Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Ketokohan HMQ Mampu Datangkan Ketua Umum Patai Demokrat Safari Politik di Kota Bima

Oleh : Munir Husen

Kedatangan Ketua Umum  Partai Demokrat di Kota Bima sekaligus calon Presiden Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudoyono yang biasa disapa dengan AHY menjadi momentum yang menarik untuk dikaji dalam pandangan politik kekinian.

Kedatangan AHY di Kota Bima ini sebagai Ketua Umum partai Demokrat merupakan ikhtiar kader Partai Demokrat, dan kerja keras Ketua Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Bima H. Muhammad Qurais H. Abidin yang saat ini oleh Partai Demokrat juga didapuk menjadi Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Prop. NTB.

Kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat  yang masih muda di Kota Bima ini, disamping menggelar safari ramadhan, mengujungi Pondok Pesantren Al Husaini juga memberikan kuliah Umum di Kampus Biru STIE Bima dan Bazar dilapangan Serasuba. Sekali dayung dua tiga pulau bisa dilalui. Serta  silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda sebagai agenda politik yang bersifat komplementer.

Bagi politisi safari politik adalah keniscayaan, agenda inti yang menjadi prioritas utama ketika melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk mengetahui secara riil terhadap masalah kaderisasi partai, struktur partai dan dukungan stakenholder terhadap tokoh partai jika tokoh tersebut akan mengikuti kontestasi pemilihan presiden, DPR/DPRD, DPD dan Pilkada.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Media Nasional, maupun media sosial, isu utama di Tahun 2022 adalah mengenai calon presiden di masa depan. Jadi bukan lagi rahasia jika AHY adalah merupakan satu sosok calon Presiden dari Partai Demokrat termuda saat ini. AHY adalah pembuka silaturahmi politik pertama di Kota Bima di Tahun 2022 sebagai calon pemimpin.

AHY sebagai Ketua umum Partai Demokrat didalam melakukan safari ramadhan di Kota Bima memiliki keyakinan politik yang kuat bahwa akan disambut oleh kader dan simpatisan Partai demokrat yang mumpuni. Hal ini  Kota Bima menjadi pilihan utama  safari politik dan safari Ramadhan pertama di NTB.

Tentu saja kedatangan AHY tidak terlepas pengaruh serta ketokohan H.M Qurais H Abidan sebagai Ketua DPC Partai Demikrat Kota Bima saat ini.  Elektabilitas Partai Demokrat tidak diragukan bahkan sangat stabil. Di DPRD Kota Bima partai Demokrat meraih tiga kursi empuk dewan, sebagai bukti bahwa partai Demokrat Kota Bima masih sangat solid. Semua kader dan anggota DPRD Kota Bima satu komando yang dipimpin oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bima.

H. Muhammad Qurais sebagai walikota Bima dua (2) Priode memiliki prestasi, dedikasi, dan reputasi yang diakui secara Nasional, bahkan berpidato di Instana Negara karena memiliki prestasi akademik tehadap tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Bima. Dengan demikian harus diakui bahwa pengaruh ketokohan personal didalam kancah politik menjadi faktor utama yang menentukan didalam perjalanan partai dimasa depan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Bahkan ketokohan HMQ sebagai salah satu simbol Demokrat NTB, saat ini didorong tampil dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024 yang dianggap figur yang tepat secara geopolitik mewakil Sumbawa. HMQ dinilai sebagai kader emas Parti Demikrat. Dan saatnya pula sebagai partai yang tumbuh besar di NTB, sangat layak dipertimbangkan partai di Pilgub demikian suara hati kader Partai Demikrat terhadap ketrokohan H.Muhammadi Qurais H. Abidin (https://lombokpost.jawapos.com/plitika/20211).

Jika saja ketokohan HMQ diakui oleh Kader Partai Demokrat baik ditingkat lokal maupun nasional , maka tidak ada alasan untuk menolak amanah yang ditawarkan oleh kader Partai Demikrat. Karena amanah itu tidak bisa diminta, tidak bisa diloby tapi amanah itu jika ditunjuk maka konsekwensi logisnya siapa melaksanakan amanat partai itu baru namanya tokoh partai yang kredibel. Sebab HMQ sudah teruji pada saat menjadi Wali Kota Bima dua (2) periode.

Direktur Eksekutif parameter Politik, Adi Prayitno, menyebut faktor yang paling dominan dalam motif memilih parpol adalah faktor ketokohan. Kategori dari faktor ketokohan, seperti meliputi persepsi tokohnya merakyat dan sederhana, pemipinya tegas dan disiplin (https://www.gatra.com/news). Jika melihat apa yang disampaikan oleh Adi prayitno ada pada HMQ terpenuhi, walaupun masih dapat diperdebatkan secara ilmiah.

Dengan demikian jika melihat figur adalah merupakan tokoh sentral yang menjadi pusat perhatian dan dikenal secara luas oleh masyarakat umum. Selain itu figur juga memiliki peran penting dalam kehidupan maysrakat, menjadi teladan dan mengispirasi baik dalam bidang pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi kerajtan, pendidikan dan sebaginya (Miriam Budiardjo :2008).

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Begitu besar pengaruh figur politik pada alam Negara demokrasi saat ini. Ada beberapa faktor terbentuknya figur politik yaitu : Pencitraan politik, dalam level sederhana politik pencitraan termasuk marketing, calon dipasrkan mirip menjual sebuah produk dengan cara-cara yang mengikat publik. faktor Popularitas, adalah tingkat keterkenalan dimata Public. Menjadi modal emas yang similiki oelh siapapun yang terjun dalam ranah publik. dan faktor elektabilitas partai politik, tingkat keterpilihan parpolt oleh publik. eletabilitas partao tinggi berarti partai tersebut memiliki daya pilih yang tinggi (https://eprints.uum.ac.id).

Semoga dengan kedatangan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Kota Bima setidak-tidaknya rakyat sudah mengenal lebih dekat dengan figur AHY, sudah melihat ketokohannya, dan memiliki pandangan dan wawasan secara nasional untuk masa depan bangsa dan Negara.

Wallahu a’lam bish-shawabi

Penulis adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Berita

Oleh : Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima) Kota pada hakekatnya adalah suatu tempat yang berkembang terus menerus sesuai dengan perkembangan zaman...

Opini

Oleh  :  Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima)   Di Kota Bima saat ini, sepeda listrik menjadi trend baru moda transportasi orang...

Berita

Oleh : Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima) Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa, tidak terkecuali. Tanpa melihat status guru apakah PNS,...

Opini

Oleh : Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima) Pemerintah Daerah dan DPRD adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Keberadaan anggota DPRD pada tataran...

Opini

Oleh : Munir Husen (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bima)   Penerapan konsep “LAWATA” dalam internalisasi nilai-nilai di Polres Bima-Kota (media Bimantika 15 July...