Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Kapasitas Pelabuhan Bima Terbatas, Parkir Kapal Bisnis Hingga Berminggu-Minggu

Syaifuddin (kiri)

Bima, Bimakini.- Aktivitas Kapal di Pelabuhan Bima, sering melebihi kapasitas sandar. Hal itu diungkap oleh Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bim Syaifuddin a,  saat ditemui di kantornya baru ini.

Syaifuddin mengatakan, dengan luas terminal satu 100 meter, operasi kapal muatan barang yang kapasitasnya 1.000 ton dibongkar hingga dua hari. Kalau 5.000 ton, bongkarnya lima sampai tujuh hari.

“Sementara terminal dua, luasnya 194 meter untuk sandar kapal muatan penumpang dan 100 meter dibagi dua untuk sandar kapal muatan barang serta untuk sandar perahu kecil yang datang dari Kabupaten Bima wilayah seberang laut. Juga jadi tempat sandar perahu yang muat ikan,” katanya.

Menjadi kendala sehingga kapal tidak bongkar muatan sesuai target sambungnya, karena tempat. Di terminal satu, kapal yang sandar lebih dari 100 meter, sebagiannya harus parkir. Begitupun terminal dua dengan standar luas tempatnya.

“Kadang kendala lain di terminal dua, tidak tertibnya parkir mobil yang angkut barang. Seperti saat musim panen, jumlah mobil yang angkut barang sangat banyak. Karena parkirnya tidak tertib, sehingga alami kemacetan berminggu-minggu. Bahkan hingga bulanan,” terangnya.

Upaya penertiban untuk permudah parkir mobil terus diupayakan, begitupun kapal dan perahu. Sementara kondisi pelabuhan, terus dibenahi. Dilakukan upaya demikian, karena keberadaan pelabuhan, berdampak baik untuk perkembangan ekonomi masyarakat.

“Upaya lain yang kami lakukan, pelabuhan akan diperluas. Rencananya, akan dibangun tambah ke utara sekitar 100 meter. Tujuannya, untuk hindari kemacetan. Karena semakin hari keberadaan kapal maupun perahu yang operasi, semakin bertambah,” ujarnya.

Mudah-mudahan permintaan untuk bangun tambah pelabuhan tambahnya, diterima dan dianggarkan secepatanya oleh pemerintah. Karena dengan kondisi saat ini, dalam pendekatan bisnis tentu masyarakat alami kerugian, khususnya dampak dari kemacetan.

“Karena dalam hitungan bisnis, tidak sesuai waktu yang ditargetkan untuk bongkar muatan, tentu semakin banyak waktu dan anggaran yang dihabiskan. Terbatasnya kapasitas pelabuhan ini, berdampak pada kerugian bagi pembisnis,” tutupnya. ILY

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Ada masalah yang tengah dihadapi para pengusaha Pelayaran Rakyat (PELRA)  di Pelabuhan Bima. Sejumlah kapal barang terpaksa tidak bisa berlayar lantaran...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- 871 penumpang  KM Binaiyah  dari Makassar, Kamis (9/4) malam bersandar di Pelabuhan Bima. Petugas Tim Gugus Siaga Covid-19 Kota Bima memeriksa...

Peristiwa

Kota Bima,  Bimakini.- Gudang penitipan dan penyimpanan barang di Pelabuhan Bima,  Kamis (13/9) sekitar pukul 16.35 Wita terbakar. Api diduga akibat korsleting listrik di...