Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Untuk Kebutuhan MH, Petani di Desa Timu Rebutan Pupuk

Pupuk untuk persediaan musim tanam.

Bima, Bimakini.- Untuk kebutuhan di Musim Hujan (MH) tahun 2021, petani di Desa Timu, Kecamatan Bolo, Bima rebutan pupuk, Rabu (13/10). Petani mengambil pupuk di UD An Nur Bara merupakan pengecer Pupuk Urea Subsidi di desa setempat.

Ketua KNPI Kecamatan Bolo, Nuryadin mengatakan, rebutan pupuk seperti ini menjadi tontonan gratis setiap tahun. Kondisi tersebut bukan di Desa Timu saja, tapi menjadi langganan tiap desa yang ada di Kecamatan Bolo.

“Rebutan pupuk ini masalah klasik yang belum mampu diatasi oleh pemerintah,” ujar Egis sapaannya saat pantau petani rebut pupuk di Timu.

Kata Egis, jatah pupuk yang direbut ini sebenarnya jatah Musim Kemarau (MK) II, yakni untuk kebutuhan tanaman saat ini. Namun masyarakat petani merebut pupuk untuk kebutuhan di MH mendatang, jika tidak rebut pupuk maka kebutuhan MH pasti tidak tercukupi.

“Pemerintah jangan diam saja, tapi segera ambil sikap untuk mengatasi masalah klasik ini,”  ujarnya.

Ditambahkannya, dirinya merasa prihatin melihat rebutan pupuk seperti ini, mestinya pemerintah harus mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi masalah ini.

“Masalah pupuk adalah duka bagi petani, kita harap pemerintah melalui KP3 mendapat solusi terkait masalah ini,” ungkapnya.

Masyarakat petani Desa Timu, Junari mengaku merebut pupuk untuk kebutuhan tanaman jagung di So Taparasa watasan desa setempat. “Saya rebut pupuk untuk kebutuhan saat ini, yakni pada MK II. Bukan rebut pupuk seperti petani lainnya untuk kebutuhan MH mendatang,” akunya.

Untuk kebutuhan MH mendatang, Ia mengaku membutuhkan pupuk sekitar 10 zak. Yakni persediaan untuk tanaman padi dan jagung. “Tapi karena masyarakat rebutan sehingga yang didapat hanya 1 zak saja,” keluhnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah agar memperhatikan masyarakat petani. Yakni menambah jatah pupuk sehingga kebutuhan petani tercukupi. “Semoga tahun ini masyarakat petani tidak lagi meradang soal pupuk. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah untuk membantu menambah jatah pupuk,” harapnya.

Pengecer Pupuk Subsidi Desa Timu, Ahmad Sag menyampaikan, pupuk yang disalurkan saat ini merupakan jatah untuk MK II. Yakni sebanyak 200 zak atau 10 ton. “Pupuk yang disalurkan saat ini sebanyak 2 ton. Yakni jatah MK II,” ucapnya.

Jatah di Desa Timu untuk satu tahun sebanyak 77 ton, tapi sebanyak 75 ton sudah tersalurkan. Sehingga sisa jatah masih 2 ton yang belum disalurkan. “Harga pupuk disepakti Rp. 130 per zaknya tapi tidak paketan dengan pupuk Non Subsidi,” tutup pemilik UD An Nur Bara. . KAR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.-  Masalah pupuk dinilai menjadi persoalan  klasik yang belum mampu diatasi baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Pasalnya, setiap masuk Musim Hujan (MH)...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Pemerintah Desa (Pemdes) Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, mendistribusikan 10 ton pupuk untuk enam kelompok tani yang tersebar di 167 hektar lahan...

Ekonomi

Kota Bima, Bimakini.- Jelang musim tanam petani kelurahan Nitu meminta pada anggota DPRD kota Bima  agar memerjuangkan persoalan kelangkaan pupuk serta harga. Hal itu...

Ekonomi

Bima, Bimakini.-  Ikatan Mahasiswa Roka (Imarok), Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, aksi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima, Selasa. Mereka menuntut dibuatnya...