Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Warga Bima – Dompu Masih Merasa Kehilangan Sosok KH Ramli Ahmad

Sausana dipemakaman KH Ramli Ahmad.

Bima, Bimakini.- Kehilangan Ulama Alquran kharismatik Kota Bima, Drs KH Ramli Ahmad, M.Ap, yang meninggal Ahad (25/7-2021) hingga kini masih dirasakan warga Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu. Bahkan, ada peziarah dari daerah lain di NTB. Hampir setiap hari tempat pemakaman beliau di dekat masjid Al Ghifari Pondok Pesantren Al Husainy, tetap ramai dikunjungi peziarah.

Seperti yang dituturkan Ustaz H Adnin, S.Q, M.PdI, semua orang merasakan kehilangan tokoh karismatik yang faham tentang Alquran di Kota dan Kabupaten Bima. Karena itu, saat dishalatkan di masjid pondok ini ratusan hingga hibuan orang datang menyalatkan beliau. Maka tidak heran masjid hingga pelataran penuh oleh jamaah.

Nasihat yang disampaikan, katanya, teruslah berjuang untuk menegakan Alquran di Bima dan NTB. Juga mengaku lega karena pondoknya mulai mengembangkan tahfiz Alquran. “Saya membangun pondok tahfiz di Kelurahan Kolo Kecamatan Asa Kota atas saran dan nasihat beliau,” ujarnya tak kuasa menahan haru. Dia mengaku sejak pertama mendampingi beliau bersama-sama di Pondok Pesantren Al Husainy Kota Bima.

Bukan hanya itu, Istri Almarhum Hj Fadlun H Abubakar Husen, mengaku hampir setiap hari ada yang berziarah di kubur, selain santri dan penghafal Al Quran yang setiap hari menghatamkan Al Quran. Ada juga ibu-ibu dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bima yang menggelar yasinan bersama. “Saya bersyukur akhir hayat beliau selalu mengajarkan tentang amalan-amalan menuju husnul khatimah. Bahkan, dalam beberapa kali ceramah beliau selalu berkaitan dengan amalah husnul khatimah,” tuturnya.

Ibu empat anak ini, mengaku, almarum selalu menceritakan mengenai kebahagiaan yang tiada terkira atas kehadiran Hisyam, SQ putranya dan mantunya yang menghafal Al Quran, sehingga keinginannya untuk menghidupkan tahfiz di pondoknya terlaksana. Saat ini ada sekitar 50 santri penghafal Al Quran sedang belajar di Ponpes Al Husainy. “Beliau beberapa kali mengungkapkan ekspresi kebahagiaan atas kembali anak dan mantunya di Pondok ini,”ucapnya tak kuasa menahan deraian air matanya.

Kata putri TG H Abubakar Husain ini, tidak ada alamat mengenai kembalinya kehadirat Ilahi suami tercinta dan kakandanya, tetapi ini adalah ujian buat semua warga di Bima. “Terutama saya dan anak-anak, mantu, dan keluarga besar kami agar ikhlas dan tetap tegar menghadap ujian Allah SWT dalam melanjutkan misi besar beliau agar tetap lahir qari dan qariah, hafiz dan hafizah dan keahlian lain di pondok yang ditinggalkan beliau ini,” katanya dan berdoa semoga Allh SWT merahmati beliau di alam kubur sana. NAS

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Banyak cara dilakukan siswa yang ingin mengungkapkan perasaan senang dan bahagia, terutama ketika mereka paham betapa besarnya jasa seorang guru yang mendidik...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-Pasca-wafatnya Pimpinan Ponpes Al-Husaini Kota Bima, H Ramli Ahmad akibat terpapar Covid-19, Kamis (29/07) tim dari Dikes dan Labkesda Kota Bima melakukan...

CATATAN KHAS KMA

    ‘’SAYA kadang berpikir, orang Amerika itu lebih islami dari kita umat Islam,’’ kata saya. ‘’Kok bisa?,’’ katanya singkat dengan ekspresi kaget. Kata...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Ulama kharismatik yang juga Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Husainy Kota Bima, TGH H Ramli H Ahmad menghembuskan nafas terakhir di Rumah...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Upacara Peringatan Hari Santri Nasional IV 2018 Kota Bima, di halaman Pondok Pesantren Al Husainy, Senin (22/10), berlangsung hidmat. Komandan upacara dipimpin...