Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Pencairan KUR oleh BNI Dipertanyakan Petani, Jangan Ada PHP

ilustrasi

Bima, Bimakini.- Sebelumnya Petani asal Desa Dena Kecamatan Madapangga sesalkan pihak BNI Cabang Bima karena terlambat pencairan KUR. Kali ini, petani asal Desa Palama kecamatan yang sama justeru tuding pihak BNI Cabang Bima PHP soal pencairan KUR.

“Proses akad pencairan ditandatangi sejak September, hingga saat ini tidak ada realisasi. Ini kan sama saja PHP in petani, padahal dengan dana tersebut satu satunya harapan untuk biaya tanam jagung,” ujar petani asal Palama, Martinus, Ahad (17/10).

Kata Martinus, tahun lalu proses pencairan tidak ribet, tahun ini kita disuruh tanda tangan kredit sebanyak tiga kali.

“Dulu proses pencairan tidak sampai satu pekan, sekarang sudah masuk satu bulan tapi tidak ada realisasi,” kisahnya.

Akibatnya, kami terancam tidak bisa bercocok tanam tahun Ini, karena tidak memiliki modal..

“Kita bakal gagal bercocok tanam tahun ini, karena tidak mungkin ambil uang dari rentenir,” keluhnya.

Dia berharap pihak BNI secepatnya memproses pencairan KUR bagi petani. Sehingga harapan bercocok tanam tahun ini terwujud.

“Semoga pihak BNI membuka hati untuk bantu petani. Karena dana KUR untuk kesejahteraan petani,” pintanya.

Pihak BNI masih dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait masalah tersebut. KAR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Sebanyak 162 petani jagung melakukan penandatanganan massal perjanjian Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Bima, di...