Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Dinas Dikbudpora Berkomitmen Replikasi Metode Pembelajaran TaRL

Pembukaan lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka belajar yang digelar di Hotel Marina, Kamis 16 Juni 2022.

Bima, Bimakini.- Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora)  Kabupaten Bima, Zunaiddin, SSos, MSi, berkomitmen untuk mereplikasi  metode pembelajaran TaRL di seluruh sekolah dasar. Bahkan dinas sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 juta.

Hal itu disampaikan Zunaiddin saat Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka belajar yang digelar di Hotel Marina, Kamis 16 Juni 2022. Kegiatan yang difasilitasi INOVASI tersebut diikuti 25 kepala sekolah dampingan.

“Saya mengimbau kepada kepala sekolah untuk  fokus pada manajemen sekolah, termasuk operasional kurikulum merdeka. Kedepannya, jika proses uji coba penerapan Kurikulum Merdeka selesai  dan berjalan baik, kami ingin mereplikasikan juga kepada semua sekolah untuk menerapkan kurikulum merdeka,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan berterimakasi kepada INOVASI yang telah menjembatini kolaborasi pemerintah daerah dan LPTK. Bahkan berkomitmen untuk memeprtajam kerjasama tersebut. “Jika perlu saya akan membuat kerjasama dengan Ketua STKIP Tamsis melalui program KKN untuk menempatkan mahasiswa pada semua sekolah di Kabupaten Bima, khusus percepatan peningkatan literai dan numersi yang sangat rendah, berdasarkan raport pendidikan,” ungkapnya.

Metode pembelajaran TaRL sendiri telah terbukti meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas dasar dengan cepat. Apalagi saat ini akan diterapkannya kurikulum merdeka yang saling menunjang.

Sementara itu, Distric Official Inovasi Pulau Sumbawa, Ramadhon mengharapkan melalui kegiatan ini kepala sekolah lebih memahami tentang penerapan kurikulum merdeka belajar. “Melalui kegiatan ini, kepala sekolah dapat memahami bagaimana prinsip-prinsip kurikulum merdeka. Kemudian memahami tupoksi untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka,” ujarnya.

INOVASI sendiri, kata dia, akan memberikan dampingan dan kegiatan lanjutan, sampai sekolah dan guru mendiri menerapkan kurikulum merdeka.

Para kepala sekolah saat melakukan pemetaan masalah dan mencari solusinya.

Saat lokakarya berlangsung, para kepala sekolah diarahkan untuk mengidentifikasi masalah rendahnya literasi, sekaligus mencari solusinya.  Mereka pun mengidentifikasi penyebab rendahnya literasi siswa. Diantaranya beberapa faktor, yakni dari guru, siswa, orang tua, dan kebijakan. Masih ditemukannya kompetensi guru yang masih rendah, siswa malas belajar dan ke sekolah, orang tua kurang memperhatikan pendidikan anaknya, serta penempatan guru tidak merata.

Para kepala sekolah yang terlibat ini diharapkan mampu mengatasi masalah rendahnya literasi di sekolah masing-masing. Apalagi 25 kepala sekolah yang ikut kegiatan ini sudah mendapat dampingan Program Inovasi.

Solusi yang dilahirkan sekolah diharapkan bersifat lokal. Kerena masing-masing sekolah memiliki kondisi yang berbeda, maka setiap masalah harus menggunakan pendekatan yang berbeda pula.

Selain itu, kompleksitas masalah harus diselesaikan dengan menentukan skala prioritas. Memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan.

Sementara itu, Fasiliator Daerah (Fasda) Pembelajaran, Ruslin menjelaskan,  prinsip-prinsip kurikulum merdeka. Stuktur kurikulum merdeka lebih felsibel. Jam pelajaran ditentukan per tahun, bukan per minggu. Fokus materi yang esesnsial dan capaian pembelajaran ditentukan per fase, yakni dua tahun, bukan per tahun.

Pembangunan sofy skill dan karakter mendapatkan porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek sebesar 20 – 30 persen dari total jam mata pelajaran. Proses pembelajaran dirancang sesuai dengan hasil asesmen.

“Serta flesibilitas bagi guru untuk menentukan waktu, tehnik dan alat asesmen pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan siswa, karakter matapelajaran dan capaian pembelajaran,” terangnya. IAN

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Program INOVASI NTB menyosialisasikan tentng Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Sosialiasi dilakukan...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Kerelawanan di Indonesia, khususnya di NTB, belum menjadi sesuatu yang kuat diperjuangkan oleh lembaga. Kerelawanan  belum dikelola dengan optimal. Maka, kata Provicial...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, mengapresiasi Program Inovasi yang sudah berjalan dua tahap di Kabupaten Bima. Ibarat menyapih, mulai menyiapkan...

NTB

Bima, Bimakini.- Memeringati Hari Perempuan Internasional (International Woman Day) 8 Maret, Program INOVASI NTB, Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Hamzanwadi (UNHAM) menggelar Webinar Nasional,...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE, menilai Program INOVASI telah banyak memberikan kontribusi untuk sektor pendidikan.  Untuk itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD)...