Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Bima Termasuk Salah Satu Wilayah Terpanas dan Terkering di Indonesia

Kondisi lahan mengalami kekeringan.

Oleh : Afriyas Ulfah,SST
( Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB)

Wilayah Bima merupakan wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak di ujung Timur Pulau Sumbawa. Bima sendiri terbagi menjadi dua daerah pemerintahan yaitu Kota Bima dan Kabupaten Bima. Kondisi topografi di wilayah bima sangatlah beragam, tetapi sebagain besar merupakan dataran tinggi dengan dikelilingi garis pantai yang cukup panjang. Gunung Tambora, sebagai salah satu gunung tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat setelah Gunung Rinjani, terletak di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, yang membuat cuaca dan iklim di wilayah Bima semakin bervariasi.

Dengan adanya kondisi cuaca dan iklim tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat memasang puluhan alat cuaca/iklim baik yang kinerjanya otomatis maupun manual, tersebar diseluruh Kota Bima maupun di Kabupaten Bima, serta adanya UPT utama yaitu Stasiun Meteorologi Salahuddin Bima yang semakin mendukung data cuaca dan iklim di wilayah Bima.

Bima terkenal dengan daerah yang cukup panas dan kering. Berdasarkan data Hari Tanpa Hujan (HTH) Berturut – Turut yang pernah tercatat di BMKG Lombok Barat lima tahun terakhir, hampir setiap tahunnya wilayah Bima mengalami HTH lebih dari 150 hari atau bisa dikatakan 5 (lima) bulan tanpa hujan. Rekor HTH terpanjang yang pernah tercatat yaitu selama 246 hari atau lebih dari 8 (delapan) bulan tanpa hujan yang terjadi di wilayah Sape, Kabupaten Bima pada tahun 2018. HTH tersebut biasanya terjadi selama musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Barat yaitu berkisar pada bulan April hingga November. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan suhu udara di Bima yang memang terkenal sangat panas.

UPT BMKG Stasiun Salahuddin Bima pernah mencatat suhu udara terpanas di Nusa Tenggara Barat. Suhu udara terpanas yang pernah terjadi di wilayah Bima yaitu sebesar 39.2°C pada 12 Oktober 2004. Nilai tersebut menjadi salah satu suhu udara terpanas yang pernah tercatat di Indonesia. Jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia, suhu udara tersebut membuat wilayah Bima masuk menjadi salah satu kota terpanas disandingkan dengan kota Surabaya – Jawa Timur, kota Semarang – Jawa Tengah, kota Bekasi -Jawa Barat, dan kota Riau – Pekanbaru. Wilayah Bima yang merupakan wilayah paling timur Provinsi Nsa Tenggara Barat, merupakan wilayah yang secara umum paling akhir masuknya musim hujan. Pada prakiraan musim hujan 2021/2022, Bima diprakiraan akan memasuki musim hujan pada Desember dasarian ke II terutama di wilayah Rasanae, Wawo, Sape, Belo dan Wera.

Dapat dibayangkan, kondisi HTH yang panjang, suhu udara yang panas dan musim hujan yang datang paling akhir, pantas membuat wilayah Bima menjadi daerah terkering dan terpanas di Nusa Tenggara Barat juga di Indonesia. Informasi tersebut dapat digunakan masyarakat Bima untuk mempelajari perilaku adaptasi dan mitigasi terhadap kondisi cuaca dan iklim. (*)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh :  Anas Baihaqi, S.P. Sebagaimana dimaklumi bahwa Indonesia adalah negara yang terletak di kawasan garis lintang 0o atau yang biasa dikenal dengan garis...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST (Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB) Pada akhir bulan Maret 2021 Stasiun Klimatologi Lombok Barat NTB telah melakukan diseminasi informasi...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST ( Observer dan Forcaster Iklim BMKG NTB) Masih sangat hangat perbincangan tentang Siklon Tropis “Seroja” yang menghantam wilayah Nusa Tenggara...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P. (Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat) Jika diterjemahkan secara bebas, yang dimaksud dengan “new normal” atau kenormalan yang baru,...