Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Aparat Dinilai Represif, Cipayung Bima Ancam Lapor ke Kompolnas dan Komnas HAM

Kelompok Cipayung Bima.

Bima, Bimakini.- Penembakan terhadap massa aksi di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima yang menuntut pendistribusian pupuk, Sabtu (03/12/21), mendapat reaksi dari kelompok cipayung. Mereka mendesak Komnas HAM turun tangan dan dicopotnya Kapolres.

Dalam siaran persnya yan diterima redaksi, kelompok cipayung, yakni HMI Cabang Bima, PC PMII Bima, PC IMM Bima, PD KAMMI Bima, DPC GMNI Bima dan DPC GMNI Kota Bima mengutuk keras tindakan pengendalian massa aksi yang dianggap keluar dari SOP.

Mereka mengancam melapor ke Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS RI) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNASHAM RI).

Aksi unjuk rasa terus dilakukan oleh masyarakat, pemuda dan mahasiswa dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bima selama 2 minggu terakhir. Mereka menuntut pendistribusian pupuk, mahalnya harga pestisida hingga harga hasil tani bawang merah yang tidak sesuai produksi petani. Namun  seringkali disikapi dengan tindakan tindakan represif baik pembubaran paksa masa aksi unjuk rasa dan juga penembakan terhadap masa aksi unjuk rasa.

Pimpinan Cipayung HMI Cabang Bima, Muaidin, PC PMII Bima,  Mirwan, PC IMM Bima, Supriadin, PD KAMMI Bima, Dedi Ardiyansyah, DPC GMNI Bima, Feri Fadlin, dan DPC GMNI Kota Bima, Salahudin, sama-sama mendesak Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI) untuk mengevaluasi khusus keberadaan Kepolisisan Republik Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2002 pasal 13 huruf a sampai c.

Selain itu, Cipayung Bima juga mendesak kepala kepolisian republik Indonesia Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, SIK., MH.  Dalam penanganan aksi belakangan ini kerap melakukan tindakan represif terhadap pengunjuk rasa.

Jika tindakan seperti ini terus dilakukan, Kelompok Cipayung kuatir  adanya  mosi tidak percaya masyarakat terhadap APH dan pemerintah daerah meningkat. Tidak menutup kemungkinan munculnya perlawanan perlawan masyarakat di tengah sikap daerah yang tidak serius dalam menjawab tuntutan masyarakat tani. Apalagi aksi unjuk rasa ini masih dan akan terus berlanjut selama beberapa hari kedepan.   (BE04)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- HMI Cabang Bima melaporkan oknum polisi yang memukul beberapa massa aksi saat demo di depan Kantor Bupati Bima. Laporan tersebut disampaikan ke...

Peristiwa

Dompu, Bimakini. – Tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum anggota Kepolisian kepada massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Taman Siswa Cabang Bima depan...