Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Tim KP3 Sisir Pengecer yang Diduga Timbun Pupuk

Tim KP3 Kabupaten Bima saat menyisir pengecer yang diduga menimbun pupuk.

Bima, Bimakini.- Tim dari Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Bima, terus melakukan penyisiran pada sejumlah pengecer yang diduga kuat menimbun pupuk bersubsidi, hingga mendapat aksi protes dari kalangan masyarakat Kabupaten Bima belakangan hari ini.

Pengecekan dilakukan Selasa (26/01),
mulai dari wilayah Belo Selatan seperti halnya di Desa Ngali, Desa Renda dan sekitarnya. Hanya saja hasil pengecekan tidak ditemukan adanya penimbunan sesuai yang diisukan.

“Hasil pengecekan kita tidak ada penimbunan. Malah stok pupuk untuk jenis urea bersubsidi yang di cari masyarakat tidak ditemukan. Hanya beberapa zak saja,” tangkis Ketua KP3, Drs H Taufik HAK, MSi kepada media ini saat melalukan penyisiran.

Fakta ditemukan ungkap Sekda Kabupaten Bima ini, malah pupuk jenis urea yang paling dibutuhkan masyarakat, hanya tersisa beberapa sak saja. Sisanya pupuk merek jenis lain, yang tidak terlalu diinginkan masyarakat.

Pantauan media ini, tim KP3 turun ke menyisir ke sejumlah pengecer pada desa-desa di Kabupaten Bima, sejak Selasa siang hingga sore. Tim memasuki ke sejumlah pengecer dengan mengecek jumlah pupuk mulai dari subsidi hingga non subsidi.

Selain mengecek, tim juga langsung menginterogasi para pengecer pada sejumlah desa terkait ketersediaan stok pupuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima Ir Hj Nurma M Si, yang juga ikut turun memantau ketersediaan pupuk ke para pengecer, mengaku jika masyarakat ingin melaporkan terkait adanya penimbunan pupuk atau harga di atas het, harus sesuai dengan bukti dan fakta yang kuat.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Saya harap masyarakat dalam memberikan informasi harus benar-benar akurat. Rata-rata pupuk urea bersubsidi sudah pada habis, kecuali yang memang tidak sesuai dengan Juklas-Juklis nya,” ujarnya di sela-sela pengecekannya.

Warga juga dianjurkan agar, jika menemukan masalah dalam hal pupuk dan pestisida, tidak melaporkan ke media sosial dan sejenisnya. Melainkan katanya, langsung melewati tim KP3.

Agar katanya, tidak menimbulkan kegaduhan baik di masyarakat hingga ke Pemerintah Daerah dan berdampak pada banyak sisi hingga Kantibmas. IKR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Camat Langgudu Kabupaten Bima, Samsudin, SSos, menegaskan agar pengecer pupuk subsidi menjual  susuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Bila masyarakat temukan hal itu,...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kapolres Bima melalui Kasat Reskrim, IPTU Hendry Christianto, S.Sos, memeroses kasus dugaan penadahan pupuk bersubsidi yang menyeret CV. Lewa Mori. Perusahaan ini...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Tujuan pengumpulan KK bagi Petani adalah untuk keperluan membuat Kartu Elektrik seperti Kartu ATM. Kartu tersebut digunakan petani saat pendistribusian pupuk bersubsidi....

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Untuk mendapatkan pupuk subsidi mulai musim tanam Tahun 2020 akan datang, petani wajib mengumpulkam Kartu Keluarga (KK) kepada Ketua Poktan. Jika tidak...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Sesuai dengan kerejasama (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD, jajaran Kodim 1608/Bima melakukan pendampingan terhadap  kegiatan bidang pertanian. Salah satunya adalah...