Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Lima Atlet PWI Bima Melaju ke Porwanas Jawa Timur

Lombok Timur, Bimakini.- Hasil Seleksi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Provinsi NTB di Bale Wartawan Lombok Timur 14-15 Mei, meloloskan lima atlet PWI Bima. Atlet yang lolos adalah HM Nasir Ali Cabang Olahraga (Cabor) Catur, Gunawan dan Imran Rasyidi (Bulutangkis), Agus Mawardi dan Juwair Sadam masing-masing cabar tenis meja dan futsal. mpat tahunan Pekan Olahraga Nasional (Porwnas), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) NTB mengadakan seleksi atlet dari 10 PWI kabupaten/kota se NTB. Kepastian itu disampaikan Sekretaris Siwo PWI NTB, Purwandi, saat ramah tama di Pandopo Bupati Lombok Timur.

Lima atlet PWI Bima bersama atlet NTB yang lolos akan mengikti Porwanas yang akan digelar di Malang Jawa Timur akhir tahun 2022 ini.
Ketua PWI Bima, Gunawan, mengatakan, ada delapan atlet PWI Bima Mengikuti lima Cabor yakni, Bulu Tangkis, Pimpong, Futsal, Catur dan Biliar.

‘’Untuk seleksi Cabor Biliar digelar di Kabupaten Sumbawa pada 21 Mei mendatang,’’ sebut Sekretaris Seksi Olahraga Wartawan Indonesia (SIWO) PWI NTB, Poerwandi, Sabtu (14/5).
Hasil seleksi delapan Cabor yang diikuti PWI NTB, diumumkan saat malam ramah tamah dengan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, di Pandopo bupati setempat.

‘’Wartawan yang mengikuti seleksi atlet Porwanas sebanyak 108 orang untuk delapan Cabor,’’ sebut Poerwandi.

Dari enam orang atlet yang diutus PWI Bima, lima diantaranya dinyatakan lolos. Yakni, Indra Gunawan dan Imran Rasyidi (Bulu Tangkis), HM Natsir (Catur), Agus Mawardi (Tenis Meja), Juwair Saddam (Futsal). Sedangkan Ahyar (Bulu Tangkis) tidak lolos.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Cabor Biliar yang diikuti Akhyar HM Noer, seleksinya berlangsung pada 21 Mei mendatang di Kabupaten Sumbawa. (Nas)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

APAKAH saya harus senang? Ataukah sebaliknya? Entahlah! Tetapi begini: Waktu saya pertama membangun media di Bima, itu pada 21 tahun lalu, ada yang menyebut...