Connect with us

Ketik yang Anda cari

CATATAN KHAS KMA

Inspirasi BTPN Syariah

Ma’arifah, Ibu Inspiratif nasabah PT Bank BTPN.

KALI ini, saya harus mau meliput lagi. Yang ‘memaksa’ itu, junior saya, Pemimpin Redaksi Garda Asakota. ‘’Ini semacam jalan-jalanlah,’’ kata Muzakir NS, S.Ag sepekan lalu.

Jalan-jalan dan meliput. Apa hubungannya? ‘’Pokoknya kali ini harus mau,’’ katanya setengah membujuk, separohnya lagi memaksa. Karena ini lewat pesan WhatsApp, tentu ada emoticonnya.

Dia akhirnya menyodorkan agenda jalan-jalan meliput itu. Kota Bima-Sape-Dompu-Sumbawa-Sembalun di Lombok. Wah, seru. Tetapi mendebarkan juga. Kalau saya mau ikut, maka ini kali pertama meliput (lagi). Itu setelah lebih dua puluh tahun tidak melakukannya. Kala itu, saat anak saya yang kedua baru lahir. Dari Mataram hingga ke ujung timur Pulau Sumbawa. Tentu belum ada Kota Bima saat itu.

Harinya tiba. Ya Senin 21 Juni 2022. Di hari ini yang sama juga, saya baru jelas objek liputannya. Judulnya: Media Kitchen Tour. Yang dikunjungi, nasabah bank. Bank BTPN Syariah Tbk.

Setelah makan siang di Panda, saya dan rombongan menuju Wawo, Kabupaten Bima. Ada dua wartawan dari Jakarta yang ikut bersama Nurul Syita, Tim Corcom PT TPN Syariah Tbk. Dari Kota Bima, kami bersama Nurhaidah, Bisnis Coach Region Sumba (membawahi all Nusa Tenggara Barat).

Di Wawo, kami perlu melihat dari dekat aktivitas kelompok usaha wanita inspiratif yang didanai Bank BTPN Syariah. Itu di dusun Temba Mbojo, Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Ada kelompok kerajinan Tenun Kain Nggoli, dan Kerajinan Sisir Muna.

Di Kecamatan ini, jumlah nasabah sudah mencapai 1.247 orang. Padahal Wisma PT Bank BTPN Syariah, belum genap dua tahun dibuka. Mereka umumnya pelaku usaha mikro dan kecil. Pagu kreditnya antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. Hebatnya, tidak ada nasabah yang bermasalah di sini. ‘’Semuanya lancar dan bisa mengembalikan angsuran kredit tepat waktu,’’ kata Nurhaidah.

Nurhaidah, Binis Coach Region Sumba dan Camat Wawo Syarifudin Basyar.

Pembayaran angsuran, setiap dua pekan sekali. Mereka menyetor ke pos yang sudah disediakan, sambil dilakukan pembinaan rutin oleh pihak Bank BTPN Syariah.

Mendengar laporan itu, Camat Wawo Syarifudin Basyar, mengaku kaget. ‘’Wah banyak juga ya nasabah yang terbantu,’’ katanya. Syarifudin mengucapkan terima kasih kepada Bank BTPN Syariah yang telah membiayai modal usaha warganya. ‘’Ini luar biasa. Ini akan sangat membantu mengangkat eknomi warga kami. Kami sangat berharap (pembiayaan) bisa terus berlanjut,’’ harapnya.

Ma’arifah, ketua kelompok yang juga perajin tenunan nggoli, mengaku menerima pinjaman Rp4 juta untuk jangka waktu setahun. Dia lancar sekali membayar cicilan setiap dua pekan sekali. Sekali bayar, Rp 208 ribu.

Uang itu digunakan oleh Ma’arifah untuk modal membeli benang. Biasanya, untuk menghasilkan satu lembar kain tenun, membutuhkan benang Rp150 ribu. ‘’Untuk menghasilkan satu lembar kain tenun, saya mengerjakannya selama sepekan,’’ katanya.

