Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Dari Kasus Gadai HP, Cek-cok hingga Penganiyaan. Eh, Malah “Berlomba” Blokade Jalan

Terduga pelaku penganiyaan tengah diamankan personel Mapolsek Woha

Bima, Bimakini.- Blokade jalan kini benar-benar menjadi trend bahkan dijadikan “budaya” di wilayah Bima dan sekitarnya belakangan ini. Tren ini bahkan dianggap ‘sakti’, sebagai langkah solutif dalam memecahkan permasalahan.

Seperti yang terjadi Jumat (11/03) kemarin, aksi blokade jalan kembali terjadi hingga seolah berlomba-lomba menutup jalan. Penyebanya bermula dari kasus gadai Handphone hingga berujung kasus penganiyaan, hingga korban mengalami luka serius.

Lantaran kecewa, sejumlah keluarga korban penganiyaan yang tidak terima dengan tindakan pelaku, ditemani dengan beberapa warga Desa Samili memblokade jalan, tepatnya di jalan lintas Desa Kalampa – Desa Risa dengan menggunakan ranting kayu dan batu.

Sejurus kemudian, keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga Desa Samili lain, juga melakukan hal serupa dengan memblokade tepatnya di Dusun Ndora Desa Samili, menggunakan Sepeda Motor.

Pemerintah Desa Kalampa dan Personel Polsek Woha, dijelaskan Kapolres Bima melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka, langsung bergerak menuju TKP untuk meminta membuka blokade serta dan memberikan penjelasan terkait kasus tersebut. Jaminannya kata Adib, jika terduga pelaku akan diamankan sehingga blokade pun dibuka kembali dan arus lalu lintas sekitar kembali normal.

Tidak berselang lama dan setelah melakukan serangkaian penyelidikan, personel Polsek Woha pun akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku dengan menjemputnya di kediaman pelaku.

“Saat diamankan Terduga tidak melakukan perlawan dan langsung digiring menuju Mapolsek Woha untuk diproses hukum,” jelas Adib.

Personel Polsek Woha urai Adib, mengamankan terduga berinisial AT di Desa Samili Kecamatan Woha, pada Jum,at. (11/03) sekitar pukul 17.00 Wita.

Sementara korban yang juga merupakan warga Desa Samili, berinisial ST, pria 27 tahun, mengalami luka nyaris pada semua anggota tubuhnya.

Kejadian bermula Rinci Adib, sekitar 3 bulan lalu Handphone milik ST digadaikan oleh teman korban ke pelaku, sehingga korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan dan ingin menebus kembali HP yang di gadai tersebut.

“Tapi menurut pelaku bahwa HP yang di gadai tersebut sudah melewati batas kesepakatan dan di anggap sudah menjadi milik pelaku,” ungkapnya.

Korban yang tidak terima dengan pernyataan pelaku pun terlibat Cek-Cok dan Pelaku langsung menganiaya Korban dengan melayangkan bogem mentah secara berkali-kali dan di ikuti oleh teman-taman Terduga.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek di bagian bibir bawah, luka robek bagian dagu, dan luka lecet pada bagian ibu jari kaki,” pungkas Adib. IKR

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Kapolres Dompu mengaku akan menindak tegas para demonstran, pelaku dan provokator yang kerap melakukan aksi blokade jalan negara saat menyampaikan pendapat...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Kepolisian Resor Bima, kini memindahkan sebanyak 10 orang anggota massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Monta Selatan Menggugat atau AMANAT, ke Mapolda...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Setiap orang boleh menyampaikan aspirasi. Namun, jangan sampai merugikan kepentingan umum, seperti halnya melakukan blokade jalan. Kabag Ops Polres Bima, Kompol Herman,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Aparat Polres Bima dan Kodim 1608 Bima membubarkan aksi blokade jalan di Desa Waro, Kecamatan Monta,  Kabupaten Bima, Kamis (12/5/2022) siang. Aksi...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Aksi unjuk rasa dilakukan oleh warga dan mahasiswa asal Kecamatan Monta bagian selatan Kabupaten Bima, Senin (9/5). Aksi di awali dengan konvoi...