Connect with us

Ketik yang Anda cari

CATATAN KHAS KMA

Sah! Bima TV Digital

Instalasi perangkat Bima TV di Mux TVRI Bima oleh Yanuar, teknisi TVRI Pusat (Jumat, 1 Oktober 2021)

MENJADI pelopor, kadang tidak mahal. Hanya butuh keberanian. Berani berpikir bahwa kita bisa. Itu saja. Jangan berpikir tidak bisa sebelum dicoba. Yang menjadi hambatan paling sulit itu adalah pikiran kita. Atasi itu dahulu, jalan akan terbuka. Itu kata kawan saya suatu waktu.

Nah, kata-kata itu, terus terngiang. Apa betul? Kali ini saya coba untuk menghadapi situasi di mana siaran analog televisi, harus dimatikan. Itu memang bukan sekarang. Tetapi pemerintah menentukan batas akhir waktunya tahun depan, 2 November 2022.  Tetapi secara bertahap sudah dimulai.

Tanda tangan kerjasa antara Bima TV dengan TVRI.

Sebagai salah satu pengelola siaran televisi swasta, saya antusias menyambut itu. Sebab siaran digital itu lebih bagus.  Bening gambarnya, jelas suaranya, canggih teknologinya. Mahal? Relatif. Tetapi kita perlu dukung ini. Negara lain sudah labih awal memulai siaran digital. Amerika bahkan dimulai 2008 lalu, serentak.

Nah hari ini, setelah melalui proses berliku, Bima TV akan memulai siaran digital itu. Kemarin saya hadiri tandatangan perjanjian kerjasama di Transmisi TVRI Bima. Tempatnya, di Doro Na’e, Lambitu Kabupaten Bima. Di ketinggian 830 meter di atas permukaan laut. Hadir mewakili TVRI pusat, Wirianto Hadi Sucipto, Koordinator Pemanfaatan Teknik dan Non Teknik TVRI Pusat. Ada juga  Irma dan Dian Meisita. Keduanya Account Executive, serta Yanuar Mayor, Staf Seksi Teknologi Transmisi. Irma adalah staf TVRI yang sejak awal sudah komunikasi dengan saya soal sewa Mux ini.

TVRI begitu antusias menyambut kemitraan itu, karena Bima TV dinilai paling cepat, paling pertama, dan pelopor migrasi TV Digital di NTB. Juga Indonesia! Perlu hadir empat orang sekaligus untuk menangani proses kemitraan itu. Selain urusan teknis, juga urusan administrasi.

Foto bersama usai pemasangan perangkat dan tandatangan kerjasama.

Begitu siaran Bima TV masuk Multiplexing (Mux) TVRI Bima, tepuk tangan riuh di atas gunung yang masih cukup sejuk itu. Ekspresi kegembiraan terpancar dari para kru TVRI. Tadinya saya berpikir biasa saja. ‘’Ini sejarah. Bima TV telah membuat sejarah. Jadi harus disambut penuh sukacita,’’ kata Hadi.

Untuk NTB 5, penyedia Mux adalah TVRI, tanpa ditender. Infrastruktur mahal itu dibangun sejak 2017 lalu. Teknisi TVRI Bima, Anasrudin harus ke Prancis untuk dilatih mengoperasikan perangkat canggih itu. ‘’Ini buatan Prancis. Saya harus ke sana untuk pelatikan teknik operasi,’’ kata Anas.

Apa itu Mux? Mudahnya begini. Jika selama ini kita sudah terbiasa menerima siaran dari satelit, maka Mux itu boleh dibilang seperti satelit. Kalau siaran dengan satelit, siaran televisi dari bumi dipancarkan ke satelit, kemudian oleh satelit dipancarkan kembali ke bumi. Dengan begitu, memungkinkan siaran bisa diterima di wilayah yang sangat luas. Teknologi siarannya sudah digital. Nah, masyarakat menerima siaran dari satelit  itu dalam bentuk DVB, digital video broadcast. Ya Mux itu seperti satelit tadi.

Cuma bedanya, sateli di angkasa, Mux di bumi. Bedanya lagi, satelit memiliki cakupan siaran yang luas, Mux itu terbatas area layanannya. Untuk Mux TVRI Bima, cakupan siarannya bisa sampai wilayah Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, (perkiraan) Labuan Bajo dan Sumba Barat, NTT.

Mengapa perlunya Bima TV migrasi ke siaran digital? Jika mau tetap bersiaran, maka ini sifatnya wajib ain. Tidak migrasi, maka akan dimatikan. Mengapa tidak menunggu saja batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah? Menurut saya, kalau bisa sekarang, mengapa harus nanti? Dan jadilah Bima TV sebagai pelopor. Kuncinya, ya ikuti nasihat kawan saya tadi. Yang sulit itu pikiran, praktiknya lebih mudah.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, mengucapkan selamat kepada Bima TV.

Mux TVRI Bima, sementara ini baru memancarkan lima siaran digital. Ya satunya Bima TV, yang kemarin sore sudah mulai masuk itu. Selain Bima TV, ada TVRI Nasional, TVRI Budaya, TVRI Sport HD, dan TVRI NTB. Untuk bisa menerima siaran Mux TVRI itu, harus pakai STB, Set Top Box. Ya seperti receiver satelit parabola itu. Tetapi ini khusus pesawat tekevisi yang belum digital.

Nah, akhir pekan lalu saya coba pesawat televisi yang ada di ruangan kerja Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima. Ternyata, sudah digital. Jadi saya tinggal memasang antena dalam, di ruangan M Fakhrunraji itu, siaran pun masuk dengan kualitas sinyal nyaris sempurna.