Setiap lembar kain nggoli, dijual dengan harga Rp350 ribu. Kalau dua pekan, berarti Rp700 ribu dikurangi angsuran Rp108 ribu. Anda bisa hitung sendiri, berapa pendapatan Ma’arifah dalam dua pekan.

Ma’arifah dan kawan-kawannya, mengaku sangat senang dengan pembiayaan dan pembinaan yang diberikan Bank BTPN Syariah. Mereka sangat terbantu, karena selama ini sulit mendapatkan modal usaha.

Mardianah (kiri), perajin sisir muna.

Demikian pula dengan Mardianah, warga Desa Ntori Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Sebagai perajin Sisir Muna, ia dan kelompoknya bisa memulai usaha dan membeli bahan produksi. Mereka masing-masing bisa menghasilkan dua sisir setiap hari. Satu unit sisir, dijual Rp70 ribu. Kalau produktif, setiap orang bisa menghasilkan 24 sisir setiap dua pekan. Itu artinya bisa menghasilkan uang Rp1,68 juta. Jika dikurangi angsuran pinjaman, maka Anda juga tahu sendiri berapa penghasilannya per dua pekan.

Bagaimana dengan pemasarannya? ‘’Sangat mudah bahkan ada yang pesan dahulu. Tidak ada masalah dengan penjualan tenun nggoli maupun sisir muna,’’ kata Ma’arifah.

Sisir muna produksi warga di Wawo, ternyata dipakai oleh sebahagian besar perajin tenun nggoli di Bima dan Dompu. Umur pakainya, bisa sampai satu tahun.

Kepala Desa Maria, Imran Ibrahim, mengaku senang dengan adanya kegiatan ekonomi produktif warganya. ‘’Ini hal yang positif dan kami berharap, pembiayaan dari Bank BTPN Syariah bisa diperluas lagi,’’ ujarnya.

Apakah akan membuat semacam etalase untuk memajang produk warganya, Imran akan mengusahakannya. Apalagi menurut dia, Maria memiliki objek wisata Uma Lengge yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

Manajemen Bank BTPN Syariah Tbk, melakukan kunjungan untuk memperkenalkan nasabah perempuan inspiratif, dengan berbagai ragam produk usaha yang autentik.

Kegiatan yang dikemas dalam Media Kitchen Tour ini, dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa 21 Juni 2022 hingga Kamis 23 Juni 2022.

Mewakili Tim Corcom PT BTPN Syariah Tbk, Nurul Syita, mengaku mengajak rekan rekan media untuk melihat dari dekat aktivitas usaha para nasabah di unit atau wisma baru. ‘’Kita ingin memastikan usaha kelompok para nasabah berjalan dengan baik atau tidak,’’ ungkap Nurul.

Nurhaidah menambahkan, pembiayaan untuk kelompok nasabah di Wawo sudah berjalan hampir dua tahun. Mereka tergabung dalam 68 kelompok yang tersebar di 7 desa.  ‘’Pembiayaan untuk Kecamatan Wawo, sudah disalurkan sebanyak Rp2,2 miliar,’’ ujarnya. (khairudin m. ali)

 

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

DIA sebenarnya lebih suka main bola daripada bermusik. Bahkan pernah merasakan sangat sulit sekali. Ketika guru memberinya tugas memukul drum saat duduk di bangku...

CATATAN KHAS KMA

NAH, kejadian juga. Saya akhirnya mabuk darat. Itu saat perjalanan Dompu-Sumbawa. Di Lopok. 27 kilometer sebelum tiba di kota Sumbawa.  Saya dan rombongan, terpaksa...

Berita

Jakarta, Bimakini.- NTB, khususnya Pulau Sumbawa memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu contoh atau rolemodel yang visionable atau berkelanjutan. Hal itu...

CATATAN KHAS KMA

AWALNYA, saya tidak terlalu fokus memperhatikan penyerahan aset dari Pemerintah Kabupaten Bima kepada Kota Bima. Saya pikir sudah beres semua. Kini, di media, banyak...

CATATAN KHAS KMA

RINDU sudah sangat membuncah. Rindu se rindu rindunya. Tiada lagi yang bisa menghalangi. Pokoknya harus mudik tahun ini. Pun ketika pemerintah melambat-lambatkan liburan sekolah,...