Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Catat, Operasi Patuh Rintam 2021 Digelar 14 Hari

Kapolres Bima Kota, AKPB Henry Novika Chandra, SIK, MH saat menyematkan tanda dimulainya operasi patuh rintam 2021.

Kota Bima, Bimakini.- Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H memimpin apel gelar operasi patuh Rinjani – Tambora 2021, apel diikuti TNI, Brimob, Sat Lantas, Dalmas, Dishub, dan lainnya, Senin (20/9/2021).  Operasi dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 September hingga 3 Oktober 2021.

Operasi yang digelar  dalam bentuk operasi Harkamtibmas dengan mengedepankan preventif dan penegakan hukum secara persuasif dan humanis.  Diharapkan operasi patuh Rinjani Tambora (Rintam) dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas maupun dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Sehingga dapat menurunkan fatalitas korban laka lantas dan menekan penyebaran covid-19 di NTB dengan mengedepankan giat preemtif dan preventif serta gakkum sebagai langkah terakhir dengan pertimbangan keselamatan,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, sekitar dua tahun sudah dilaksanakan operasi patuh dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk itu, dalam pelaksanaan operasi cara bertindak, target dan sasaran diarahkan untuk kelancaran lalu lintas.

Dijelaskannya, sesuai instruksi Mendagri Nomor 41 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), baik  level 3, level 2 dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di tingkat desa dan kelurahan sudah berjalan optimal. Semua harus optimis bisa melalui pendami ini.

“Berdasarkan kalender operasi Polri yang telah ditetapkan, Polda NTB menyelenggarakan operasi kepolisian kewilayahan tingkat Polda dan Polres/ta dengan sandi Patuh Rinjani 2021,” ujarnya.

“Operasi ini tujuanhya untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19.  Tentunya hal ini tidaklah mudah, sehingga pola kerja dan cara bertindak yang disusun haruslah sinergis, saling berkaitan antara unit kerja satu dengan unit kerja lainnya, sinergitas Polda NTB,” ujarnya.

Disampaikannya, perbandingan data jumlah pelanggaran lalu lintas yang ditindak pada pelaksanaan operasi patuh rinjani-2020 sebanyak 10.806 pelanggar. Periode yang sama pada pelaksanaan operasi patuh Rinjani -2019 sebanyak 20.306 pelanggar.

“Terjadi penurunan penindakan sebanyak -46 persen, dari jumlah pelanggaran yang ditindak dengan teguran secara umum, dari hasil evaluasi tersebut di atas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan helm sni, safety belt dan pelanggaran terhadap rambu/marka jalan,” terangnya.

Lanjut Kapolres, perbandingan data jumlah kasus laka lalu lintas yang terjadi pada pelaksanaan operasi patuh rinjani-2020 sebanyak 26 kasus laka. Dibandingkan dengan periode yang sama pada pelaksanaan operasi patuh rinjani-2019 sebanyak 33 kasus.  “Terjadi penurunan kasus laka sebanyak -21 persen, dari jumlah kasus laka yang terjadi dengan dominan disebabkan oleh sepeda motor dan mobil penumpang serta profesi pelaku adalah karyawan swasta dan mahasiswa/pelajar,” ujarnya. (BE04)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Polres Bima Kota  menyalurkan bantuan kemanusaain kepada korban kebakaran di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Bantuan dalam bentuk beras,...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Tim Cobra Alpa Sat Resnarkoba Polres Bima Kota meringkus dua terduga pelaku Narkoba, Ahad (3/10/2021).  Penangkapan tersebut setelah adanya informasi dari...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Seorang pelaku perampasan sepeda motor diringkus Tim Puma Polres Bima Kota, Jumat (1/10/2021). Modus pelaku dengan meminta diantar, setelah itu merampas...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Seorang warga di Kota Bima kembali ditemukan tewas bunuh diri, Ahad (26/9/2021). Seorang pria 34 tahun, Jauhar, warga Kelurahan Rite, diduga...