Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Bupati Bima Akan Bersurat ke Kementrian Soal Harga Bawang Merah

Bupati Bima, Hi Indah Dhamayanti Putri, SE saat menemui massa npetani dan menandatangani surat pernyataan terkait harga bawang merah.

Bima, Bimakini.- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi Wakil Bupati, Sekda, Kapolres dan sejumlah elemen lain bertatap muka dengan massa aksi yang mengatasnamakan diri Aliansi Petani Bawang Merah asal Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, di pelataran Kantor Bupati Bima di Woha, Kamis (18/11).

Sebelum menanggapi tuntutan massa aksi, Bupati Bima menyampaikan rasa empati yang begitu mendalam terhadap petani bawang merah umumnya yang berada di Kabupaten Bima. Yang mana anjloknya harga bawang merah merupakan sesuatu hal yang tidak diinginkan bersama, disisi lain belum adanya pengumpul yang mau membeli bawang merah adalah masalah yang dihadapi saat ini.
“Dalam waktu dekat saya akan bersurat ke Kementrian soal anjloknya harga bawang merah. Bahkan bersedia datang langsung ke Kementrian untuk memperjuangkan nasib para petani,” ucap Bupati Bima.

Sambungnya, pihaknya tidak tinggal diam dan terus memantau kondisi petani, berbagai masalah yang dihadapi seperti anjloknya harga bawang merah dan belum adanya pengumpul yang membeli hasil pertanian adalah duka bagi kita semua.
“Tidak ada kedukaan yang lebih mendalam bagi sosok pemimpin dan pemerintah ketika melihat penderitaan rakyat. Tetapi hal ini harus dicarikan solusi terbaik, sehingga kita akan menyurati Kementrian Pertanian, Perdagangan dan Kementrian lainnya,” tegas Bupati IDP.

Dalam surat nantinya, Bupati Bima menyebutkan akan meminta kepada Kementrian terkait supaya mengedepankan peran Bulog untuk memanfaatkan sekaligus membeli hasil bawang merah yang ada di Kabupaten Bima.
“Kita harap Bulog dapat memanfaatkan dan membeli hasil bawang merah di Bima,” pintanya.

Kita semua harus memahami kondisi saat ini, bahwa pengumpul masih enggan membeli hasil pertanian seperti bawang merah karena belum jelas harga pasaran. Bahkan pasar induk di Jakarta saat ini belum bisa menerima hasil pertanian.
“Saya mengapresiasi kehadiran para petani untuk menyampaikan aspirasi di rumah rakyat yakni di Kantor Bupati, tapi hal seperti ini tidak akan dijumpai titik temu jika tidak dilakukan secara kepala dingin,” bebernya.

Ditambahkannya, terkait infromasi adanya penjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat jangan sungkan untuk melaporkannya, karena hal itu menyulitkan petani sendiri. Terkait hal itu, Sekda selaku Ketua KP3 harus mempertajam fungsi kontrolnya akan peredaran harga pupuk dan obat di Kabupaten Bima.
“Apa yang terjadi hari ini yakin saja sudah dilihat dan didengarkan secara langsung oleh Presiden RI dan kementrian lainnya. Yang tentunya akan bersinergi untuk mencari solusi, sekaligus menyelesaikan permasalahan yang sedang dirundung saat ini,” tutup Bupati.

Pada momentum tersebut, Bupati Bima dan komponen lain membubuhkan tanda tangan di surat pernyataan massa aksi sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh petani bawang merah. KAR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Muhamady Yunus Musim tanam bawang merah yang kedua kalinya untuk kawasan sanggar, saya ikut membersamai seorang kawan (petani migran). Saya terbilang sebentar...

Berita

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten Bima akan membeli bawang petani sebanyak 50 ton. Pembelian dengan skema pelibatan ASN se Kabupaten Bima. Hal itu dibeberkan Bupati...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Massa yang mengatasnamakan Aliansi Petani Bima (APB) menggedor Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Rabu (1/12/2021). Namun aksi berlangsung ricuh setelah aparat menembak...

Peristiwa

  Bima, Bimakini.-  Saat aksi menyoal harga bawang yang anjlok di Kantor Bupati Bima, Kamis  kemarin, rupanya ada seorang warga Desa Renda, Kecamatan Belo,...