dan Tasrif,” ujarnya.

Lanjutnya, selang beberapa menit kemudian massa dari Warga Dusun Due Kembali melakukan pelemparan ke arah warga dan rumah di Dusun Wodi. Warga dari Dusun Wodi hanya menunggu dari dalam Gang dan massa dari Dusun Due kembali ke Dusun Due.

Untuk ketiga kalinya, kata dia, warga dari Dusun Due Kembali mendatangi Dusun Wodi untuk mencari Hen, namun dapat dihalau oleh personel gabungan Polsek Sape dan Koramil Sape sehingga warga dari Dusun Due kembali lagi.

Setelah itu personel gabungan Polsek Sape dan Kormail Sape masuk menuju ke Dusun Wodi untuk mengamankan Hen. Hen dievakuasi melewati persawahan di Dusun Wodi karena ditakutkan adanya amukan massa dari Dusun Due.

Setelah itu, kata Jufrin, Hen dijemput personel menggunakan mobil Patroli Polsek Sape diperbatasan Desa Boke dan dibawa Ke Polsek Wawo. Karena adanya isu ada pelaku pemanah lain, sehingga Gal ikut diamankan.

“Sekitar Pukul 00.15 Wita keluarga Aldi mendapatkan isu bahwa Ari saat kejadian ikut terlibat melempar Aldi dan Tasrif sehingga keluarga Aldi kembali mengumpulkan massa dan mencari Ari di Dusun Due Desa Parangina. Saat itu Ari hendak keluar dari rumah untuk membeli nasi namun tiba-tiba datang keluarga dari Aldi melakukan pembacokan yang mengakibatkan Ari alami luka bacok pada lengan kiri,” terangnya.
Personrl Polsek Sape langsung melakukan peleraian dan untuk pelaku pembacokan Ari belum diketahui identitasnya. Korban disarankan berobat ke Puskesmas Sale, namun menolak dan kembali ke rumahnya.

Sekitar Pukul 00.35 unit Intelkam Polsek Sape melakukan penggalangan terhadap keluarga Aldi untuk tidak melakukan aksi penyerangan kembali ke Dusun Wodi dan mengingat Hen sudah diamankan oleh pihak Kepolisian dan sudah dibawa ke Polres Bima Kota. Unit Intelkam Polsek Sape juga meminta untuk sama-sama menjaga keamanan dan tidak melanjutkan hal tersebut.

Setelah melakukan penggalangan di rumah Alfi tiba-tiba datang Ari beserta keluarganya untuk mencari terduga pelaku yang membacok lengannya, namun dihalau Personel Polsek Sape dan Koramil Sape untuk tidak melakukan keributan. Meminta untuk kembali ke rumah dan membawa Ari ke Puskesmas Sape.

Dari kejadian itu, empat rumah di Dusun Due dilempar dan tiga rumah di Dusun Wodi. (BE04)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Puluhan keluarga Sukardin (34) warga RT 14 Desa Bolo Kecamatan Madapangga memblokade jalan. Sukardin tewas, Rabu (18/12) akibat terlibat perkelahian. Blokade jalan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Apes dialami Idham asal RT 12 Dusun 04 Desa Rasabou Kecamatan Bolo. Dia terluka di beberapa bagian tubuh setelah terlibat duel dengan...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini. – Oknum diduga TNI dan anggota Polres Bima Kabupaten, Kamis (27/4/2017) pagi terlibat adu jotos. Baku hantam itu terjadi ketika razia yang...