Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Panglima Damai Poso Akan Hadiri Bedah Buku di Ponpes Al Madinah Bima

Pembicara dalam bedah buku Muhammad Adnan Arsal Penglima Damai Poso.

Bima, Bimakini.- Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madinah, akan menggelar bedah buku karya Khaoirul Anam dengan judul “Muhammad Adnan Arsal; Panglima Damai Poso”. Bedah buku yang akan menghadirkan Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, sebagai Keynote Speaker, berlangsung Sabtu (18/9/2021) di Ponpes Al Madinah.

Pimpinan Ponpes Al Madinah Bima, Ustadz Bunyamin, SPd mengatakan, selain menghadirkan Bupati Bima, juga sang tokoh dalam buku sendiri, H Muhammad Adnan Arsal, S.Ag, Penulis Buku, Khoirul Anam, Ketua MUI Kabupaten Bima, H Abdurrahim Haris, MA, Dr M Najih Arromdloni. Peserta yang hadir wajib menaati protokol kesehatan, mengenakan masker.

Ustadz Bunyamin, menjelaskan, buku ini menarik untuk dibaca, untuk mengetahui gambaran mengenai kondisi Poso saat konflik dan saat ini. Konflik berdarah yang terjadi di Poso sejak 1998 tidak menyisakan apa-apa, selain duka dan sesal yang tak berkesudahan. “Bahkan hingga kini, puluhan tahun setelah konflik mencekik, Poso masih kerap dilekati stigma sebagai kawasan berbahaya,” ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Padahal, kata dia, nyatanya tidak demikian, Bumi Sintuwu Maroso itu adalah wilayah asri yang sangat menarik untuk dikunjungi –atau bahkan ditinggali.  Salah satu tokoh sentral penjaga perdamaian di Poso adalah Haji Adnan Arsal, Panglima umat muslim Poso ini mengawal perdamaian di wilayahnya dengan melakukan kontekstualisasi jihad; dari yang semula mengangkat senjata menjadi jihad dengan mengangkat pena (pendidikan). Dia –dan sebaiknya kita semua—percaya bahwa kekerasan, sekalipun yang diatasnamakan agama, hanya akan membuat kita sengsara.

“Buku ini menegaskan fakta bahwa konflik di Poso sudah selesai, dan mengingat banyaknya kerugian dan kemalangan yang dialami masyarakat, maka aksi teror dan kekerasan –apa pun bentuk dan motifnya— tak boleh diberi ruang di bumi Indonesia,”  terangnya

Dijelaskannya, acara bedah buku ini dimaksudkan untuk menguatkan narasi perdamaian dan kemanusiaan, sekaligus meneguhkan pentingnya moderasi dalam beragama dan berkebangsaan.  Agar Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang damai dan sejahtera. “Konflik di Poso tak boleh diduplikasi di tempat-tempat lain. Hentikan teror sekarang juga,” tegasnya. (BE04)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Konflik berdarah di Poso, Sulawesi Tengah menjadi catatan kelam Bangsa Indonesia. Konflik yang hanya mendatangkan luka dan kepedihan bagi perjalanan bangsa...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Momen bulan Ramadan benar-benar dimanfaatkan Komandan Resort Militer (Danrem) 162/WB Brigadir Jenderal Ahmad Rizal Ramdani S.Sos, SH, M.Han. Kali ini, menyerahkan bantuan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia (RI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madinah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima berlangsung dipimpin...