Apakah hanya lima siaran itu? Nah, TVRI Bima masih akan menerima mitra baru lagi. Semoga sebelum akhir waktu yang ditentukan pemerintah pada 2 November 2022 itu, slot Mux TVRI Bima sudah terisi penuh. Bisa sampai 16 siaran.

Anggota DPR RI, Muhammad Syafrudin, ST., MM.

Masyarakat Bima dan Dompu, silakan mulai menikmati tayangan Bima TV, beli STB dan pasang antena luar. Nikmati tayangan digital tanpa gerimis apalagi kresek-kresek.

Bagaimana dengan pembiayaan? Saya yakin ada jalannya. Doakan saja. Saya ingin setiap kita, masyarakat Bima, juga Dompu, bangga dengan satu-satunya LPS di Pulau Sumbawa ini. Seperti masyarakat Bali yang bangga pada Bali TV. Piihan nama Bima, juga karena alasan itu. Menggaungkan nama daerah.

Harusnya, hari ini seharian, Bima TV bersiaran langsung dari kediaman Wali Kota Bima. Sudah direncanakan dengan matang. Selain bincang dengan Wali Kota, H Muhammad Lutfi, SE, juga dengan Ketua DPRD Kota Bima, Alvian Indrawirawan. Karena acaranya hingga malam, banyak pimpinan OPD juga akan menjadi narasumber. Dari tempat itu juga, sekalian diluncurkan migrasi siaran Bima TV dari analog ke digital. Juga mematikan siaran analog, Analogue Switch Off (ASO) di Bima.

Saya sudah resmi bersurat kepada Gubernr NTB, Dr Zulkieflimansyah untuk meluncurkan virtual acara itu. Tetapi sayang karena kesibukannya, belum bisa merespon sampai saat saya menulis ini. Saya tidak lagi punya nomor kontak yang aktif. Ya semacam lost contact. Kira-kira seperti itu. Tetapi saya sudah meminta bantuan orang ‘dekatnya.’

Kepsta TVRI NTB, Sannya Damanik.

Berita baiknya, banyak kawan yang sudah memberikan ucapan selamat. Mulai dari anggota DPR RI Muhammad Syafruddin, ST, MM, juga Kepala Stasiun TVRI NTB. Ketua DPRD Kota Bima, juga ketua-ketua perguruan tinggi.  Ada juga dari Ketua Komisi Informasi NTB, Ketua dan Komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) NTB, dan lain-lain. Kejutan bagi saya, adalah Bupati Bima dengan senyum paling cantik, juga mengirim video ucapan selamat. Hj Indah Dhamayanti Putri, siap membangun komunikasi dengan Bima TV untuk bersama-sama membangun daerah.

‘’Saya ucapkan selamat kepada Bima TV yang sudah menjadi pelopor migrasi siaran digital, semoga makin jaya dan bisa bersama-sama membangun Bima,’’ katanya.

Apa pentingnya ini? Ya memotivasi, menginspirasi, sekaligus menggaungkan kampanye ASO itu. Video ucapan itu, akan ditayangkan di Bima TV mulai hari ini.

Hadi, Irma, Yanuar, dan Dian dari TVRI Pusat mengaku sangat bangga dan menyambut antusias kemitraan ini. Daerah kecil mencatat sejarah. ‘’Bagi kami ini luar biasa. Dari kelompok LPS yang migrasi ke digital pada kesempatan pertama, Bima TV menjadi salah satu pelopor,’’ kata Irma.

Kepala Stasiun TVRI NTB, Sanny Damanik juga menyambut antusias dan mengucapkan selamat kepada Bima TV. Demikian pula dengan Ketua dan seluruh Komisioner KPID NTB. ‘’Selamat, Bima TV menjadi LPS NTB pelopor migrasi ke digital,’’ kata Ketua KPID NTB, Ajeng Rosalinda Motimori.

Ketua DPRD Kota Bima, Alvian Indrawirawan.

Kepeloporan itu hanya awal. Bukan akhir, juga bukan tujuan. Yang substansi dan lebih penting itu, adalah mengisi dan memperjuangkan. Saat ini, Bima TV bersiaran mulai pukul 07.00 sampai 24.00 Wita. Sepanjang waktu itu, kru harus berjuang mengisinya dengan konten bermanfaat. Pendidikan, dakwah, politik, hukum, kesehatan, dan life skill.

Kami ingin membangun komunikasai dengan semua kalangan, agar bisa sama-sama membangun LPS satu-satunya ini. Bima TV ingin hadir pada semua momentum. Mulai hari ini dan seterusnya, sah, Bima TV memulai siaran digital. Mohon dukungan juga doa. Semoga: Wajah Kita di Sini.  Semoga! (khairudin m. ali)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

SAYA tidak punya pengalaman yang cukup untuk menulis tentang olah raga. Sejak pertama menjadi wartawan pun, saya lebih banyak menjadi wartawan bisnis, walau kadang...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Suasana riang tampak ditenda pengungsian  sementara warga terdampak kebakaran di RT 11 dan RT 12 Desa Naru Barat Kecamatan Sape Rabu (13/10)...

CATATAN KHAS KMA

SAYA harus sering tulis soal ini. Siaran televisi digital. Ini penting, supaya migrasi dari analog ke digital, bisa berjalan sukses. Literasi televisi digital masih...

CATATAN KHAS KMA

SAYA belum pernah alami ini: handphone tidak bisa dipakai karena panas. Bukan hanya sekali, Tetapi berkali-kali. Juga, bukan hanya saya, tetapi juga dua kawan...