Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Pompa dan Bor Air Tak Kunjung Terealisasi, Warga Kalampa Blokade Jalan

Aksi blokade warga.

Bima, Bimakini.-Ratusan warga Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, kembali memblokade jalur utama yakni jalan lintas provinsi sekitar. Aksi blokade jalan berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore hari Rabu (15/09).

Aksi blokade jalan ini diakui warga, sebagai bentuk protes mereka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, yang telah menjanjikan kepada mereka untuk menghadirkan pompa dan bor air, untuk mengatasi masalah kesulitan air di desa mereka dari tahun ke tahun.

Akibat aksi blokade jalan ini, lalu lintas sekitar macet total dan antrian kendaraan mengular panjang sejak pagi hari hingga menjelang sore harinya.

“Janjinya sejak dari Bulan Mei lalu, tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan. Kami ini sangat kekurangan air, capek dan tahun ke tahun begini terus,” ujar Korlap Aksi Sultan Maulana menjawab media ini Rabu siang.

Pemda dinilai warga, sengaja menutup mata atas penderitaan mereka, lantaran kekurangan air bersih ini adalah penyakit menahun yang tak pernah ada jalan keluarnya. Terlebih kebutuhan air bersih adalah kebutuhan yang sangat vital.

“Masalah air bersih ini sudah lama. Dari kami kecil sampai dengan sekarang dan tidak ada pernah ada jalan keluar atau solusinya dari pemerintah. Masa mau begini terus. Mana janjinya,” teriak warga lainnya.

Warga mendesak agar pemerintah mencarikan solusi terbaik segera agar kebutuhan mereka teratasi. Pun dengan janji mereka untuk menghadirkan pompa dan bor air agar segera direalisasikan.

Karena diakui warga, cukup lelah dengan mencari air dari ujung ke ujung kampung hingga harus membelinya saban hari. Itu pun harga air kian mahal dan jarang yang membawa ke desa mereka.

Padahal diungkapkan warga, beberapa bulan lalu pemerintah sudah berjanji akan menghadirkan pompa air bersih. Namun tak kunjung terealisasi dan bahkan tidak ada kabarnya sama sekali.

Pantauan media ini, tidak hanya memblokade jalan, warga mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan pemuda sekitar jua membawa jeriken kosong dan disimpan berserakan di tengah jalan. Jeriken ini lah lanjut mereka yang dibawa warga Kalampa saban harinya dari tahun ke tahun untuk mencari air.

“Pokoknya kalau tuntutan kami belum juga direspon dan bor air atau pompa belum dihadirkan maka pemblokiran jalan akan terus berlanjut sampai ada solusi dari pemerintah,” pungkasnya. IKR

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Mengantisipasi  krisis air bersih memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima melakukan pemetaan...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.-  Krisis air bersih masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat Kota Bima. Apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau. Distribusi air bersih...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Krisis air bersih berkepanjangan dialami masyarakat Kota Bima belum juga dapat dituntaskan. Setiap tahun warga mengeluhkan kebutuhan air bersih. Di Kota...