Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Beredar Bibit Jagung Merah Diduga Palsu

Bibit jagung yang diduga palsu.

Bima, Bimakini.- Beredar bibit jagung merah merek NK6172 Perkasa di Wilayah Kecamatan Donggo dan Soromandi, diduga palsu. Pasalnya, Barcode yang tertempel di kemasan tidak bisa terbaca pada aplikasi scanner dan benih jagung bau busuk serta berkecambah.

Pantuan media ini, bibit berkecambah dan bau busuk. Sebagian pecah-pecah seperti baru digiling. Sebagiannya lagi hitam berjamur. Pengakuan petani, bibit ini sebelumnya didatangkan di wilayah Kecamatan Donggo.

Petani asal Desa Sampungu Kecamatan Soromandi keluhkan, benih jagung tersebut jauh beda dari keaslian. Perbandingannya, bibit yang beredar diduga palsu ini seperti isi jagung yang baru di giling. Selain itu, pewarnanya akan bersih saat dipegang serta tidak tercampur rata.

“Sementara yang dinilai asli berdasarkan kebiasaan yang ditanam tiap tahunnya, benihnya bulat kecil-kecil dan tercampur rata dengan perwarna ungu berkilauan,” kata petani yang tidak ingin disebutkan namanya, Sabtu (11/12/2021).

Benih yang diduga palsu ini, barcode yang ditempel dengan kertas pada bagian belakang pojok bawah kemasan tidak terbaca dengan aplikasi scanner. “Saat dibuka kemasannya, bibit jagung banyak yang sudah berkecambah dan berbau busuk,” terangnya.

Langkah yang dilakukan untuk mengetahui tumbuh atau tidaknya benih ini, sebagian dijemur selama sehari dan direndam semalaman. Hasilnya, ada yang berkecambah dan ada yang tidak. Lalu ditanam dan setelah tunggu lima sampai tujuh hari, ada yang tumbuh dan ada yang tidak.

“Bibit ini juga, saat dibuka kemasan banyak yang pecah dan berjamur. Sementara harga satu dus isi 20 kg senilai Rp.1,850 juta. Harga yang sangat fantastik bagi kami petani saat ini,” ujarnya.

Keadaan ini sangat merugikan. Ingin mengeluh, tidak tahu kepada siapa. Ingin beli ulang bibit, anggaran tidak memungkinkan. Untuk tutupi keadaan ini, benih jagung disortir lalu di jemur dan hasilnya untuk ditanam.

“Sementara mau berkomentar sama penjualnya, bibit ini dibeli dari tangan ke tangan. Tidak mudah untuk temukan siapa awalnya yang sebarkan bibit ini. Kami kebingungan dengan kerugian yang mencekik,” keluhnya. ILY

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini. – Sebelumnya diberitakan sejumlah petani di Desa Rade, Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, membakar benih jagung varietas Bioseed, Jum’at (10/12), karena benih jagung...

Ekonomi

Bima, Bimakini. – Sejumlah petani di Desa Rade, Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, membakar benih jagung varietas Bioseed, Jum’at (10/12). Hal itu dilakukan petani sebagai...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Jika terbukti toko BLD jual benih jagung palsu, Komisi II DPRD Kabupaten Bima akan merekomendasikan cabut ijin operasional penjualan benih jagung toko...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Diduga toko BLD yang berlokasi di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, kabupaten Bima NTB menjual benih jagung palsu. Antara lain benih jagung palsu...